
Acha hanya tertawa melihat Iki.
"Disebelah taman komplek." ejek Acha.
"Parah Lu itu sih kuburan." kata Iki.
"Itu tau, yaudah sana ketempat asal Lu." ejek Acha.
"Sekata kata Lu emang Gw makhluk ghoib." kata Iki.
"Emang Lu makhluk ghoib kan." kata Acha.
"Yaa Alloh Cha." kata Iki.
"Hehe canda canda, maksud Gw rumah yang di samping." kata Acha menunjukan dengan lirikan mata.
"Owhh iyaa ada rumah tuh, yaudah Gw duluan." kata Iki yang melambaikan tangan dengan jalan mundur.
Iki terjatuh gegara menginjak batu, Acha pun tertawa dan langsung masuk.
......................
"Acha! Parah Lu bukan bantuin Gw malah pergi." teriak Iki.
...****************...
1 bulan berlalu
Dimana hari ini surat kelulusan Mereka di bagikan.
"Cha gimana?" tanya Liani yang bahagia.
"Gw.." katak Acha cemberut.
"Kenapa Cha?" kata Liani khawatir.
"Gw.. Gw juga lulus.." kata Acha menunjukan surat kelulusan.
__ADS_1
"Aaaaa." kata Acha dan Liani langsung berpelukan.
"Gw lulus dongg." teriak Iki yang tiba tiba datang seperti jelangkung, dan hendak memeluk Mereka.
Acha dan Liani langsung menghindar, dan Iki pun terjatuh, Acha dan Liani pun hanya tertawa.
"Parahh Luu untung Gw lagi bahagia, yaudah Gw peluk tembok aja dah." kata Iki dan memeluk tiang.
"Chaa?" teriakan seseorang yang suaranya tak asing.
(Yaa Dia adalah Rafan kakaknya Acha dengan rupa yang tampan berhidung mancung, alis tebal mata sedikit sipit, idaman semua ukhty tapi gak tau kenapa masih menjomblo hehe).
......................
"Bang Rafan." kata Acha refleks dan langsung berlari memeluk nya.
"Yaa Allah Abang rindu Kamu banget dek." kata Bang Rafan memeluk Acha dengan kasih sayang.
"Acha juga Bang, Abang gak pulang dari awal kuliah, sampe sampe lebaran ge gak pulang, emang ada apa sih di Kairo." rengek Acha manja.
"Yaa gimana coba dek, kan dari Kairo ke indonesia lumayan, ketambah Abangkan ada kegiatan apalagi di bulan bulan Ramadhan." kata Rafan dengan mencubit hidung mancung Acha.
"Lulus gak kamu dek?" kata Rafan.
"Lulus dong Bang, masa iya adek nya Bang Rafan gak lulus wk." kata Acha menggoda Rafan.
"Lu gimana Ki? Sama Liani juga." tanya Rafan.
"Lulus dong Bang." kata Liani dan Iki kompak.
"Abang pas kapan pulang nya, Uma sama Abi gak kesini?" tanya Acha.
"Barusan, Uma sama Abi lagi ada tamu makanya Abang yang ke sini." kata Rafan.
"Yaa Allah emang gak cape?" prihatin Acha.
"Nggak lah demi Adek kesayangan Abang wk." kata Rafan.
__ADS_1
"Yaudah Abang masuk dulu ketemu sama wali kelas Kamu dek." kata Rafan.
Acha hanya mengangguk.
......................
"Assalamu'alaikum pak Saya wali dari Acha, orang tua Saya nggak bisa datang karena ada pekerjaan, dan jika bapa berkenan bisa kah saya mewakilkan orang tua Rizki dan Liani juga?" kata Rafan sopan.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah, tentu saja, sungguh ini kebetulan atau bukan yang pasti tidak ada kebetulan di dunia ini, yang ada hanya lah taqdir, mereka bertiga lulisan terbaik dan Acha yang mendapatkan juara 1 umum." kata pak Rohman selaku wali kelas.
"Maa syaa Allah, makasih pak." kata Rafan yang mengambil ijazah mereka bertiga, dan pak rahman mengangguk tersenyum.
"Saya permisi pak." kata Rafan saling menjabat tangan.
......................
Rafan pun keluar.
"Gimana Bang, udah beres?" kata Acha.
"Iyaa udah, boleh katanya di wali in." kata Rafan.
"Owh iya Lin, tadi pas di reseptionis ada orang namanya Muzaffar kayanya Liani yang dia cari Kamu deh, soal nya setau Abang yang namanya Liani disini Kamu doang." kata Rafan sedikit terkekeh.
"Astaghfirullah Liani lupa, Bang Muza! Bang Muza pasti nyariin, Bang Muza kan baru pertama kali ke sekolah Liani." kata Liani sambil menepuk jidatnya.
"Yaudah Kita sana, mau pada pulang kan?" tanya Bang Rafan.
"yaa kan bang Umi Iki blm kesini." kata Iki melas.
"Wkwk tenang aja sama Abang semuanya di wakilin ortunya, Umi kamu tadi ada keperluan mendadak." kata Bang Rafan.
"Yang Liani juga?" kata Liani.
"Iyaa Lin sekalian kan, soal Muza udah abang atur." kata Bang Rafan.
"Kok bisa Bang? emang Abang kenal sama Bang Muza?" kata Liani keheranan.
__ADS_1
"Yaa kenal lah, kan Muza pernah lomba ke Kairo." kata Rafan.
"Owalah gitu, terus Bang Muza nya kemana?" kata Liani.