MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 63


__ADS_3

Mereka pun ke kamar masing masing, dikamar Mereka berbincang.


"Sudah malam tidur, jangan ngobrol aja!" perintah tim keamanan yang berkeliling diluar.


"Belum juga besok dan peraturan nya belum di terapkan kemanan udah nambah ganas." bisik Cilla dikamar.


"Ukhty yang belum tidur harap tidur." kata tim Keamanan.


"Tau aja, serem." kata Cilla.


"Syutt udah malem bobo bobo." kata Acha.


...****************...


Satu semester berlalu banyak perubahan yang terjadi pada Acha.


Mereka sekarang sedang Libur Kuliah selama 1 Bulan, tapi program pondok tetap berjalan, makanya ada santriat memilih di pondok dan tidak pulang, tapi ada sebagian yang pulang juga karena merindu keluarganya terutamanya anak kamar Annisa.


......................


Acha dan Liani sudah meminta obat dari ruang kesehatan.


Hiks hiks tangisan anak kecil terdengar.


"Siapa yang menangis." kata Acha.


Acha dan Liani pun mencari sumber suara itu.


......................


Terlihat dari kejauhan Ustadz Rayis sedang berbicara pada seorang anak perempuan yang masih delapan tahunan.


"Safa terluka, kok bisa?" kata Ustadz Rayis.


"Tadi Safa jatoh Ustadz." tangis nya.


"Eh udah udah, jangan nangis jelek tau, yaudah Kita obatin yuk, Kak Raysa nya kemana gitu?" kata Ustadz Rayis menggendong Safa.


"Kak Ay nya lagi beliin ice cream buat Safa." kata Safa.


"Safaa Kamu kenapa?" Ustadzah Raysa yang baru datang dan mengambil Safa dari Ustadz Rayis.


"Tadi Safa jatuh, dan kaki nya lecet." kata Ustadz Rayis.


"Yaa Allah Safa maafin Kakak yaa." kata ustadzah Raysa mengelus Safa.

__ADS_1


"Syukron Ustadz." kata Ustadzah Raysa.


"Afwan, mending sekarang obatin dulu." kata Ustadz Rayis.


Safa pun di bersihkan lukanya oleh Ustadzah Raysa, dan Ustadz Rayis menghibur Safa.


......................


Deg! Hati Acha memanas oleh kecemburuan, Acha pun langsung pergi meninggalkan Liani, dan Liani berusaha mengejar Acha.


'Setiap penglihatan tentang keindahan akan lenyap. Setiap perkataan yang manis akan memudar.'


❤Jalaluddin Rumi❤


......................


Acha yang sedang merenung di Taman belakang Asrama.


"Cha sudah lah, hilangkan kecemburuan di hati Kamu." kata Liani.


"Siapa Wanita tadi?" kata Acha.


"Namanya Safa, di cuma Anak kecil gak bakal rebut Ustadz Rayis." kata Liani terkekeh.


"Ouh itu Kakaknya Safa, namanya Raysa beliau Ustadzah di sini, setara dengan Ustadz Rayis sama sama seorang hafidz Qur'an." jelas Liani.


"Ustadz Rayis seorang Hafidz?" kata Acha diangguki oleh Liani.


"Yaa Allah Cha Udah 6 bulan di sini Kamu nggak tau kalo Ustadz Rayis seorang Hafidz Qur'an." Liani terkekeh.


"Tapi Acha nggak pernah melihat wanita itu." kata Acha.


"Iyaa kan beliau Ustadzah baru di sini, sekitar 1 bulan yang lalu, wajar aja nggak tau kan Kita Libur kuliah, dan besok sudah aktif lagi, pasti beliau memperkenalkan diri kalo ngajar di kelas Kita." kata Liani.


"Yaudah yuk udah sore loh, ke Asrama Yuk." kata Liani.


......................


Mereka pun langsung ke kamar.


"..Ustadz Rayis seorang hafidz qur'an, namanya Raysa Ustadzah baru disisni setara dengan ustadz Rayis sama sama seorang hafidz qur'an." kata kata itu terngiang di pikiran Acha.


"jodoh Itu cerminan diri." kata dari Muza terlintas di ingatan Acha.


"Pokoknya gimana caranya Bang Ustadz harus jadi milik acha." kata Acha.

__ADS_1


"Bang Ustadz? Siapa?" teman sekamar nya pada sibuk mempertanyakan.


"Hah? Bukan siapa siapa kok." kata Acha tersenyum.


"Masa iyaa." selidik Ririn.


"Iyaa.. Eh Puput dan Rasi, Acha denger kalian lagi ngapal qur'an?" kata Acha.


"Iyaa Alhamdulillah." kata Rasi dan puput.


"Acha pengen ngapal Qur'an juga dong." rengek Acha.


"Wahh maa syaa Allah, hayu Kita berjuang Bareng, Kamu masuk program Hafidz dulu supaya enak." kata Rasi.


"Gimama caranya?" kata Acha.


"Kamu tinggal bilang ke Ustadz Rayis, dan abis itu kamu bakal di beri do'a dan cara buat mempermudah hafalan, setelah itu kamu ngapal dan setor ke Ustadzah Raysa." kata Rasi.


"Kenapa Ustadzah Raysa kam daftar nya ke Ustadz Rayis?" kata Acha.


"Yaa itu daftar doang, Santri Putra yang nyetor hapalan ke Ustadz Rayis mah, kalo Santri Putri ke Ustadzah Raysa." kata Puput terkekeh.


"Yuk lin anterin, kamu juga ikut daftar." kata Acha.


"Iya iya, apa sih yang nggak buat Acha." kata Liani.


Acha dan Liani pun langsung meninggalkan kamar.


'Tuhan telah memasang tangga di hadapan kita, kita harus mendakinya, setahap demi setahap.'


❤Jalaluddin Rumi❤


......................


Acha pun langsung bergegas daftar ke Ustadz Rayis.


"Assalamu'alaikum Ustadz." kata Acha dan Liani menyatukan tangan nya.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kata Ustadz Rayis menyatukan tangan.


"Ada apa yaa?" kata Ustadz Rayis.


'Ada suara yang tidak menggunakan kata-kata. Dengarkanlah.'


❤Jalaluddin Rumi❤

__ADS_1


__ADS_2