
Terdengar salam
"Assalamu'alaikum." kata orang itu sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikumussalam masuk aja" kata Mereka.
"Eh Alki.. Ada apaa, dari tadi ya? maaf yaa gak denger." kata Shilla.
"Iyaa gak papa Shill, Ana di suruh ngambil kitab sama Umi, maaf ya ganggu." kata Muza.
"Owh iyaa, tar Shilla ambil dulu." kata Shilla yang menujuu ke arah rak kitab kitab.
"Ini Ki." kata Shilla sambil memberikan kitab dengan kedua tangan nyaa.
"Okee syukron Shill." kata Muza yang kemudian pergi.
......................
"Itu kan kitabnya ustadzah Aisy." kata Cilla polos, dan Mereka pun mengangukan kepala sebagai pertanda setuju dengan perkataan Cilla.
"Memang bener itu kitab nya Umi." kata shilla.
"Kak muza panggil ustadzah Aisy Umi." kata Cilla
"Apa jangan jangan... Kak Muza mau di jodohin sama kak Shilla, terus gimana dengan cinta Cilla masa bertepuk sebelah tangan." batin Cilla yang tak mendengarkan penjelasan Shilla.
"Jadi gini santri disini tuh manggil ke Ustadz Fatih sama Ustadzah Aisyah, sama seperti Kak Shilla manggil yaitu Umi dan Abi." jelas Kak Shilla.
"Owhh." Kata Kami mengisyaratkan bahwa kami sudah mengerti.
......................
"Tidaakkkk..." teriak Cilla yang membuat Mereka ke heranan.
"Tidak? Apanya yang tidak Cill?" kata Acha.
"Hah.. Nggak.. Bukan apa apa hehe." kata Cilla malu, dan yang lain terkekeh melihatnya.
Kemudian masuk lah santri santri lainnya karena adzan sedang di lantunkan.
Allohuakbar Allohuakbar Allohuakbar Allahuakbar ...
Terdengar suara adzan yang begitu merdu dan membuat semua perasaan Acha tehanyut.
"Alhamdulillah adzan isyaa." kata Mereka.
Adzan pun selesai dan kami masing masing membaca do'a setelah adzan.
__ADS_1
"Tadi siapa yang adzan, merdunyaa." ucap Rasi.
"Liat aja. Siapa yang ada dibawah." kata Puput.
Mereka pun mengintip dari atas.
"Uchh calon imam Cilla." kata Cilla.
"Apaan sih calon iman Puput lah." kata Putri.
"Eh udah udah apaan sih Kalian." kata Ririn.
"Ternyata kak Muza." gumam Acha yang memandangi dari atas.
*P*andangan Acha teralihkan pada Ustadz Rayis yang baru saja memasuki masjid, Acha pun tersenyum sendiri.
"Ukhty ukhty sedang apa?" kata Muza yang menyadari ada Santriwati yang sedang memantau.
"Astaghfirullah kak Muza melihat ke arah Kita." kata Mereka.
Acha yang terfokus pada Ustadz Rayis tidak menyadari bahwa Muza memanggilnya.
"Ukhty.. ukhty.... Teh?" kata Muza sambil melambai lambaikan tangan nyaa.
"Chaa liat kebawah." kata Liani.
Muza dan Ustadz Rayis sedang melihat ke arahnya.
"Astaghfirullah." kata Acha.
Acha langsung duduk ketempat semula.
"Kenapa gak ngasih tau." kata Acha kaget dan pipi Acha memerah.
"Dari tadi juga udah di kasih tau kalii." kata Liani.
Terdengar iqomah pertanda shalat berjama'ah akan segera dimulai, kali ini Ustadz Fatih yang mengimami.
......................
Setelah shalat selesai Mereka semua berdzikir dan membaca surat Al mulk.
"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh." kata Lisa selaku ketua humas.
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh." kata Mereka semuaa.
"Lisa disini ingin memberitahukan bahwa jadwal kegiatan malam ini muhadoroh, tapi Abi tadi ngasih tau kalo program kerja malam ini ganti dengan ta'aruf sekaligus dikukuhkannya santriwan dan santriwati baru." kata Lisa.
__ADS_1
"Yeee" mereka semua bersorak menadakan senang.
"Silahkan boleh kekamar masing masing, persiapan diri dulu, jam 8 malam kumpul ke masjid bawah yaa, nanti juga bakal ada pemberitahuan lagi lewat speaker masjid." kata Lisa.
......................
Semua santri pun kembali kekamar.
"Ngedadak banget! Aku jadi degdegan." kata Cilla.
"Nggak dadakan kok udah direncanain." kata Shilla tersenyum.
"Kenapa kak Shilla gak ngasih tau Kita" kata Mereka barengan.
*L*angkah Mereka pun terhenti.
"Syuutt..jangan berisik kita lagi di depan ruangan bang Rayis." kata Shilla yang meletakan telunjuknyaa di mulutnya.
"Haa." kata Mereka kaget.
Mereka hanya mengangguk.
......................
Mereka pun melanjutkan jalan menuju kamar.
"Terus terus kalo gak ngedadak itu namanya apa?" kata Acha dengan suara pelan.
"Jadi ini tuh, nguji mental keberanian kalian buat speak di depan orang banyak." kata Shilla.
"Owhh gituu." kata Mereka.
......................
"Shill." teriak Saidah yang menghampiri dengan berlari.
"Pengurus hufthh.. Pengurus langsung kumpul di ruangan Ustadz Rayis." kata Saidah yang ngos ngosan.
"Oke oke calm down, tarik nafas dulu terus keluarin." kata Shilla.
Saidah pun mengikuti apa yang Shilla perintah yaitu menarik dan membuang nafas.
"Huhft udah tenang yuk Shil." ajak Saidah dengan polos.
"Dengan seperti ini?" kata Shilla yang mengerutkan alisnya karena Shilla masih menggunakan mukena.
"Owh iyaa ayo cepet buruan ganti, kalian juga kan harus siap siap." kata Saidah sambil menggiring Kami.
__ADS_1