MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 124


__ADS_3

Liani pun membacakan surat itu.


"Sejak pertama kali saya melihat anda hati ini sudah merasakan cinta, saya akan menunggu anda dan memiliki anda, tiada yang boleh memiliki anda, anda hanya akan menjadi milik saya dan jika tidak, hidup anda tidak akan tenang, salam hangat dari si penggemar rahasia."


Liani yang membacakan isi surat sontak kaget.


"Ini sih ada sedikit ancaman." kata Ririn.


"Ih Acha takut, ustadz Muza becandanya jangan terlalu serius gitu." kata Acha.


"Udah jangan takut lagi pula nggak di tujuin ini surat buat siapa." kata Rasi


"Iya lagi pula maasa Ustadz Muza bikin surat ini, untuk siapa coba?" kata Putri.


"Nggak nggak deh ini bukan tulisan bang Muza." kata Liani.


"Coba Cilla liat." kata Cilla mengambil lembar kertas itu.


"Iya ja, ini mah bukan tulisan ustzad Muza, Cilla tau persis kaya gimana tulisan ustadz Muza." kata Cilla.


"Iya lagian kan pas tadi ustadz Muza bilang beliau melempar lembar kertas bekas coretan menghitung." kata Rasi.


"Iya terus gimana nih takut Acha." kata Acha.


"Udah udah istighfar, tenangin diri." kata Rasi.


"Iyaa yuk katanya mau sholawatan." kata Ririn.


"Udah tenang Cha?" kata Liani.


"Sedikit." kata Acha mengangguk tersenyum.


"Pake daarbuka aja, kalian yang sholawatan nyaa, Cilla yang main daarbukanya." kata Cilla.


"Siap..." kata Mereka.


"Mau sholawatan apa?" kata Cilla.


"Yang ilaahaanaa tea." kata Putri.


"Hmm..." mereka kebingungan


"Owh yasir lana, sholihah." kata Acha


"Owh yang itu oke siap." kata Cilla.


Cilla pun memainkan daarbuka dan teman teman nya bersholawat.


๐ŸŽตIlahanaa.. Ya Ilahanaa..


Yasir Lanaa Umuronaa..


Ilahanaa.. Yaa ilahanaa..


Mindinina wadun yanaa..


Ya Fattahu.. Ya Fattahu..


Ya Fattahu.. Ya 'Alimu..


Iftah Qulubanaa..


Iftah Qulubanaa..


'Ala Tilawatil Quran..


Waftah Qulubanaa..


Waftah Qulubanaa..


'Ala Ta'alumil 'Ulum..


Ya Robbana.. Yaa Robbana


Ya Fattahu.. Ya 'Alimu..


Allah Ya Robb..


Allah Ya Robbi..


Mudahkanlah Urusan Kami..


Agama Kami..


Dunia Kami..


Wahai Allah Yang Mengetahui..


Buka Hati Kami..


Buka Hati Kami..


Untuk Membaca Alquran..


Bacalah Alquran..


Bacalah Alquran..


Alquran Sumber Kehidupan..


Iftah Qulubanaa..


Iftah Qulubanaa..


'Ala Tilawatil Quran..


Waftah Qulubanaa..


Waftah Qulubanaa..

__ADS_1


'Ala Ta'alumil 'Ulum..


Ya Robbana.. Yaa Robbana


Ya Fattahu.. Ya 'Alimu..


Ya Robbana.. Ya Robbana


Ya Fattahu.. Ya 'Alimu..๐ŸŽต


"Shollu 'alanabi." ucap Acha.


"Shollu 'alaih." ucap Semua.


Santri putra memakai tawb putih menuju masjid utama untuk melaksanakan sholat jum'at.


"Maa syaa Alloh calon idaman." kata Cilla yang berdiri di jendela.


"Iya damai yah liat yang kaya gitu." kata Putri.


"Dan itung itung cuci mata." kata Acha terkekeh.


"Haha bener Cha." kata Liani terkekeh.


"Tapi sayang nya nya beliau nggak ada di barisan itu." kata Acha menaik turun kan alis.


"Umm Acha mah." kata Liani memanyunkan bibir.


"Ciee Liani, siapa tuh yang nggak ada di barisan." selidik Cilla.


"Riz..." kata Acha terpotong karena dibungkam oleh telapak tangan Liani.


"Yah nggak seru ah, rahasia rahasiaan." rengek Cilla.


Tak lama kemudian adzan dzuhur terdengar.


"Alhamdulillah." ucap mereka.


"Yaudah yuk sholat dzuhur ke masjid pondok." kata Liani.


Mereka pun bergegas menuju masjid.


"Eh kunci aja." kata Rasi.


Acha bergegas mengunci ruangan dan menaruh kunci di vas bunga yang menggantung.


......................


Langit yang terang pun berganti menjadi gelap, setelah melaksanakan sholat isya berjama'ah santriat menunggu kehadiran sang guru.


"Assalamu'alaikum?" ucap Rafan memasuki majlis.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.


Santriat keheranan karena kedatangan Rafan, tapi tidak meninjolkan nya, dan Rafan tetap memahaminya.


"Di sini ustadz menggantikan ustadz Rayis." jelas Rafan.


"Aamiin, alhamdulillah." ucap santriat.


"Alfatihah..." kata Rafan.


Suroh Alfatihah pun di lantunkan.


"Kemarin sampe surah mana?" kata Rafan.


"Itu ustadz sudah di tulis tinggal di jelaskan." kata Rohman menunjuk papan board dengan ibu jari.


"Oke oke." kata Rafan.


"Bismillahirohmaanirrohiim," Rafan yang melantunkan suroh attin ayat emoat sampau enam.


"Laqod, qod hukum nya apa gilang?" kata Rafan.


"Qolqolah ustadz." kata Gilang.


"Apa itu qolqolah?" kata Rafan.


"Memantulkan suara ustadz." kata Gilang.


"Itu masuk ke qolqolah apa?" kata Rafan.


"Qolqolah sughro ustadz." kata Gilang.


"Qolqolah kebagi berapa Acha?" kata Rafan.


"Dua ustadz." kata Acha.


"Sebutkan coba." kata Rafan.


"Qolqolah sughro sama qolqolah kubro." kata Acha.


"Apa itu qolqolah sughro Liani?" kata Rafan.


"Mati karena sukun ashli atau mati di tengah kalimat." kata Liani.


"Dan qolqolah kubro." kata Rafan.


"Mati di akhir kalimat ustadz dan sukun nya tidak ashli, karena sengaja di matikan atau di waqofkan." kata Liani.


"Lanjut 'ingsa' apa hukum nya Cilla?" kata Rafan.


"Ikhfa haqiqi ustadz." kata Cilla.


"Ikhfa kebagi berapa hukum?" kata Rafan.


"Tiga ustadz." kata Cilla.


"Sebutkan." kata Rafan.

__ADS_1


"Ikhfa aqrob ada tiga huruf yaitu ta da sama tho, ikhfa aushoth ada sepuluh huruf sa sya ja tsa dza shi za fa dho dan zho, terus ikhfa 'ab'ad ada dua huruf yaitu qof dan kaf, jadi hukum yang tadi masuk ke ikhfa aushoth." jelas Cilla.


"Fii ahsani hukum nya apa Rohman?" kata Rafan.


"Yang mana nya ustadz?" kata Rohman.


"Owh iya yang fii nya." kata Rafan.


"Mad jaiz munfashil ustadz." kata Rohman.


"Ta'rifnya coba." kata Rafan.


"Dimana mana sesudah mad thobi'i bertemu hamzah yang pisah kalimah, cara bacanya boleh satu alif sampau dua setengah alif, jelasnya dua harokat sampai lima harokat, dan tidak boleh lebih kecuali menurut kaidah imam tertentu." jelas Rohman.


"Coba Nadhom an nya Rasi." kata Rafan.


"Wajaa izu madun waqodhrun ingfushil, kullum bikilmatin wahadzal mungfashil." kata Rasi.


Rafan menulis di papan board


ูˆูŽุฌูŽุงุฆูุฒูŒ ู…ูŽุฏู‘ูŒ ูˆูŽู‚ูŽุตู’ู€ุฑูŒ ุฅูู†ู’ ููุตูู„ู’ # ูƒูู„ู‘ูŒ ุจููƒูู„ู’ู…ูŽุฉู ูˆูŽู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ู…ูู†ู’ููŽุตูู„ู’


"Mad Jaiz itu boleh dipanjangkan (seperti mad wajib muttashil) boleh pula dibaca pendek (seperti mad thabiโ€™iy) yaitu jika (mad dan hamzah) masing-masing dalam kalimat terpisah dan ini disebut mad jaiz munfashil." kata Rafan.


"Itu arti dari bet atau kaidah yang tadi yah." kata Rafan.


"Ahsani, apa hukum nya Rin, si Ririn diem diem bae nggak ada Faziel merenung." ledek Rafan.


"Apaan sih ustadz." kata Ririn.


"Jangan merenung saja tar langit ikut mendung ea, eh swbatah iklan yaa, hukum nya apa Rin." kata Rafan terkekeh.


"Hams ustadz." kata Ririn.


"Apa itu hams Rin?" kata Rafan.


"Membuang angin sedikit, dari mulut." kata Ririn.


"Ada berapa huruf hams Rin." kata Rafan.


"Sepuluh ustadz." kata Ririn.


"Coba sebutkan Put." kata Rafan.


"Sho, kho, kaf, sya, sa, fa, tsa, ha, ta, ha." kata Putri.


"Udah bisa pastinya membedakan ha gede (ฺพ) sama ha kecil (ุญ)." kata Rafan.


"Sudah ustadz." ucap santriat.


"Lanjut ke hukum berikut nya, tsumma, hukum nya apa widya?" kata Rafan.


"Gunnah musyadadah ustadz." kata Widya.


"Coba nadhomkan." kata Rafan.


"Innal ghunnata laa tazuudu walaa tangqushu 'amiqdari harkataini kamaa lith thobi'i." kata Widya.


"Gimana cara bacanya." kata Rafan.


"Dengung nya di banget kan ustadz." kata Widya.


"Ajrun ghoiro hukum nya apa Lasma?" kata Rafan.


"Izhar halqi." kata Lasma.


"Hukum izhar ke bagi berapa Lasma?" kata Rafan.


"Dua ustadz." kata Lasma.


"Apa aja coba." kata Rafan.


"Izhar menurut lughot sama izhar menurut istilah." kata Lasma.


"Kalo izhar menurut lughot?" kata Rafan.


"Izhar menurut lughot itu al bayan yang artinya kadang kadang jelas." kata Lasma.


"Kalo menurut istilah apa Farhan?" kata Rafan.


"Ikhrooju kuli harfin mimmakhroojihi, artinya mengeluarkan macam macam huruf di makhrojnya atau tempat keluarnya" kata Farhan.


"Ta'rifnya coba." kata Rafan.


"Dimana mana nun mati atau tanwin bertemu salah satu huruf izhar yang enam maka dibaca nya harus jelas." kata Farhan.


"Coba kaidah izhar Rahma, nadhomkan." kata Rafan.


"Wal awwalul izhaaru qobla ahrufi, lilkalqi sittin ruttibat fal ta'rif." kata Rahma.


Rafan menulis di papan board


ูˆุงู„ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ุงู„ู’ุฅูุธู’ู‡ูŽุงุฑู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽุญู’ุฑููู # ู„ูู„ู’ุญูŽู„ู’ู‚ู ุณูุชูู‘ ุฑูุชูู‘ุจูŽุชู’ ููŽู„ู’ุชูŽุนู’ุฑููู


"Artinya nih, Pertama, Idzhar jika ada nun sukun atau tanwin sebelum enam huruf halqy atau huruf tenggorokan yang tersusun maka ketahuilah." kaya Rafan.


"Nah ini terusan dari bet yang ini." kata Rafan menunjuk papan board.


Rafan menulis di papan board.


ู‡ูŽู…ู’ุฒูŒ ููŽู‡ูŽุงุกูŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽูŠู’ู†ูŒ ุญูŽุงุกู # ู…ูู‡ู’ู…ูŽู„ูŽุชูŽุงู†ู ุซูู…ู‘ูŽ ุบูŽูŠู’ู†ูŒ ุฎูŽุงุกู


"Hamzun fahaa u tsumma 'ainu haa u, muhmalataani tsumma ghoinu kho u," kata Rafan menadhomkan.


"Artinya dari net agau kaidah ini yaitu, Hamzah (๏บƒ) , Ha besar (๏ปซู€), โ€˜Ain (๏ป‰), Ha kecil (๏บก), kemudian Gha (๏ป), dan Kha (๏บฅ)." jelas Rafan.


"Shodaqollohul 'azhimm, wallohu 'alama." kata Rafan.


"Sudah jam setengan sebelas, sudah larut malam, silahkan langaung ke asrama aja." kata Rafan.

__ADS_1


Rafan langsung meninggalkan majlis, setelah Rafan masuk gerbang ke rumah kiayi Fatih santriat segera berhamburan pergi ke pulau kapuk untuk membangun mimpi.


__ADS_2