MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 117


__ADS_3

"Tau tentang apa ya..." kata Rafan.


"Ihh ustadz yang serius geh." kata Shilla.


"Kapan sih saya nggak serius, kalo nggak serius saya nggak bakal setuju kalo kita nikah nanti malam." kata Rafan.


Shilla menunduk malu dan terlukis senyuman di bibirnya.


"Ihh nggak seru deh masa Almira nggak di ajak ngobrol." kata Almira yang digendong Rafan Shilla.


"Wah Almira marah nih." kata Rafan mencubit hidung Almira.


"Aw sakit..." rengek Almira.


"Maafin om." kata Rafan.


"Nggak mau." kata Almira.


"Yaudah kamu mau ikut kebutik gak?" kata Rafan.


"Asik mau dong." kata Almira.


"Asalakan maafin om." kata Rafan.


"Iya iya deh." kata Almira


Shilla dan Rafan tertawa renyah.


Di kelas


"Alhamdulillah deh kalo ustadz Rafan nggak masuk." celetuk Cilla.


"Assalamu'alaikum?" ucap Rafan memasuki kelas di ikuti Shilla.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.


"Eh ada apa ini, kok kak Shilla ke kelas tumben." bisik Cilla.


"Syutt..." kata Acha.


"Ustadz itu anak nya siapa?" kata Cilla.


"Anak nya Ustadz dong." kata Rafan terkekeh.


"Yah ustadz berarti Cilla jadi madu dong." kata Cilla.


"Huu, apaan sih." ledek santriat.


"Suka suka wle." kata Cilla.


Rafan hanya tertawa renyah.


"Hai kak Acha..." kata Almira.


"Iya..." kata Acha tersenyum.


"Siapa Cha?" kata Cilla.


"Entah... Tapi kaya kenal, mirip siapa yaa..." kata Acha.


"Almira rindu banget sama kak Acha..." kata Almira yang menghampiri dan memeluk Acha.


"Almira? Kamu udah gede lagi aja, terakhir ketemu kamu masih usia dua tahunan." kata Acha.


Acha mendudukan Almira di pangkuan nya.


"Iya dong kan di kasih makan." kata Almira


Semua nya tertawa renyah mendengar itu.


Shilla merilik ke arah Rafan, Rafan memberi isyarat dan diangguki Shilla.


"Almira mending kita main ke taman kampus yuk, om Rafan nya mau mengajar." ajak Shilla.


"Mau sama kakak Acha juga." rengek Almira.


"Eh kakak kan lagi nyari ilmu, masa main ketaman, kamu aja yah, banyak bunga loh." bujuk Acha.


"Yaudah iya..." kata Almira.

__ADS_1


Almira langsung berlari menghampiri Shilla dan menggenggam tangan Shilla.


Punggung Shilla dan Almira pun sudah menjauh dan tidak terlihat.


"Oke baik, sebelum nya Ustadz mau minta maaf atas keterlambatan datang ke kelas," kata Rafan.


"Nggak papa kok ustadz." kata Cilla.


"Malah lebih baik kalo nggak masuk ya," ledek Rafan.


"Iyaa..." kata Cilla.


"Mau nya ini, itu mah." kata Rafan.


"Oke langsung aja, karena Ustadz masih banyak kesibukan, jadi hari ini kita praktek aja." kata Rafan.


"Sibuk banget kaya nya ustadz." kata Cilla.


"Iya lah yang nanti malem mau nikah pasti sibuk lah." celetuk Gilang.


"Apa! nikah?" kaget santriwati kecuali Acha.


"Eh udah udah." kata Rafan.


"Cha itu seriusan?" bisi Cilla.


"Iya..." kata Cilla.


"Sama siapa? sama kak Shilla?" kata Cilla.


"Iyaa..." kata Acha.


"Masa Cilla di tinggal nikah lagi." rengek Cilla.


"Syutt..." kata Acha.


"Sudah selesai ngobrol nya?" kata Rafan yang menulis di papan board.


Santriat langsung terdiam


"Cara yang terbaik untuk menciptakan kebahagian adalah mengikhlaskan, percanya lah di dunia ini tidak semua sesuai rencanamu, sebab ada rencana Alloh yang selalu baik dan indah pada waktunya."


"Oke kita bakal latihan suroh al alaq dan al qodr, pake riwayat warsy thoriq azroq,"


"Aturan bacaan nya yaitu, satu, di seluruh kalimat 'ingsaana' dan 'akrom', maka harokat hamzahnya di naql ke huruf lam jadi dibaca lingsaana dan lakrom,"


"Kedua mad jaiz dibaca panjang enam harokat,"


"Ketiga, kalimah 'arro ā' ro dan Hamzah dibaca dengan taqlil jadi dibaca arre ē, "


"Ke empat, kalimah 'abdan idza' harokat Hamzah nya dinaql ke tanwin atau nun yang di harokat tanwin jadi dibaca 'abda nidzaa,"


"Kelima, seluruh kalimah 'aroaita' dibaca dengan dua wajah yaitu tashil Hamzah jadi dibaca 'arohaita' dan ibdal Hamzah dengan Alif jadi dibaca panjang enam harokat ro nya jadi dibaca arooooooita,"


"Ke enam, kalimah 'auamaro' harokat Hamzah nya dinaql ke huruf wawu jadi dibaca awa maro,"


"Ketujuh, kalimah 'layatghoo' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi layathghee,"


"Ke delapan, kalimah 'istaghnaa' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi istaghnee,"


"Ke sembilan, kalimah ruj'aa adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi ruj'ee,"


"Yang ke sepuluh, kalimah 'yanhaa' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi yanhee,"


"Ke sebelas, kalimah 'shollee' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi shollee,"


"Dua belas, kalimah 'alhuda' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi Al hudee,"


"Tiga belas, kalimah 'bittaqwaa' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi bittaqwee,"


"Empat belas, kalimah 'watawallaa' adalah Dzatul Ya dibaca hanya dengan taqlil jadi watawallee,"


"Lima belas, kalimah يرى adalah Dzatul Ro hanya dibaca dengan taqlil,"


"Enam belas, kalimah أن رءا huruf Hamzah nya adalah badal boleh dibaca panjang tiga wajah yaitu dua, empat dan enam harokat,"


"Dan terakhir, selain yang telah disebutkan, maka dibaca seperti riwayat Hafash, yaitu membaca seperti umum nya,"


"Catatan, surat Al'Alaq ini termasuk ru usul aye, jadi semua Dzatul Ya yang terdapat diakhir ayat hanya dibaca dengan taqlil dan tidak dibaca dengan dua wajah."

__ADS_1


"Oke mulai baca bareng bareng, baca ta'udz dengan cara washlul Awal bitsani yaitu washlul isti'adah bil bismillah," kata Rafan menunjuk bacaan yang sudah di tulis di papan board.


Rafan membaca per ayat kemudian di ikuti santriat.


A'udzubillahiminasy syaithoon nirrojiimi bismillahir rohmaan nirrohiim,


Iqro' bismirobbikal ladzii kholaq,


Kholaqo lingsaana min'alaq,


Iqro' warobbuka lakrom,


Al ladzii 'allama bilqolam,


'Alama lingsaana maa lam ya'lam,


Kallaaaaaa inna lingsaana layathghee,


Arre eeeeeehus taghnee,


Inna ilaa robbikar ruj'ee,


"Arohaita" ucap sebagian santriat


"Arooooooita" ucap sebagian santriat


"Kita peke yang tashil aja." kata Rafan terkekeh.


Arohaital ladzii yanhee,


'Abda nidzaa shollee,


Arohaita ingkaana 'alal hudee,


Awa amaro bittaqwee,


Arohaita ingkadz dzaba watawallee,


Alam ya'lam bi annalloha yaree,


Kallaa la ilam yangtahi lanasfa'am binnashiyah,


Naa shiyating kaadzibatin khooti'ah,


Falyad 'u naadiyah,


Sanad 'uzzabaaniyah,


Kallaa laa tuthi'hu wasjud waqtariib,


Sajada wajhiya lilladzuu kholaqohu washowwarohu wasyaqqo sam'ahu wabashorohu bihaulihi waquwwatih


"Maa syaa Alloh, mumtaz, kalo ada ayat sajdah jangan lupa baca do'a nya, kan udah ustadz kasih waktu itu do'a masing masing ayat sajdah, hapalin." kata Rafan.


"Na'am Ustadz." kata Santriat.


"Ya sudah masih ada dua jam pelajaran Ustadz, yang ingin jajan silahkan, tapi makannya di kelas yaa tutup aja pintunya, ustadz ada keperluan,"


"Kalo yang belum ngerti silahkan tanya keteman nya yang ngerti, terutama Ririn, Rohman, Rahma dan Cilla, mereka anak qiro'at." kata Rafan.


"Na'am ustadz." kata santriat.


"Jangan ribut ya, assalamu'alaikum." kata Rafan meninggalkan Ruangan.


"Na'am ustadz, wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." kata santriat.


"Yang mau jajan sok (silahkan) aja." kata Rohman.


"Beneran?" kata Widya.


"Iya kan tadi udah di ijin in sama Ustadz Rafan." kata Rohman.


"Oke deh makasih." kata Widya.


Widya langsung keluar kelas.


"Tumben amat." celetuk Cilla.


"Hush jangan gitu mungkin dia lagi proses jadi baik." kata Liani terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2