MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 49


__ADS_3

"Kamu mau tante Fathma nangis lagi!" kata Ku, dan Acha hanya menggeleng.


"Makanya minum." kata Ku.


"Iyaa Cha minum yaa." kata Liani diangguki Nay dan acha pun meminum obat.


"Hu uh, udah Saya minum Ya!" kata Acha sedikit kesal dan langsung pergi ke dapur.


......................


"Acha Acha." kata Ku yang hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan Acha seperti anak kecil.


"Dih ni anak maen pergi aja." kata Liani menyusul Acha.


"Haha lucu yaa kaya seumuran Nay." kata Nay tertawa lepas.


"Syutt nanti kak Acha nya denger, gimana kalo nangis, Nay nanti harus tanggung jawab loh." kata Ku.


"Hehee iya iya, tadi katanya Abang ada perlu, ada perlu apa?" kata Nay.


"Mau nagih hafalan Kamu." kata Ku.


"Aduhh hehe, iyaa sampe lupa Nay." kata Nay.


"Yaudah ta'udz." kata Ku.


"Eh surah apa Nay lupa." kata Nay.


"Kan kemarin Al fajr, berarti sekarang Al balad." kata Ku dan Nay mengangguk tersenyum.


"A'udzubillahi minasysyaithon nirrojiim, bissmillaah hirrohman nirrohiim, lauksimu bihadzal balad .............'alaihim narummu'shodah, shodaqallahul 'adziim." setoran Nay dengan fasih.


"Allahummarhamna, selalu semangat yaa." kata Ku.


"Kalo Abang udah ke pondok Nay setor hafalan nya ke Umi aja yaa." kata Ku dan diangguki Nay.


"Dan ini buat Nay." kata Ku memberi coklat.


"Wahh makasih bang Alki Ku sayang." kata Nay memeluk Ku.


"Jangan bilang makasih sama Abang, bilang makasihnya ke Allah, Abang cuma perantara dari Allah buat ngasih hadiah ini, kan Nay selalu do'a kalo hari milad Nay ada yang ngasih coklat, Allah maha mendengar, Allah maha pemberi, maka nya itu coklat buat Nay, sekarang hari milad Nay yang ke 10 tahun." kata Ku.


"Alhamdulillahi robbil'alamiin, makasih Yaa Allah." kata Nay.


"Jangan lupa Nay banyakin syukur dan do'a oke, kalo mau apa apa Minta sama Allah." kataku.


"Okee siip, yaudah Nay ke dapur yaa." kata Nay dan langsung berlari.

__ADS_1


Banyak cara untuk mengajari anak anak selalu bersyukur dan mengenal tuhan nya.


...****************...


Pov author


Saat didapur, Acha yang tengah duduk bersama Liani membantu memasukan kue ke piring, karena belum selesai.


"Kak Acha kecoa.." kata Naila menunjuk ke arah kaki.


"Mana?!...dimanaa...." kaget Acha ketakutan dan hapir menangis.


"Haha kak Acha kaya bocil aja, baru segitu udah nangis." ejek Naila.


"Nay.. Awas Kamu yaa." kata Acha yang akan mengejar Naila, dan Naila pun langsung lari.


......................


Brughhhh Acha yang tidak lihat lihat menabrak seseorang.


"Aduhh, Abii." keluh Acha kepada Abinya.


"Nak kamu gak papa? Makanya jangan lari lari." kata Abinya.


"Abi kok? Kan udah isya Bi acaranya." kata Acha.


"Masa iya gak ngedenger adzan kok?" kata Acha.


"Iyaa speakernya rusak, yang lagi belinya motornya mogok, terus pada belum sholat?" kata Iham.


"Nak Kamu kenapa?" Kata Qayis yang menyadari memar di kening Acha.


"Owh ini, nggak papa kok Bi, cuma kebentur tadi." kata Acha.


"Yaudah mending pada shalat dulu, sebelum tamu datang." kata Qayyis.


"Yuk Nay." kata Acha merangkul bahu Nay.


Mereka pun shalat, setelah selesai shalat, Acha melihat Silfa sedang mengobati Muza.


......................


"Kak Muza kenapa tangan nya." batin Acha.


"Umi.." panggil Iham kepada Silfa.


"Bentar ya Nak, Umi dipanggil Abi dulu, eh Nay, Acha sini." kata Silfa.

__ADS_1


"Iya Tante." kata Acha menghampirinya di ikuti oleh Naila.


"Bisa batuin tante obatin Alki dulu?" kata Silfa dan Acha hanya mengangguk.


Silfa pun pergi.


"Nay Kamu yang obatin yaa." kata Muza.


"Tapi Bang Nay nggak bisa." kata Naila.


"Yaudah biar Kakak yang ajarin." kata Acha.


Acha pun memberi tahu cara mengobati dan Nay mengikuti apa yang Acha katakan.


"Sakit yaa Kak?" kata Acha yang melihat kak Muza memejamkan matanya menahan sakit.


"Nggak! Yaa sakit lah." kata kak Muza.


"Hahaha." Acha tertawa.


"Kenapa ketawa!" kata kak Muza.


"Nggak, Aku seneng aja, liat kak Muza, biasa nya juga dingin, sekarang yaa gitu lah udah bisa jutek dan bercanda." ledek Acha.


"Udah kak Acha kasian kak Muza nya jangan di ledek mulu." rengek Naila memeluk Muza.


Naila pun selesai memerban tangan Muza dan membantu minum obat menggunakan tangannya karena tangan kanan Muza terluka.


"Iya iyaa, eh obatnya Nay." kata Acha.


"Owh iyaa, minum yaa Bang." kata Naila memasukan obat ke mulut Muza.


"Bismillah Bang." kata Naila memberi air minum.


"Iyaa bismillahirrohmanirrohim." kata Muza yang kemudian minum.


"Emang ini kenapa Kak, kok bisa kaya gini?" kata Acha.


"Nggak kenapa napa, lagi pula bukan urusan Kamu kan, Kamu cepet jaga aja kesehatan Kamu sendiri gak usah pikirin Saya." kata Muza dan langsung pergi.


......................


"Dih lagian siapa yang mikirin dirinya, orang cuma nanya kok." kata Acha setelah Muza pergi.


'Bumi Allah amatlah luas namun suatu saat apabila takdir sudah datang angkasa pun menjadi sempit.'


❤Imam Syafi'i❤

__ADS_1


__ADS_2