MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 135


__ADS_3

Beberapa menit kemudian bel mulai test berbunyi.


Acha dan teman teman nya sudah ada di ruangan.


"Duh Cha tenang, kok jadi gerogi gini ya, tenang Cha tenang." batin Acha.


Acha hanya sibuk menetralkan detak jantungnya dan mengatur nafas.


"Assalamu'alaikum?" ucap Muza masuk ruangan.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab Mereka.


"Sudah siap?" kata Muza terduduk.


"In syaa Alloh ustadz." ucap Mereka.


"Oke kita mulai ya." kata Muza


"Na'am ustadz." kata Mereka.


"Jelas kan tentang qiro'at!" kata Muza.


"Ustadz..." kata Ririn mengangkat tangan.


"Tafadholly." kata Muza.


"Kata qira’at (قرأت) merupakan bentuk jamak dari kata "قرأة" yang berasal dari قرأةا - يقرا - قرا," jelas Ririn


"Lafaz tersebut adalah bentuk masdar yang artinya adalah bacaan (al-Qattan, 1973: 170). Lafaz qara’a (قرأ) juga memiliki arti mengumpulkan dan menghimpun, artinya mengumpulkan dan menghimpun huruf-huruf dan kata-kata satu dengan yang lainnya dalam suatu ucapan yang tersusun rapi." jelas Ririn.


"Toyib cukup, yang kedua jelaskan qiro'at secara terminologis!" kata Muza.


Acha hendak mengangkat tangan tapi ragu ragu.


"Yaa Alloh ayo lah Cha fokus, hati tolong bekerja sama lah." batin Acha.


"Ijin menjawab ustadz." kata Cilla mengangkat tangan.


"Tafadholly." kata Muza.


"Qiro'at secara terminologis, banyak redaksi yang dikemukakan oleh para ulama berkaitan dengan pengertian qira'at ini, pertama Menurut al-Zarqani (1995:99), qira'at adalah Suatu madzab yang dianut oleh seorang imam dari para imam qurra' yang berbeda dengan yang lainnya dalam pengucapan al-Qur'an dengan kesesuaian riwayat dan thuruq darinya, baik perbedaan dalam pengucapan huruf-huruf atau pengucapan bentuknya." jelas Cilla.


"Toyib cukup selanjutnya teruskan oleh Acha."


Acha hanya membulatkan matanya.


"Kenapa harus Acha dulu." batin Acha menelan ludah.


"Tafadholly Acha." kata Muza.


"Na'am ustadz." kata Acha.

__ADS_1


"Kedua sementara Muhammad Aly al-Shabuni (1985: 230) mengemukakan qira'at sebagai suatu madzab tertentu dalam cara pengucapan al-Qur'an, dianut oleh salah seorang imam qira'at yang berbeda dengan madzab lainnya, berdasarkan sanad-


sanadnya yang sampai kepada Nabi sholallohu 'alaihi wassalaam." jelas Acha.


"Ketiga senada juga disampaikan oleh imam Syihabuddin al-Qasthalani, Qira'at adalah suatu ilmu untuk mengetahui kesepakatan serta perbedaan para ahli qira'at tentang cara pengucapan lafaz-lafaz dari al-Qur'an, baik yang menyangkut aspek


kebahasaan, I’rab, hazf, isbat, fashl, washl, ibdal, yang diperoleh dengan cara periwayatan." jelas Putri yang di tunjuk Muza.


"Ke empat, Abd al-Fattah al-Qadi dalam al-Budur al-Zahirah, Ilmu yang berbicara tentang tata cara pengucapan kata-kata dalam al-Qur'an dan metode penyampaiannya, baik disepakati ataupun yang ikhtilaf dengan cara menyandarkan setiap qira'at atau bacaannya kepada salah seorang perawinya." jelas Liani.


"Tafadholly simpulkan Rasi." kata Muza.


"Na'am ustadz." kata Rasi.


"Dari beberapa ragam pengertian tafi, dapat ditarik sebuah pengertian bahwa qira'at al-Qur'an itu datangnya dari Nabi melalui al-sima’ dan al-naql, Adapun yang dimaksud dengan al-sima’ adalah qira'at al-Qur'an yang diperoleh melalui atau dengan


cara langsung mendengar bacaan dari Nabi sholallohu 'alaihi wassalaam, sementara yang dimaksud dengan al-naql yaitu, diperoleh melalui jalur periwayatan yang menyatakan bahwa qira'at al-Qur'an itu dibacakan dihadapan Nabi lalu beliau membenarkannya (al-Qadi, 1981:7)," jelas Rasi.


"Dari uraian di atas, maka dapatlah diambil beberapa kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan qira’at dalam pembahasan ini adalah pertama, cara pengucapan lafal-lafal al-Qur'an sebagaimana yang diucapkan Nabi sholallohu 'alaihi wassalaam atau sebagaimana yang diucapkan para sahabat dihadapan Nabi sholallohu 'alaihi wassalaam, lalu beliau mentaqrirkannya," jelas Rasi.


"Kedua, qira'at al-Qur'an diperoleh berdasarkan periwayatan dari Nabi sholallohu 'alaihi wassalaam baik secara fi'liyah maupun taqririyah," jelas Rasi.


"Ketiga, qira'at al-Qur'an adakalanya hanya memiliki satu qira'at, dan


adakalanya memiliki beberapa versi qira'at." jelas Rasi.


"Toyib cukup, kita lanjut." kata Muza.


"Ustadz.."kata Putri mengangkat tangan.


"Tafadholly." kata Muza.


"Abu Ruwaim Nafi' bin Abdur Rohman bin Abi Na'im Allaitsii." kata Putri.


"Ceritakan sedikit tentang imam Nafi'." kata Muza.


"Ustadz.." kata Ririn mengangkat tangan.


"Tafadholly." kata Muza.


"Beliau aslinya dari daerah Ashfahan.


Beliau sangat baik akhlaknya dan baik rupanya selalu berseri, setiap berbicara mengeluarkan harum kesturi setelah beliau ditalaqqi bacaan Al Qur'an di mulutnya oleh Uhwatun Hasanah Rosululloh sholallahu'alaihi wa sallam dalam mimpinya," jelas Ririn.


"Beliau adalah salah seorang imam Qiro'at di zamannya, Imam Nafi' bertalaqqi Qiro'at kepada 70 orang Tabii'in." jelas Ririn.


"Toyib cukup, tafadholly Acha lanjutkan, jangan melamun fokus ya Cha." kata Muza.


"Na'am ustadz." kata Acha.


"Tujuh puluh orang tabi'in itu beberapa diantaranya yaitu, Abu Ja'far Yazid bin Qo'qo', Abdurrohman bin Hurmuz dan Syu'abah bin Nashoh Al Qodhi," jelas Acha.

__ADS_1


"Beliau wafat di Madinah Al Munawwaroh tahun 169 Hijriyah, Banyak sekali orang yang belajar Qiro'at kepadanya diantaranya


Imam Malik bin Anas pendiri Mazhab Maliki gurunya Imam Syafi'i,


Allaitsi bin Sa'id, Abu Amr bin Alaa, Isa bin Wardan dan Sulaiman bin Jamaz," jelas Acha.


"Yang paling masyhur dan yang mempopulerkan Qiro'atnya adalah dua orang yaitu Qolun dan Warsy." jelas Acha.


"Toyib cukup, jelaskan sedikit yentang Imam Warsy, Liani." kata Muza.


"Na'am ustadz." kata Liani.


"Imam Warsy adalah salah seorang periwayat sekaligus yang mempopulerkan Qiro'at Nafi', beliau nama aslinya adalah Utsman bin Sa'id bin Abdulloh Al Misry, beliau dikunyahi atau dipanggil dengan panggilan Abi Sa'id," jelas Liani.


"Dan dilaqobi atau dijuluki dengan Warsy karena warna kulitnya sangatlah putih seperti susu," jelas Liani.


"Imam Warsy bacaan Al Qur'annya sangatlah bagus juga suaranya merdu sehingga beliau jadi penghulu para Qori di negara Mesir pada zamannya.


Imam Warsy wafat pada tahun 197 Hijriyah." jelas Liani.


"Adapun Thoriq yang di ambil oleh imam Abu Amr Ad Daani yang diikuti oleh imam Asy Syaatibi dalam kitabnya yaitu Hirzul Amaanii Wa Wajhut Tihaanii yang lebih populer dengan sebutan kitab Asy Syaatibiyyah mengambil Thoriq dari Imam Azroq," jelas Liani.


"Dan Thoriq Azroq ini semasyhur² nya troriq dan dipakai di negara Maghrib atau Marroko hingga saat ini," jelas liani.


"Toyib cukup, jelas kan sedikit tentang Imam Azroq, Cilla." kata Muza.


"Na'am ustadz." kata Cilla.


"Imam Azroq ini nama aslinya adalah Abu Ya'qub Yusuf bin Amr bin Yasar,


Imam Azroq bertalaqqi kepada imam Warsy sampai 20 kali khotam, Imam Azroq wafat pada tahun 240 Hijriyah." jelas Cilla.


"Toyib cukup, sekarang jelaskan sedikit tentang Imam Qolun, Ririn." kata Muza.


"Na'am ustadz." kata Ririn.


"Jika Imam Warsy adalah perawi yang dari luar Madinah, yakni dari Mesir, maka Imam Qalun adalah perawi dari dalam Madinah," jelas Ririn.


"Selain sebagai perawi, Imam Qalun sekaligus sebagai anak tiri dari Imam Nafi’, dari Imam Nafi’, ia mendapatkan pendidikan yang baik, bernafaskan qur’ani sehingga ia menjadi seorang qari’ yang mutqin dan baik bacaannya," jelas Ririn.


"Nama lengkapnya adalah Isa bin Mina bin Wardan bin Isa bin Abdussamad bin Umar bin Abdullah Al-Zuraqi, Ia lebih dikenal dengan panggilan Qalun, yang berarti baik atau bagus dalam bahasa Romawi," jelas Ririn.


"Panggilan Qalun ini merupakan apresiasi seorang guru, Imam Nafi’ kepada Imam Qalun atas prestasi dan keindahan bacaannya, Ia dilahirkan pada tahun 120 Hijriyah pada masa pemerintahan Hisyam bin Abdul Malik." jelas Ririn.


"Toyib cukup, silahkan rehat sejenak, gokus kan pikiran nya di sini, jangan banyak pikiran kemana mana, ustadz kasihwaktu lima belas menit untuk istirahat." kata Muza.


"Na'am syukron ustadz." kata Mereka.


"Cha? fokus ya Cha, mikirin siapa gitu." ledek Muza.


"Nggak ustadz." kata Acha nyengir kuda.

__ADS_1


__ADS_2