
Bertepat pukul 17.00 mobil pun berhenti di depan rumah kiayi Fatih.
"Assalamu'alaikum?" ucap mereka memasuki Rumah.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab semua.
Di dalam rumah yang sedang di hias dengan indah, ada bunga bunga plastik dan lampu lampu hias.
Terdapat meja meja yang diatasnya terdapat makan, buah buahan dan minuman segar.
Kerabat terdekat sudah berkumpul untuk menyaksikan acara nanti malam.
Santri santri kepercayaan membantu mempersiapkan, karena ini hanya acara ijab qobul, semua santriat akan turun tangan dihari resepsi nanti.
"Maa syaa Alloh indah sekali yah kikiku." kata Almira.
"Eh Almira abis dari mana umi tadi nyariin kamu." kata Ratih menghampiri Almira.
"Umi, lihat Almira punya teman baru," kata Almira menunjukan kikiku.
"Assalamu'alaikum umi perkenalkan nama ku kikiku, yeman baru Almira." kata Almira.
"Iya sayang, eh kamu udah mandi?" kata Ratih.
"Belum kan Almira baru aja sampe." kata Almira.
"Eh mandi dulu dong nak." kata pria berkacamata memakai tawb dan sorban hitam.
"Abi..." kata Almira langsung memeluknya.
Robi menggendong Almira.
"Abi pas kapan kesini." kata Almira yang di gendong Robi.
"Sekitar dua jam yang lalu, Abi nyariin kamu, ternyata jalan jalan yah sama om Rafan." kata Robi.
"Iya Abi, dan ini kikiku, teman baru Almira." kata Almira.
"Assalamu'alaikum kikiku." kata Robi.
"Wa'alaikumussalam Abi, aku boleh kan panggil Abi." kata Almira menggerak gerakan kaki kucing.
"Boleh dong, kikiku boleh panggil Abi kaya Almira." kata Robi.
Almira dan Robi terkekeh.
"Eh udah kan ngobrol sama Abinya, yuk mandi dulu sayang." kata Ratih.
"Iya mandi dulu sana." kata Robi.
"Siap, Abi jagain kikiku ya." kata Almira.
"Siap kapten laksanakan." kata Robi mengambil kikiku dari gendongan Almira.
Rafan sedang berbincang bincang bersama kedua keluarga.
"Ya sudah persiapan buat sholat, bentar lagi maghrib." kata Fatih.
Semua kaum pria yang ada di Rumah kiayi menuju masjid.
Sedang kan kaum wanita mempersiapkan semuanya, sehingga sholatnya bergantian.
Acha dan yang lain nya sedang menunggu meja makanan.
"Cha?" kata Ratih.
"Iya mba?" kata Acha.
"Kamu udah Sholat?" kata Ratih.
"Alhamdulillah udah mba." kata Acha.
"Yaudah jagain Almira ya, mba mau bantu Shilla bersiap." kata Ratih.
"Iya mba, Almira nya mana?" kata Acha.
"Ih kikiku tungguin Almira." kata Almira mengejar kikiku.
"Akhirnya ketangkap juga kamu." kata Almira menggendong kikiku.
"Almira sayang?" kata Ratih.
"Iya umi." kata Almira berlari menghampiri.
__ADS_1
"Kamu sama kakak Acha dulu ya, jangan nakal." kata Ratih.
"Siap umi." kata Almira.
Ratih pun segera menuju ke kamar Shilla.
"Ih kucing." keluh putri.
"Meow... Meow." kata Almira mendekatkan kikiku pada putri.
"Ih nggak mau geli." rengek Putri.
"Eh Almira katanya gak bakal nakal." kata Acha.
"Almira nggak nakal cuma main aja." kata Almira polos.
Adzan isya pun berkumandang.
"Mba Ratih Shilla mau sholat isya dulu, tar bantu make up lagi ya mba, soalnya Shilla belum wudhu lagi." kata Shilla.
"Iya tenang aja, mba juga mau sholat dulu." kata Ratih.
"Yaudah mba sholat di kamar Shilla aja." kata Shilla.
"Iya udah kamu duluan." kata Ratih.
Shilla pun bergegas berwudhu dan menunaikan Sholat.
"Sudah Shill?" kata Ratih.
"Iya udah mba, maa syaa Alloh mba, baru pertama kali Shilla liat muka mba, mba cantik." kata Shilla.
"Bisa aja kamu Shill, kamu lebih cantik malah, yaudah mba sholat dulu kan harus make up in kamu." kata Ratih.
Ratih pun segera sholat, selesai sholat Ratih bergegas merias wajah Shilla.
"Maa syaa Alloh, kamu cantik banget." kata Ratih.
Ratih dan Shilla melihat bayangan mereka sendiri di cermin.
"Ini berkat make up dari mba." kata Shilla.
Di luar kamar semua nya sudah bersiap tinggal menunggu penghulu.
"Udah siap?" kata penghulu.
"In syaa Alloh pak." kata Rafan nyengir kuda.
"Tenang ya rilex santay, kan pengen cepet sah." goda penghulu.
Do'a doa pun dilantunkan penghulu dan wali penagntin wanita.
"Asyhadu alaa ilaaha ilalloh, wa asyhadu anna muhammadar rosululloh," ucap penghulu dan diikuti Rafan.
"Muhammad Rafan Alqayyis, ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka Shilla bakhirunnisa binti Bakhirul fatih 'alal mahril madzkur haalan." ucap Fatih.
"Qobiltu watazwijaha Shilla bakhirunnisa binti Bakhirul fatih 'alal mahril madzkur warodhitu bihi wallohu waliyut taufiq." ucap Rafan.
"Sah?" kata penghulu.
"Sah..." kata para saksi.
"Alhamdulillahirobbil'alamiin..." penghulu melantunkan do'a.
Shilla dan Ratih pun keluar kamar.
Dengan wajah yang cantik nan anggun yang membuat sepua orang tertuju pada Shilla.
"Maa syaa Alloh." kata semua.
Langkah demi langkah Shilla pun menuju Rafan diantar Ratih.
Shilla pun duduk di pinggir Rafan.
"Silah kan tandatangani." kata Penghulu memberikan sebuah kertas.
Mereka menandatangani kertas.
Rafan memasangkan sebuah cincin di tangan Shilla.
"Silahkan cium punggung tangan sang suami." kata Penghulu.
Shilla yang akan mencium tangan Rafan dengan Ragu ragu.
__ADS_1
"Tenang udah mahrom kok, silahkan minta ridho sang suami." goda penghulu.
"Aduh..." kata Shilla canggung.
Shilla pun mencium punggung tangan Rafan.
Rafan meletakan telapak tangan nya di atas kepala Shilla dengan membaca do'a.
"Silahkan para tamu untuk mecicipi hidangan yang sudah disediakan." kata Muza.
Acha dan teman teman bergegas melayani para tamu.
Semuanya menyantap makanan yang sudah di hidangkan.
Shilla dan Rafan duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Betapa bahagia saat kita duduk di istana, kau dan aku, Dua sosok dan dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku."
❤Jalaludin Rumi❤
Acara pun selesai, semua tamu kembali pulang.
Kini tinggal dua keluarga yang sedang berbincang.
"Rafan dan Shilla sudah istirahat?" kata Fatih.
"Iya bi kasian kelelahan." kata Aisy.
"Ya sudah kiayi kami pamit pulang." kata Qayyis.
"Kenapa terburu buru." kata Fatih.
"Sudah jam dua belas malam pak, dan lupa kunci gerbang rumah." kata Fathma.
"Astaghfirulloh..." kata Aisy.
"Yaudah kami pamit." kata Qayyis.
Fathma, Qayyis, Ratih, Robi beserta Almira diantar sampai depan rumah.
"Ini bawa sedikit bingkisan." kata Aisy.
"Nggak usah repot repot." kata Fathma.
"Udah nggak papa, buat ngemil di jalan." kata Aisy.
"Yasudah makasih." kata Fathma.
"Nggak perlu berterimakasih, kan sekarang kita sudah satu keluarga." kata Aisy.
Mereka pun saling berpamitan satu sama lain.
"Duluan pak kiayi, assalamu'alaikum." kata Qayyis.
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh, fiamanillah." kata Fatih.
Mobil pun melaju cepat sampai tak terlihat, kiayi Fatih dan Aisyah langsung masuk ke rumah.
Dikamar yang sudah di hias dipenuhi bunga bunga dan lilin lilin.
"Saat ini dua sosok dua tubuh namun hanya satu jiwa, kau dan aku." kata Rafan.
Shilla tertunduk tersenyum malu.
"Maafkan Shilla jika ada seseorang ikhwan yang pernah Shilla kagumi dan Shilla memintanya pada Alloh untuk menjadi milik Shilla." kata Shilla.
"Umm jadi ada seseorang sebelum saya," kata Rafan.
"Siapa orang?" tanya Rafan.
Shilla yang hendak menjawab terpotong pertanyaan Rafan.
"Kenapa kamu nggak bilang kalo ada ikhwan yang sedang kamu perjuang kan?" kata Rafan.
"Dan kenapa kamu menerima lamaran saya, serasa saya sudah mengambil paksa cinta seseorang." kata Rafan.
"Cinta itu dimana kita harus bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia walau bersama dengan orang lain," kata Rafan.
"Saya sangat mencintai kamu Shill, saya ingin kamu bahagia, siapa ikhwan itu, saya akan berbicara padanya." kata Rafan.
"Syuttt..." kata Shilla meletakan jari telunjuknya dibibir Rafan.
"Bagai mana Shilla bisa menjawab kalk dari tadi Ustadz bertanya terus." kata Shilla.
__ADS_1
"Lalu siapa ikhwan itu Shill?" kata Rafan.