
"Boleh ustadz?" tanya Ku sambil tersenyum.
"Boleh dongg, eh iyaa Alki Kamu anterin Acha ke Shilla yaa, ente juga bantu Shilla yaa." kata ust Fatih ke Muza.
"Iya siap Bi." kata Muza sambil tersenyum.
"Silahkan nak Acha." kata ustadz Fatih pada ku.
Aku pun melihat kepada Abi dan Uma, dan Abi dan Uma pun mengangguk mengijinkan.
"Tafadholly." kata Muza.
Dan aku hanya membalasnyaa dengan mengangguk sambil tenyuman.
......................
Kami pun berjalan menuju ruangan pengurus, saat Aku masuk keruangan pengurus, begitu takjub nya aku melihat ruangan yg begitu indah dan banyak kaligrafi membuat hati damai.
Ada banyak pengurus diruangan, tapi kak Muza membawa ku ke ruangan yg paling ujung, bisa dikatakan itu ruangan ukhty Shilla dan deretan nyaa.
......................
Tok tok tok
"Assalamu'alaikum.. Shilla boleh Ana masuk?" kata Muza.
"Yafadholly Alki.. Masuk saja." kata Shilla yg sudah melihat di balik jendela dengan suaranya yg lembut.
__ADS_1
Kami pun masuk dan aku melihat ada 5 orang wanita yg cantik2 mungkin itu pengurus putri.
"Ukhty Shilla, ada santriwati baru, namanya Acha, dan ustadz Fatih menyuruh kita mengenalkan pondok." kata Muza.
"Owh na'am, adik nya bang Rafan ya?" kata kak Shilla dan Aku hanya mengangguk.
"Salam ukhuwah Acha semoga betah" kata Shilla.
"Aamiin, in syaa allah, lagi pula Acha butuh ilmu, apapun jika Kita butuh, Kita akan bertahan sampai terpenuhi kebutuhannya bukan?" kata Acha.
"Maa syaa Allah." kata kak shilla.
Aku hanya tersenyum
"Sungguh kak Shilla amat sempurana, hidung yg mancung, bibir yg tipis, mata yg sedikit sipit dan wajah yg bercahaya, pas waktu itu aku tidak terlalu menegaskan wajah nya, dan hari ini aku melihat secara langsung." batin Ku.
"Owh iyaa kami disini pengurus putri dan Shilla adalah ketua sekaligus putri dari Ustadz Fatih, dan Saya Saidah wakil ketua, panggil saja Idah." kata Saidah.
"Dan ini Rami sekretaris umum dan di sebelahnyaa Ara sekretaris 1, yg itu namanya Hilla sebagai ketuaa semua seksi." penjelasan kak Shilla dan saat dikenalkan mereka tersenyum dan menyatukan ke dua tangan nyaa, dan Aku pun membalasnya sama.
"Dan itu yg ada di samping Acha, namanyaa Ahmad Muzaffar Alkiyyas, ketua pengurus santriwan, panggil aja sesuka hatii, tapi para pengurus sering manggilnya dengan nama kesayangan yaitu Alki haha." canda kak Shilla.
Semua tertawaa..
Aku dan muza saling menatap.
"Astaghfirullah." kata Muza dan Muza langsung menundukan kepala.
__ADS_1
Kak Muza memang di kenal pria yg menundukan pandangan dan menjaga jarak pada wanita, dan Aku baru mengetahuinya.
......................
"Assalamu'alaikum." kata dua orang wanita yang baru datang dengan semangat.
"Nah ini dia situkang malak duit Kitaa." kata Shilla dan Kami pun tertawa.
"Yehh kan ini tuh udah amanah yaa wlee.." kata salah satu wanita yg baru datang.
"Iyaa in aja dehh buat Sidah mah." kata Kak Shilla bercandaa.
"Eh iyaa kenalin.." kata Kak Shilla yang terpotong oleh Sidah.
"Ihh apaan yee Kita udh kenal kalii gak ush kenalan lagi.. dua tahun lebih Kita di sini bersamaa kan." kata Siddah.
"Yehh apaan sihh, ada santriwati baru cayaangg." kata Kak Shilla sambil menyubit pipi Siddah gemes.
Shilla mengisyaratkan matanya menuju Aku.
"Astaghfirullah hehe, siapa namanyaa." katanyaa dengan nada sedikit malu.
"Udah biar Shilla yang kenalin. Nah jadi ini tuh santriwati baru namanya Acha, dan Acha ini Siddah bendahara umum dan ini Saddah bendahara 1, Mereka itu saudara kembar dengan bakat yang sama haha." kata Shilla dengan becandaa.
"Afwan Shilla boleh kita mulai pengenalan pondok?" kata Muza.
"Owhh iyaa astaghfirullah sampe lupa." kata Shilla sambil menepuk jidatnya sendiri.
__ADS_1
'Tempat ini adalah mimpi. Hanya orang yang tidur yang menganggapnya nyata. Lalu kematian datang seperti fajar, dan Anda bangun menertawakan apa yang Anda pikir adalah kesedihan Anda.'
❤Jalaluddin Rumi❤