MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 81


__ADS_3

2 jam kemudian


"Cha, Li udah? Tentang siapa?" kata Cilla yang duduk di kursi belakang Acha dan Liani (syaf ke dua).


"Dih kepoo." kata Liani yang membalik ke arah Cilla.


"Biarin." kata Cilla.


"Nanti juga tau, kan di ceritain kedepan." kata Acha yang membalik ke arah Cilla.


"Dih Acha nih." kata Cilla manja.


"Kalo Cilla apaa?" kata Ririn.


"Gak mau kasih tau Mereka aja gak ngasih tau." kata Cilla manja.


"Antuna!" kata Ustadzah Nurma yang mengetahui Mereka berbincang bincang.


Mereka pun langsung berbalik dan terdiam.


......................


"Ngobrol in apa?" kata Ustadzah Nurma.


Ustadzah menghampiri Mereka, dan grup kamar khadijah tertawa kecil.


"Ngobrol tentang tugas yang Ustadzah kasih." kata Cilla dengan polos nya.


"Kalo ngobrol berarti udah selesai." kata Ustadzah Nurma.


Ustadzah Nurma mengambil kertas polio yang ada di atas meja Acha, Liani, Cilla, Ririn dan Putri.


......................


Mereka berlima hanya membulatkan matanya.


"Haa.. Huft shohibah lillah Kalian udah itu." kata Acha membalikan tubuh nya ke arah belakang.


"Siipp tenang udah." kata Cilla dan Ririn.


"Putri?" kata Acha.


Putri hanya mengangkat jempol dan tersenyum.


"Huft syukur lah kalo sudah." kata Acha dan langsung berbalik menyandarkan punggung nya di kursi.


"Tinggal Rasi." kata Liani.


"Iyaaa mungkin udah selesai periksa tugas." kata Acha.


"Ustadzah sudah." kata Rasi dan Rohman.


Rasi sedikit tegang, terlihat dari raut wajah nya dan jari tangan nya yang hendak iya gigit.


"Ya sudah Rasi sama Rohman silahkan kerjakan tugas yang tadi." kata Ustadzah.


"Na'am Ustadzah." kata Rasi dan Rohman.

__ADS_1


......................


Rasi dan Rohman pun langsung ke tempat duduk masing masing.


"Rasi kenapa Kaya tegang." kata Liani.


"Entah." kata Acha menggeleng.


"Rasii..?" kata Acha membalikan tubuh nya.


"Astaghfirullah." kata Ustadzah.


Semua santriat langsung terfokus ke arah depan.


"Acha!" tegas Ustadzah Nurma.


"I iyaa ustadzah." kata Acha.


"Kenapa gak ngumpulin tugas!" kata Ustadzah Nurma.


Acha hanya mengerutkan alisnya melas plus takut.


"Tapi, Ana ngumpulin kok Ustadzah." kata Acha.


"Iyaaa Ustadzah, Kita liat kok Acha ngumpulin." bela teman sekamar Acha.


"Lalu ini." kata Ustadazah menunjukan buku nilai.


"Rasii..?" bisik Cilla.


Rasi hanya menggeleng


"Tapi Ustadzah..." kata Acha.


"Nggak ada tapi tapi." kata Ustadzah.


......................


Mereka pun memeriksa kembali tumpukan buku di meja.


"Tidak ada Ustadzah.. Mungkin di ruangan Ustadzah." kata Rasi.


"Nggak Ras, tadi Kita sendiri kan yang ngambil buku, dan membawa buku ini kemari." kata Acha.


"Iyaa Cilla juga masih inget semua buku sudah dibawa kemari." kata Cilla.


"Pokok nya Antunna Ustadzah hukum." kata Ustadzah Nurma.


Widya hanya tersenyum sinis.


"Antunna ada yang sedang sakit?" kata Ustadzah.


Mereka menggeleng.


"Baiklah sekarang kalian bersihin seluruh masjid dalam, luar, lantai atas, lantai bawah, terutama kamar mandi, jam pelajaran Ustadzah masih tersisa dua jam, di usahakan pas pelajaran Ustadzah berakhir sudah selesai, kalo belum selesai teruskan sesudah semua mata pelajaran berakhir." kata Ustadzah.


"Na'am Ustadzah." kata mereka.

__ADS_1


"Ouh iyaa Rasi kamu belum mengerjakan tugas Saya." kata Ustadzah Nurma.


"Iyaa Ustadzah afwan, tapi Ana punya siroh yang pernah Ana tulis di buku, bolehkah Ana mengumpul kan siroh itu?" kata Rasi.


"Kumpulkan saja." kata Ustadzah Nurma.


......................


Rasi pun langsung mengambil buku dan memberikan nya kepada Ustadzah.


"Baiklah kalian juga kumpulkan setelah itu sesuai absen menceritakan kedepan." kata Ustadzah Nurma.


"Na'am Ustadzah." kata santriat dan mengumpulkan siroh kedepan.


"Wa Antunna." kata Ustadzah Nurma.


"Na'am Ustadzah." kata Mereka menunduk.


"Antunna akan menceritakan siroh di pelajaran Ustadzah yang akan datang." kata Ustadzah.


"na'am Ustadzah, Kami pamit." kata Mereka dan mencium tangan ustadzah nurma.


Santriat pun mulai bercerita satu per satu kedepan.


......................


Di Masjid Acha dan Liani yang menggulung tikar masjid, Ririn dan Cilla menyapu, Risa dan Putri mengepel.


"Shohibah lillah, maafin Acha yaaa, gara gara Acha kalian kena hukum." kata Acha sedih.


"Unchh tayang tayang, Kami malah seneng bisa ngebantuin Kamu." kata Liani.


"Iyaa kan Kita suka duka harus bersama." kata Cilla menganggat sapu ke atas.


"Lagian kan udah biasa kaya gini." ejek Ririn.


"Hu uh Ririn." kesal Cilla manja dan hendak memukul Ririn dengan sapu yang dipegang nya.


......................


Ririn pun langsung berlari, dan Cilla mengejar nya.


"Ririn jangan lari." kata Cilla, yang terus mengejarnya membawa sapu.


"Ririn gak bakal lari kalo Cilla gak ngejar." kata Ririn yang masih berlari di sekeliling masjid.


Teman teman nya di dalam masjid hanya terkekeh melihat sahabatnya itu.


"Rin Kamu juga bawa sapu itu, pake lah buat ngelindungi diri haha." teriak Acha terkekeh.


"Haha iya iya." kata Ririn yang menengok ke arah Cilla yang berada jauh dibelakang nya.


"Eh Rin awas!" teriak teman teman nya.


Brughh...


Ririn yang terjatuh menabrak seseorang di teras masjid.

__ADS_1


Ucapan itu seperti obat, dosis kecilnya bisa menyembuhkan tapi jika berlebihan bisa membunuh.


❤Ali bin Abi Thalib❤


__ADS_2