MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
episode 79


__ADS_3

Saat masuk ke ruangan Ustadz Ustadzah.


"Duh bentar lagi jam empat, harus cepet cepet nih." Ririn yang melihat ke jam tangan nya.


Brughh...


Ririn menabrak orang.


"Duh...untung gak sampe jatoh." batin Ririn kesal.


"Rin Kamu gak papa?" tanya Faziel.


"Eh Ustadz Faziel, nggak papa kok hehe." kata Ririn salah tingkah.


"Kamu mau kemana Rin?" kata Muza yang ada disamping Faziel.


"Ma.. mau ke ruangan ustadzah nurma Ustadz." kata Ririn tersenyum.


"Kamu kenapa, ada masalah apa? Kamu gak ngerjain tugas nya yaa?" selidik Faziel.


"Bukan itu kok Ustadz biasalah masalah perempuan." kata Ririn tegar padahal hatinya dag dig dug.


"Yaudah Ririn masuk dulu, assalamu'alaikum." kata Ririn.


"Wa'alaikumussalam." kata Muza dan Faziel.


......................


Tok tok tok


"Assalamu'alaikum? Ijin masuk ustadzah." kata Ririn.


"Wa'alaikumussalam, tafadholly." kata ustadzah Nurma.


Ririn pun masuk setelah mendapat izin.


"Duduk." kata ustadzah Nurma.


Ririn pun langsung duduk dan menunduk.


"Saya minta penjelasan dari anti." kata ustadzah Nurma.


Ririn pun menjelaskan semuanya.


"Jadi intinya Kalian sama sama salah, Widya menyinggung Anti, dan Anti melanggar peraturan Saya, Anti sudah mengedepankan nafsu dan emosi amarah " kata Ustadzah.


"Iya Ana minta maaf ustadzah." kata Ririn menunduk.


"Baik lah kali ini Saya maaf kan dan jangan di ulang kembali." kata ustadzah Nurma.


"Beneran ustadzah?" kata Ririn.


"Mau saya takzir?" kata ustadzah Nurma.


"Ng nggak Ustadzah, makasih ustadzah, Ririn pamit, assalamu'alaikum." kata Ririn yang mencium tangan ustadzah.


"Wa'alaikumussalam." kata ustadzah Nurma.


Ririn pun langsung kembali ke asrama.


❤Ali bin Abi Thalib❤


Lidah orang yang berakal berada di belakang hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di belakang lidahnya.


......................


Di depan kamar khadijah.


"Loh kok Ririn.." kata Lasma.


"Iyaa biarin mungkin dia lagi di hukum sekarang." kata Widya percaya diri.


"Lihat tuh." kata Lasma.


"Whatt kok bisa, Ririn gak di hukum, gak mungkin gak mungkin." kata Widya.


"Semua nya bakal mungkin buat orang yang gak salah." kata Acha.


"Hih." kesal Widya yang langsung masuk kamar bersama teman teman nya.


Ketika ahlul haq (orang yang memiliki ilmu) diam atas suatu kebatilan, maka mereka (pelaku kebatilan) akan menyangka bahwa mereka berada dalam kebenaran.


❤Ali bin Abi Thalib❤


......................


"Ririn." teriak Mereka.


"Shohibah lillah." kata Ririn dan Mereka pun berpelukan.


"Gimana?" kata Mereka.

__ADS_1


Ririn cemberut.


"Kenapa Rin?" khawatir Mereka.


"Alhamdulillah, gak dikasih takziran dan dikasih maaf lah." kata Ririn langsung gembira.


"Serius? Alhamdulillah." kata Acha.


"Nyogok ya kamu Rin." kata Cilla polos.


"Dih apaan, mulai lagi deh Aku lagi gak mau jadi Tom and Jerry dulu sama kamu." kata Ririn.


"Yehh." kata Cilla.


"Emang iya kan kalian berdua kaya Tom and Jerry." kata Rasi.


"Yaudah Kita kekamar yuk istirahat." kata Acha.


"Yuk." kata mereka.


Mereka pun kekamar.


Ucapan itu seperti obat, dosis kecilnya bisa menyembuhkan tapi jika berlebihan bisa membunuh.


❤Ali bin Abi Thalib❤


......................


Malam harinya setelah shalat berjama'ah isya, santriat berhamburan mengambil kitab.


Sedangkan Acha dan teman teman masih di masjid atas.


"Malam selasa yaa?" kata Acha diangguki teman teman nya.


"Ngaji kitab dong." kata Acha.


"Iyaa Achaa, jadwal ustadz Rayis." kata Cilla.


"Ouhh..." kata Acha.


"Puput mau ke kamar ambil kitab nih, ada yang mau nganter gak." kata Putri.


"Ouhh iya sampe lupa, yaudah ayo sama Acha, Kalian udah cepet kebawah, jangan sampe guru nungguin Kita, harus nya Kita yang nungguin guru." kata Acha.


"Iyaa Ustadzah Acha." kata Cilla.


"Dihh apaan sih... eh Aamiin gitu." kata Acha.


......................


"Nah harus gituu lah." kata Cilla.


Mereka pun masuk ke majlis kecuali Acha dan Putri.


......................


Acha dan Putri berlari menuju Asrama.


Krek


Pintu kmar di buka.


"Astaghfirullah..." kata Acha dan Puput.


"Ini kenapa bisa berantakan." kata Acha.


"Wah nggak beres nih, Kita harus lapor." kata puput bergegas.


"Tar dulu put, takut jadi fitnah." kata Acha yang membuat langkah Putri berhenti.


Trek trek....


"Hah apaan tuh." kata Putri.


"Suaranya kaya di sana." kata Acha menunjuk pojokan yang terhalang lemarinya.


Acha dan Putri pun mengecek, dengan posisi putri di belakang Acha.


"Haaa..." kata Acha.


"Kenapa..." kata Putri.


Meoww meoww meow...


"Uhhh lucunyaaa." kata Acha menggendong anak kucing itu.


"Ihh Achaa gelii ah.." kata Putri yang memang takut kucing.


"Nih.. Nih.." kata acha menakut nakuti Putri.


"Ihh hiihh, Achaa...! Udah ah" rengek Putri manja.

__ADS_1


"Ayoo takut keduluan sama ustdaz Rayis, masa iyaa guru yang nunggu kita." kata Putri.


"Eh iyaa astaghfirullah lupa.." kata Acha yang langsung menurunkan anak kucing.


"Tunggu di sini yaa.." kata Acha mengelus kucing.


Acha pun langsung mengambil kitab.


"Kamu bawa tiga acha tiga." kata Acha.


"Terus ini berantakan gimana?" kata Putri.


"Udah urusan nanti ini mah." kata acha.


......................


Acha dan putri pun langsung berlari menuju majlis, langkah mereka pun terhentikan karena ustdaz rayis lewat, Acha hanya tertunduk.


Acha dan putri pun berjalan di belakang ustadz Rayis.


"Untung belum dimulai.." bisik Putri pada Acha.


"Iyaa..." kata acha.


......................


Setelah Ustadz Rayis masuk lewat pintu utama, Acha dan putri langsung lari lewat pintu samping.


"Huft." mereka yang mengatur nafas karena habis lari.


"Ini guyss..." kata Putri memberikan kitab sahabat sahabatnya.


"Maaciw, jadi nambah sayang deh." kata Cilla.


"*K*alaamun qodiimul laa yumallu samaa 'uhu.. Tanazzaha 'ang qouliw wafi'liw waniayyati..bihi asytafii ming kulli daa iwanuruhu.. Dalilul liqolbii 'ingda jahlii wahairotii.. Fayaa robbi matti'nii bisirri huruufihii.. Wanawwir bihii qolbui wasam'ii wamuqlatii..Qur'aanunaa mimmu'jizaatil mushthofaa muhammadaa... Ajal luuhaa naf'an alaa ummatihii musarmadaa..


Thuba liman yahfazhuhuu dunya wa ukhroa abadaa..wa kaifalaa idza yamutu jismuhu lan yafsudaa.." ustadz Rayis mengawali dan di ikuti Santriat.


"Al fatihah.."


Semuanya membaca kan surah Al fatihah kecuali yang sedang berhalangan Mereka hanya meresapi.


"Fashlun...utawi iki ku sawiji pasal, warribaa...lan utawi iku riba, fidzahabi..ingdalem emas, wal fiddhoh.. Lan perak, wal math'uumaat.. Lan kang den pangan......" pembacaan kitab oleh Ustadz Rayis Tentang jual beli.


......................


Dikeheningan malam santriat yang mencoret kitab gundul, sebagian dari mereka ada yang mengantuk dan tertidur, ada yang bersandar ke tembok atau bahu teman nya.


"Aduhh tunduh eyy.. Hoamm.." Ririn yang menyenderkan kepalanya di bahu Cilla, Cilla yang menunduk menahan kantuk.


"Li.." Acha menepuk nepuk bahu Liani yang sedang tertidur dengan kepala diatas meja kecil.


"Hah...kenapa Cha?" kaget Liani menengok sana sini, Acha hanya ter kekeh melihatnya.


"Udah mau selesai.." kata Rasi.


"Ouhhh..." kata Liani pun meneruskan mencoret kitabnya.


"Eh Putrii..Lii bangunin." kata Acha kepada Liani yang berada di samping Putri.


"Syuuuttt..." kata Liani terkekeh.


Liani pun mengusap usap bulu kerudung nya ke hidung putri.


"Ihhhh..." kata Putri yang matanya masih terpejam dan tangannya mengawaskan tangan Liani, sahabat sahabatnya terkekeh.


".... Fashlun.. Wallahu'alam bisshowab.." kata ustadz Rayis, dan putri pun langsung terbangun begitu pula sebagian santri yang tertidur, teman teman nya hanya terkekeh menahan tawa.


"Allohumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammad, sholatan turoghghibu watunasysyithuu, Wa tuhammisu biha jihaad ihyaa-i, Wa i’laa-i diinil islaam, wa idzhaari sya’aairihi ‘laa thariqati, Jam’iyyah nahdlatil ‘ulamaa’, Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallim, Allah Allah Allah Allah, Tsabbit wanshur ahla jam’iyyah, Jam’iyyah Nahdlatil Ulama, Li i’laa-i kalimatillah...." shalawat pun dibacakan sebagi penutup.


Ustadz Rayis pun keluar dan Santri menunggu Ustadz Rayis menjauh.


"Jam setengah sebelas hoamm.." kata Putri menguap.


......................


Setelah itu semua santri pun kembali keasrama untuk masuk ke alam mimpi.


Setibanya di kamar.


"Guyss udah shalat witir?" kata Acha.


"Udah dong." kata Mereka.


"Al mulk." kata Acha.


"Udah dong." kata Mereka.


"Oke deh sip udah bobo bobo jangan lupa amalan sebelum shalatnya, ayat kursi, al ikhlash, al falaq, annas, tiga kali tiga kali, terus al fatihah empat kali dan sholawat sebanyak banyaknya.." kata Acha.


Mereka pun berdzikir sampai akhirnya mereka sudah masuk ke alam mimpi dan sekarang hanya ada keheningan.

__ADS_1


__ADS_2