
Acha pun beriqomat, shalat pun selesai, Acha dan Nay pun kembali membantu semua persiapan, muza masih di mushola karena Muza belum melaksanakan shalat sunnah ba'diah maghrib dan shalat sunnah awwabin.
"Chaa, bantuin Gw bawa ini ke situ." kata Liani dilantai atas yang memegang karpet.
"Oke deh sipp." kata Acha semangat dan langsung lari naik ke lantai atas.
Acha dan Liani pun turun kebawa langkah demi langkah, sampainya dibawah hanya tersisa 2 tangga lagi yang harus mereka lewati.
"Aaaa." Acha yang terjatuh karena melihat hanya ada 1 tangga ternyata ada 2 tangga.
Dokter pun memeriksa Acha dan yang lain menunggu di luar.
"Nak? Kamu mendingan?" kata dokter yang melihat acha mulai membuka mata.
"Alhamdulillah udah Dok cuma kepala sedikit sakit." kata Acha memegang kepala.
"Iyaa itu lah yang mengkhawatirkan, efek dari benturan, soal nya luka dalam, bisa jadi nyeri nya berkelanjutan atau selama 1 minggu dan mungkin akan kambuh dadakan." kata Dokter.
"Dok, Saya mohon beritahukan kepada keluarga Saya setengahnya saja yaa." kata Acha.
"Maksudnya?" kata Dokter.
"Dokter kasih tau kalo Saya baik baik saja dan nggak ada yang perlu di khawatirkan,." kata Acha.
"Tapii kalo tidak Saya kasih tahu siapa yang akan memperhatikan kesehatan kamu, ini masalah serius loh." kata dokter.
"Saya mohon Dok, saya gak mau Mereka sedih, kalo masalah mengurus diri Saya yaa Saya diri, yaa dok plis." kata acha.
"Yaa sudah, tapi Kamu harus rutin minum obat Ini selama seminggu, dan yaa takut kambuh lagi harus ada persiapan obat ini." kata Dokter.
"Saya harus gimana, ini masalah serius.." batin Dokter.
"Makasih dok." kata Acha.
"Iyaa Saya permisi yaa." kata dokter.
...****************...
Pov muza
*Setelah Aku melaksanakan shalat, Aku pun langsung teringat harus membantu Um*i.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum warohmatullah." salam setelah shalat ku, dan Aku pun berdzikir membaca do'a setelah shalat awwabin.
"اللَّـهُمَّ إِنٌّى أَسْتَوْعِدُكَ إِيْمَانِى فِى حَيَاتِى وَعِنْـدَمَمَـاتِى وَبَعْدَمَمَاتِى فـاحْفَظْهُ عَلى أَنَّكَ عـلى كُلِّ شَـيْئٍ قَدِيْرٌ"
Setelah selesai Aku pun langsung keluar dari mushola dan melihat Acha yang terjatuh.
......................
"Aaa." teriakan Acha yang terjatuh karena melangkah langsung ke lantai sedangkan masih ada 2 tangga yang harus di lewati, aku pun langsung berlari.
Blug
Suara benturan kepala Acha ke besi pegangan dan akan jatuh kelantai.
Aku melihat 2 buah paku payung tajam, yang kalo Acha terjatuh maka paku itu akan menusuk daerah keningnya.
......................
Aku pun bergegas untuk mengambil paku itu, tapi kepala Acha terpental ketanganku.
Aku hanya bisa memejamkan mata untuk menahan tusukkan paku itu ke telapak tangan ku.
"Acha Acha bangun!" tangis dan teriak an kaget semua orang yang ada dirumah.
"Alki angkat bawa Acha ke kamar tamu Nak." kata Umi yang gemetar.
"Tapi Umii.." Aku Yang enggan karena Acha dan Aku bukan mahrom.
"Cepet nak ini lagi darurat." pinta Umi dan Aku mengangguk.
Aku mencabut paku yang ada ditangan ku dan mengangkat Acha dengan tangan yang bercucuran darah.
"Muzaa tangan Kamu kenapa?" kata tante Fathma.
"Nggak papa Tante cuma luka kecil." kataku yang langsung membawa Acha ke kamar tamu, untung kamar tamu di rumah Kami, terletak dilantai bawah.
......................
"Yaa Allah astaghfirullah maafkan hamba, Cha maaf kan Sayaa." batin Ku yang menggendong Acha.
Umi pun langsung memanggil dokter keluarga, dokter pun datang dan memeriksa ke adaan Acha.
__ADS_1
"Gimana dok." kata Tante Fathma.
"Alhamdulillah beliau baik baik saja, hanya ada darah beku dibagian kening karena benturan keras, oleskan salep sampe memarnya hilang, dan obat luka dalam nya diminum, usahakan sampai habis." kata Dokter sambil memberikan sebuah salap dan obat luka dalam.
"Iya dok makasih." kata tante Fathma.
"Ki tangan kamu kenapa? " kata pak Deni selaku dokter pribadi kami yang akrab banget dengan Ku.
"Kalo dibiarin bisa infeksi ini." lanjut nya.
"Haa, nak tangan Kamu?" kata Umi kaget yang gak bisa liat luka pada anak anak nya.
"Ayo Dok periksa segera." kata Umi khawatir.
Dokter Deni pun mengobati dan memberi perban pada lukaku dan memberi obat.
"Nah sudah selesai, sering sering di ganti perbannya yaa, Saya permisi dulu ya, assalamu'alaikum" pamit dokter Deni yang mengisyaratkan ku agar ikut denganya.
"Wa'alaikumussalam terimakasih banyak Dok." kata Umi akan mengentar Dokter.
"Umi biar Alki aja yang nganter Dokter sampe luar." kata ku, yang mengerti isyarat dari Dokter.
"Kamu udah gak papa nak." kata Umi khawatir.
"Iyaa Umi, ini mah cuma luka kecil kok." kataku tersenyum.
"Yaudah." kata Umi mengelus kepala Ku.
......................
Sesampai nya di depan rumah Kami pun menuju ke mobil Dokter yang ada di halaman rumah.
"kenapa dok?" kata Ku.
"Jadi gini Ki, Saya gak bisa memberitahukan di depan Mereka, karena Mereka sedang khawatir." kata Dokter Deni.
"Memberitahukan apa ya pak?" kata Ku penasaran.
"Tentang kondisi Wanita tadi." katanya.
"Maksudnya Acha?" tanya Ku.
__ADS_1
"Jadi gini, kondisi Acha serius banget makanya Saya bilang usahain obat nya harus habis, kalo misal nya obat abis masih ada nyeri harus ada stok obat itu, soalnya obatnya jarang ditemukan." jelasnya.
"Innalillahi, terus apakah rasa sakit nya akan.." kata Ku.