MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 97


__ADS_3

"Dengan wafatnya Khadijah maka meningkatlah musibah yang Rasul hadapi. Karena bagi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, Khadijah adalah teman yang tulus dalam memperjuangkan Islam.


Rasa sedih sungguh-sungguh telah mengalir di setiap aliran darah Rasulullah sholallohu 'alaihi wasalaam. Hati beliau benar-benar merasa kehilangan.


Begitulah istri yang baik, Ia akan selalu dicintai dan dikasihi sepenuh hati oleh suami. Peranan penting dan adil yang besar akan membuat suami merasa kehilangan.


Jika istri yang baik jatuh sakit, seolah-olah ada belahan jiwa sang suami yang terampas hilang. Jika terpisahkan oleh jarak dan waktu, karena tugas atau mencari nafkah, seakan-akan doa sang istri hangat menyertai.


Di dalam kerinduan dan kesedihan Rasulullah saw di atas pemergian Abu Thalib dan isterinya tercinta, Allah menggembirakan Rasulullah dengan membawanya naik ke langit di dalam peristiwa Isra' dan Mi'raj seterusnya memberikan ibadah teragung yaitu ibadah solat 5 waktu."


"Takbir." kata Shilla.


"Allohu akbar." ucap semuanya.


"ijin sedikit menjelaskan dalam isra mi'raj rasululloh sholallohu 'alaihi wasalaam dalam suatu riwayat, setelah Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasalaam melihat surga dan neraka dalam perjalanan Isra' Mi'raj, maka untuk kedua kalinya beliau diangkat menuju Sidratul Muntaha.


Di sana, malaikat Jibril mundur sehingga baginda Rasulullah sendirian untuk bertemu, 'bertatap muka' atau berjumpa dengan Sang Maha Pencipta, Allah subhana wata'alaa.


Di sebuah singgasana yang tidak bisa dijelaskan dengan kalimat apapun, tempat di mana tidak seorang atau makhluk pun bisa berdiri di sana, Rasulullah sholallohu 'alaihi wasalaam dan Tuhan Semesta Alam bertemu, Nabi pun seketika bersujud di hadapan-Nya, Dalam Hadits Riwayat Muslim, Allah memerintahkan Muhammad sholallohu 'alaihi wasalaam dan umatnya untuk melakukan shalat 50 waktu dalam sehari semalam.


Lantas Rasul turun ke langit keenam untuk bertemu Nabi Musa, di sana, Nabi Musa meminta agar Muhammad sholallohu 'alaihi wasalaam meminta keringanan, Baginda naik lagi bertemu Allah dan akhirnya dikurangi 5 menjadi 45. Baginda pun turun lagi bertemu dengan Nabi Musa 'alaihi salaam.


Begitu seterusnya hingga akhirnya sampai sholat 5 waktu.


Namun, Nabi Musa masih menyarankan agar dikurangi. Baginda Saw pun malu untuk bernegosiasi dengan Allah lagi.


Peristiwa itulah yang menjadi cikal bakal, sejarah, asal-usul munculnya aturan sholat dalam agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad wallohu alam." jelas Ririn.


"Allohu akbar, Allohu akbar." ucap semua.


"Terkadang saat ini kita sehari shalat 5 waktu saja masih malas malasan untuk mengerjakan, apalagi kalo yang sehari 50 waktu jadi, semoga kita terhindar dari rasa malas dalam beribadah aamiin." kata Ririn.


"Aamiin." ucap semua.


"Oke lanjut." kata Ririn.


"Benarlah sabda Rasulullah sholallohu 'alaihi wasalaam,


“Dunia hanyalah untaian perhiasan, Sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri yang shalihah” (HR. Muslim)


Wajar saja jika ibunda Aisyah merasa cemburu, Dan itu wajar. Seringkali Rasulullah mengingat dan menyebut nama Khadijah. Jika ada makanan yang pantas, Rasulullah selalu meminta agar teman-teman Khadijah diberi bagian.


Sampai-sampai ibunda Aisyah menyatakan, ”Seolah-olah tidak ada wanita lain di dunia ini selain Khadijah.” Seorang istri dengan sifat dan karakter terpuji tentu akan dikasihi sang suami. Apapun akan dilakukan oleh sang suami demi membahagiakannya, wallohu 'alam bishowab."


"Saya undur diri mahon maaf segala kekurangan dan kelebihannya wasalam, assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." kata ririn.


"Maa syaa Allah, jazakillah khoir Ririn, itulah kisah ibunda kita, istri shalihah akan dipuja dan disanjung oleh suaminya. Segala cara akan ditempuh oleh sang suami agar Ia bahagia, Istri shalihah tidak akan disakiti dan dikecewakan oleh sang suami." kata Shilla.


"Sering sering lah kita membaca siroh agar rasa cinta kita semakin besar kepada kekasih kita yakni nabi Muhammad almusthofa, oke silahkan kembali ke kelas masing masing, terimakasih sudah mendengarkan." kata Shilla.


Santriat yang menyaksikan langsung pergi ke kelasnya masing masing.


"Yaudah kita juga pamit ya kak." kata Acha, diikuti teman temannya mencium tangan Shilla.


"Iyaa kalian kerjain tugas dari ustadzah Nurma." kata Shilla, diangguki mereka.


"Assalamu'alaikum." kata Mereka menyatukan tangan nya.


"wa'alaikumussalam warohmatulloh." diangguki semuanya.


......................


Langkah demi langkah mereka pun menuju kelas terhenti karena tersadar dengan raut wajah ririn yang seperti memikirkan sesuatu.


Mereka hanya saling menatap satu sama lain dan berisyarat.


"Rin kamu nggak papa kan?" tanya Acha yang mendapat isyarat dari teman temannya.


"Hah? nggak kenapa napa kok." kata ririn.


"Cerita aja Rin." kata Acha di angguki teman teman nya.

__ADS_1


Mereka pun duduk ditangga.


"Ayo ceritakan lah keluh kesah Mu wahai Ririn." kata Cilla terkekeh.


"Kemarin kan ririn kerumah umi, terus Umi bilang keririn bahwa ririn katanya ada yang mau khitbah Ririn." kata Ririn.


"Hah khitbah?" kata mereka serentak.


Ririn hanya menutup kedua telinganya.


"Syutt, nanti ada yang denger gimana." kata Ririn.


"Owh iya iya." kata teman temannya mengangguk.


"Siapa yang khitbahnya." kata Putri.


"Wah jangan jangan ustadz faziel nih." selidik Cilla.


"Ngaco kamu mah Cill, ustadz Faziel kan udah di jodohin." kata Ririn.


"Owh iya lupa Cilla." kata Cilla menepuk kening.


"Terus siapa?" kata liani.


"Ririn juga nggak tau, kata Umi sih anaknya temen Ayah." kata Ririn.


"Owh gitu, alhamdulillah mungkin ini yang terbaik, dan mungkin beliau pengganti terbaik dari sesuatu yang sudah hilang." kata Rasi.


"Aamiin, semoga aja." kata Ririn.


"Eh yaudah ayo ke kelas ngerjain tugas ustadzah nurma." kata Rasi.


"Owh iya." kata mereka


Mereka pun langsung menuju kelas.


......................


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." ucap semuanya.


"Silahkan mengerjakan." kata Rohman yang menyambut mereka.


"Umm terimakasih banyak telah menyambut kami." kata Acha terkekeh.


"Oke ini tugasnya ya." kata Rohman memberikan lembaran tugas dan lembaran kertas polio bergaris.


"Hah? banyak amat!" kata Cilla.


"Udah kerjain aja." kata Rohman.


"Asalkan udah ngerjain langsung pulang yaa." kata Acha.


"Iya iya tapi pulang pondok ya jangan kerumah." kata Rohman.


"Eh tapi itu beneran pulang?." kata Rasi.


"Iyaa Rasi." kata Rohman.


"Emang pulang kerumah nggak boleh, Acha mau pulang kerumah aja lah." kata Acha.


"Boleh boleh tapi jangan bawa bawa atas ijin rohman." kata Rohman.


"Nggak bisa lah kan rohman ketua kelas." kata Acha.


"Terserah acha lah." kata Rohman.


"Itu kenapa kita pulang awal?" kata Acha.


"Entah, Rohman nggak tau, kayanya sih ada rapat." kata Rohman.


"Owhh gitu rapat apa?" kata Acha.

__ADS_1


"Nggak tau, jangan nanya sampe akar akar nya Cha, mending Kamu cepet kerjain, supaya cepet ke pondok nih." kata Rohman.


"Hehe iya iya." kata Acha menyusul teman teman nya yang sudah duduk.


Mereka pun mengerjakan tugas dari istadzah nurma.


kringg ... bel berbunyi.


"Udah cepet selesai kan Saya udah pengen balik pondok nih." kata Widya.


"Sabar! ini juga udah, padahal mah cepet ke pondok aja." kata Cilla.


"Kamu mau saya di hukum, gara gara gak solidaritas, hah." kata Widya.


"Eh udah udah, kalian semua boleh langsung ke pondok kok." kata Rohman.


"Beneran?" kata semuanya.


"Iya kan Mereka nya geh udah selesai." kata Rohman


Santriat pun berhamburan keluar kelas.


Mereka pun mengumpulkan lembaran kertas polio bergaris kepada rohman.


"Perlu di bantu gak Man?" kata Rasi.


"Nggak usah, Kamu balik pondok aja." kata Rohman.


"Ummm." kata teman teman nya.


"Yaudah Rohman duluan ya." kata Rohman.


"Iyaa makasih ya Man." kata Mereka.


......................


"Cie Rasii, ummm." kata Acha.


"Apaan sih." kata Acha.


"Jadi ini mah abis wisuda langsung di khitbah sama Rohman." kata Acha.


Rasi hanya membulatkan matanya dan diam mematung.


"Bener tuh, yaudah ayo ah." kata Liani.


Mereka pun meninggalkan kelas, Rasi yang masih mematung ditarik Acha.


......................


Langkah demi langkah Mereka pun menuju pondok.


Sesampainya dikamar mereka langsung membaringakan tubuhnya diatas kasur masing masing (kasur lipat nomor 3).


"Uhhh nikmatnya pulang awal." kata Acha.


"Iyaa bener banget." kata Mereka.


"Enaknya kita ngapain yaa?" kata Putri.


"Umm gimana kalo syairan." kata Ririn.


"Nah iyaa bagus tuh." kata Acha yang meranjak bangun dari rebahan nya.


"Kalian udah bisa?" kata Rasi, diangguki Ririn dan puput.


"Bisa yang mana?" kata Acha.


hapyy reading, maafkan author


jika banyak kesalahan

__ADS_1


__ADS_2