
Pov Rizki
Setelah mengantarkan Acha sampai gerbang rumahnya, aku pun menuju rumah yang tepatnya di samping rumah Acha, saat membuka gerbang, aku tersadar bahwa ada dua wanita sebaya yang dari tadi memerhatikan aku dan Acha dibalik pagar pembatas rumah kami tepatnya dihalaman rumahku.
Aku langsung menghampiri mereka, "Eh assalamu'alaikum Umi, Tante." kataku sembari mencium punggung tangan mereka.
"Wa'alaikumussalam." kata Umi dan Umanya Acha.
Tante Fathma sedikit menyipitkan mata, "Baru pulang sekolah yaa, Acha juga udah kan?" kata Uma Acha menggodaku.
Aku menggaruk-garuk kepala walau tidak gatal, "I-iya Tante hehe." kataku.
Tante Fathma menyatukan kedua tangan, "Yaudah lah saya pulang dulu takut Acha nyariin, Assalamu'alaikum." pamit Uma Acha.
"Wa'alaikumussalam." kataku dan Umi.
Setelah Umanya Acha pergi aku dan Umi langsung masuk kedalam.
Ku simpan tas ku di atas sofa,"Mi tante Fathma ada apa tumben bisanya kalo mau ngobrol sama Umi sore aja hehe." tanyaku yang mengikuti Umi kearah meja makan.
Sebuah jeweran melayang ke telingaku, "Kamu tuh ya, kepo banget sama urusan orang tua." kata Umi menjewer ku.
"Aw Umi sakit-sakit, ampun." kataku sembari berusaha melepaskan jeweran Umi.
Umi yang tidak tega melihat putra tersayang nya kesakitan akhirnya melepaskan jewerannya, "Makanya jangan usil sama urusan orang." kata Umi.
"Iya-iya Umiku sayang." kataku.
__ADS_1
Umi menunjukan sebuah kotak makan, "Beliau ke sini tuh ngasih ini." kata Umi.
"Wah apa ini Mi?" kata Ku langsung membuka tutup wadah itu.
Aku menghirup harum aroma kolak, "Em harum nya, wah kolek." kataku.
"Um udah lama nih gak makan kolek hehe." kataku sambil mengelus ngelus perut.
"Bilang aja laper kamu, yaudah yuk Kita makan." kata Umi menuju meja makan.
Aku dan Umi pun makan kolak bersama, setelah selesai memakan kolak tidak lupa kami bersyukur, "Alhamdulillah." kata kami.
Umi yang langsung menuju sofa dan mengambil tasku, "Apa ini yah?" kata Umi menaik turunkan kedua alisnya.
Aku yang tak bisa berkutik hanya bisa mengelak dari omelan Umi, segera aku melangkah menghampiri Umi, "Ehehe tas Umi."
"Udah kamu cepet ganti baju sana, lain kali jangan taruh barang apapun sembarangan hemh." kata umi sedikit kesal.
Aku langsung mengambil tas, "Iya-iya Umi ku sayang, Iki ke kamar dulu." kataku lari kecil dengan langkah demi langkah menaiki tangga.
"Eh.. Nak? udah shalat dzuhur belum?" teriak Umi yang sedang membereskan meja makan.
Langkahku pun terhenti dan aku langsung berbalik, "Udah Umiku sayang, tadi di sekolahan." kataku tersenyum Umi pun tersenyum.
Dan Aku pun melanjutkan langkah demi langkahku.
Akhirnya sampai dikamarku yang indah dipenuhi alat olahraga dan musik, terutamanya alat untuk beribadah.
__ADS_1
Setelah ganti baju aku langsung menjatuhkan badanku ke kasur yang empuk, "Baru jam 1 siang, tidur ah." Aku pun tidur siang sebentar untuk memenuhi sunah Rasul yaitu qoilullah.
Beberapa jam kemudian, krek… pintu kamar terbuka, aku yang masih setengah sadar langsung tersadar memandangi atap langit kamar, "Ha.. Astaghfirullah." kaget ku
Saat Aku melihat ke arah pintu, "Ha Umii." teriak ku kaget.
"Ha kenapa? ada apa Nak?" kata Umi yang ikut kaget.
Reflexs aku menepuk kening, akupun segera beranjak terbangun dari kenyamanan kasur, "Yaa Allah Umi, Iki kaget karena Umi ngagetin banget berdiri dipintu, emang ada apa Umi?" kata ku.
"Owhh hehe kirain ada apa." kata Umi sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tertutupi kerudung.
"Umi kesini mau ngasih tau kalo nanti malem Uma nya Acha ngundang kita makan malem." jelas Umi.
"Owhh jadi pas tadi tea Uma nya Acha kesini mau ngasih tau itu.. emang gak ada Abinya Acha?" tanya Ku.
"Iyaa pas tadi Bu Fatma bilang sih kalo Pak Qayis lagi ada urusan penting di kantornya sehingga kemungkinan gak pulang kerumah." jelas Umi.
Aku mengambil hanfuo yang menggantung dikastok, "Owh oke deh Umi." kataku datar yang masih ngantuk.
Ku simpan handuk dibahuku, "Yaudah Umi Iki mau mandi dulu." kata ku melangkah masuk ke kamar mandi yang berada di kamarku.
"Yaudah Umi kebawah yaa." teriak Umi yang memastikan aku mendengarnya di dalam kamar mandi.
"Iyaa Umii." teriakku dikamar mandi.
Terdengar krek... pintu yang ditutup, dan kemungkinan Umi udah pergi.
__ADS_1