MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 103


__ADS_3

Jam pelajaran tholabul ilmi pun silih berganti, dan akhirnya waktu yang di tunggu tunggu berbunyi


Kring...


Bel berbunyi, semua santriat berhamburan menuju pondok, dan langsung ke kamar untuk rehat sejenak.


Di kamar annisa ...


"Sholat dulu yuk shohibah ku." kata Acha dengan handuk di bahunya dan sebuah baju ganti di bawanya.


"Owh iya kita belum sholat." kata Rasi yang merapih kan buku.


"Iya gerah nih sekalain pengen mandi." kata Putri.


"Ya iya lah harus mandi, nau nanti." ledek Acha


"Skuy ah, Cilla mu duluan takut ngantri nanti." kata Cilla langsung berlari.


"Eh tungguin Acha." teriak Acha langsung berlari menyusul Cilla.


"Kalo ngantri Liani abis Acha ya." teriak liani.


"Iyaa." teriak Acha.


"Huhft untung sepi." kata Cilla.


"Ya iya lah kan udah jam empat sore, kalo ngantri itu sebelum Ashar." kata Acha.


......................


"Alhamdulillah sepi." kata Mereka baru datang.


Ritual mandi selesai semua keluar dari kamar mandi yang di masuki masing masing.


Dengan sarung bahan warna hitam couple, corak belakang gambar kartun dengan tulisan 'teh santry' dan baju muslimah putih plus kerudung hitam lebar.


"Eh kok barengan selesainya,, wah jangan jangan mandi bebek ya." kata Acha.


"Dih enak aja 10 menit lumayan lah." kata Liani.


Mereka pun berwudhu di tempat wudhu.


'Asyhadu'alaa ilahaa ilalloh wahdahu laa syarikalah, wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rosululloh, Allohummmaj 'alni minattawabina, waj 'alni minal mutathohhirina, waj 'alni min ibadika sholihina, Aamiin.' do'a selesai wudhu mereka bacakan.


Cilla pun langsung berlari.


"Cill berhenti, tolong kemari, jangan lari lari." kata Acha yang menadakan dengan lagu anak.


Langkah Cilla langsung berhenti.


"Yaa Alloh acha tega." rengek Cilla.


"Haa iya iya , aseef jiddan, lagian kamu lari lari kenapa." kata Acha.


"Kita shalat jama'ah di kamar, Cilla nggak mau jadi imam, mau hamparin sejadahnya di belakang imam, pokoknya sama cilla mu di hamparin semua sajadah, siapapun yang sajadah nya di depan dia jadi imam." kata Cilla langsung berlari.


......................


"Ha iya, siapa yang mau jadi imam?" kata Acha.


"Rasi aja tuh." kata Putri.

__ADS_1


"Ih apaan, Liani aja tuh." kata Rasi.


"Ih kok Liani, Ririn aja tuh." kata Liani.


"Putri aja noh." kata Ririn.


"Lah kok? Acha aja lah." kata Putri.


"Lah kok Acha? Cil... ih Acha nunjuk siapa nggak ada lagi." rengek Acha.


"Udah udah kita liat aja nanti Sejadah yang paling depan punya siapa." kata Rasi.


Mereka pun langsung menuju kamar.


......................


"Aaa kenapa sejadah Acha yang di depan." kata Acha.


"Harus mau nerima Resiko." kata Cilla.


"Cilla sengaja ya?" kata Acha.


"Sembarangan ngomong, Orang sejadah itu yang paling atas, makanya Cilla hamparin paling depan." kata Cilla.


"Eh udah dong, jangan debat aja." kata Rasi.


Mereka pun langsung memakai mukena.


Acha langsung berdiri di sejadah paling kanan dan langsung iqomat.


"Heh apaan, kok acha iqomat, Acha maju." kata Cilla mendorong acha kedepan.


"Ih apaa sih kan Acha udah iqomat." kata Acha kembali ketempat.


"Tuh wlee." kata Acha.


"Huh curang." kata Cilla.


"Udah dong mau kapan sholat nya nih." kata Ririn.


"Acha iqomat lagi." kata Rasi


'Allohuakbar Allohuakbar, asyhadu alaa ilaha ilalloh, asyhadu annamuhammadar rosululloh, hayya 'ala sholah, hayya 'alal falah, qodqomati sholah, Allohuakbar Allohuakbar, lailaha ilalloh' Iqomah yang di lantunkan.


'Allohumma robbahadzihi da'watittamah, washolatil qoo imah, sholli wasallim 'alaa sayyidinaa muhammad, wa atihi su'lahu yaumal qiyaamah' ucap yang lain setelah mendengar iqomah


'Allohu akbar' Rasi takbirotul ihram,


Setelah Rasi menaruh tangan nya bersidekap, mereka menyusul takbiratul ihram.


'Assalamu'alaikum warohmatulloh, Assalamu'alaikum warohmatulloh.'


Sholat pun selesai, semuanya mencium tangan satu sama lain, kemudian dilanjut dzikir dzikir.


Mereka pun membereskan mukena kembali.


Mereka membaringkan tubuh mereka di lantai tanpa alas.


"Cha apa kabar sama si pengagum rahasia." kata Liani.


"Ihh Lili jangan bahas tentang itu lagi, acha udah lupa." kata Acha.

__ADS_1


"Lupa apa pura pura lupa." ledek Ririn.


"Ih udah udah mau bobo ah." kata Acha.


"Eh nggak boleh cha udah sore, ingat kata Jalaluddin Rumi


'Angin saat fajar memiliki rahasia untuk memberitahu Anda, jangan kembali tidur.' siapa tau ada berita hari ini." kata Rasi.


"Sekarang ini senja Ras." kata Liani.


"Sama aja lah." kata Rasi terkekeh.


"Iya in aja ustadzah Rasi mah, ini geh nggak, Acha mau rehat pikiran aja." kata Acha terkekeh.


"Dih lagi banyak pikiran nih." kata Cilla.


"Nggak juga sih." kataAcha.


"Shohibah, kan bawah dagu itu masuk ke aurat, tadi pas di kampus Ustadzah Raysa jelasin gak sih." kata Cilla.


"Nggak, tapi kan Ustadzah Raysa udah bilang kalo selanjutnya sempurna, lagian kan kita udah pada tau kalo make mukena itu kaya gini nih," kata Acha mengambil mukena kemudian memakai nya.


"Jadi bawah dagu kita terutup," kata Acha.


"Kalo mukenanya sedikit longgar gimana?" kata Cilla.


"Ya pake peniti lah." kata Acha.


"Kalo nggak ada peniti gimana?" tanya Cilla lagi.


"Pake ninja daleman kerudung itu, kan ada bagian ini tarik aja ke depan dagu kata acha memperaktikan dengan ninja yang di pakainya." kata Acha.


"Kalo nggak a..." kata Cilla.


"Aaa cilla nanya mulu." rengek Acha.


"Kan kata Jalaluddin Rumi geh ya, 'Soul, if you want to learn secrets, your heart must forget about shame and dignity. You are God's lover, yet you worry what people are saying, Bila kamu ingin mempelajari suatu rahasia, hatimu harus melupakan tentang rasa malu dan martabat. Kamu adalah orang yang dicintai Tuhan, namun kamu mengkhawatirkan apa yang orang katakan' ya gak?" kata Cilla terkekeh.


"Tapi kan Cilla udah tau tentang bawah dagu itu aurat." kata Acha sedikit kesal.


"Iya iya Cilla minta Maaf, udah jangan gampang kesal tar cepet tua loh." kata Cilla.


"Biarin, abisnya ngeselin." kata Acha.


"Ih ya di kasih tahunya bayangin geh usia Acha yang 21 tahun ini mukanya kaya nenek nenek." kata Cilla membayangkan.


"Udah udah jangan ngebayangin." kata Acha.


"Nanti ustadz Muza nya berpaling kalo liat muka Acha jadi tua seketika." kata Cilla.


"Ih Cilla jangan bawa bawa ustadz Muza." Rengek Acha.


"Siapa lagi yang bawa bawa Ustadz Muza, berat lah Cilla kalo bawa bawa Ustadz Muza mah." kata Cilla ter kekeh


"Maksud Acha tuh, dalam permasalahan ini kenapa nama Usatdz Muza di bawa bawa." kata Acha.


"Liat tuh Cilla nggak bawa bawa nama Ustadz Muza." kata Cilla yang menunjukan telapak tangan nya, dan saku yang ada di baju nya.


Semuanya tertawa lepas mendengar sekaligus menyaksikan perdebatan kedua sahabatnya.


'Meninggal kan seseorang karena perubahan fisik itu bukan lah sebuah cinta melainkan hanya sebuah ketertarikan, Jika Cinta tumbuh melalui mata ke mata maka akan pergi saat melihat perubahan fisik, Jika Cinta tumbuh melalui jiwa ke jiwa maka Cinta itu akan semakin tumbuh walau ada perubahan fisik dan jarak yang begitu jauh.'

__ADS_1


❤26.dey❤


__ADS_2