MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 37


__ADS_3

"Achaa?" suara misteri memanggil Acha.


Acha pun sedikit mencepatan kan jalan nya.


"Chaa.." suara itu lagi.


"Nengok jangan ya nengok jangan." kata Acha yang sediki takut.


"Haaa, yaa Alloh ya Alloh hanya kepadamua Avha berlindung." kaget Acha.


Acha tak berani menengok ke belakang dan Acha hanya bisa memejamkan mata dan menutup telinga.


"Hiks hiks hiks, bang Rafan tolongin Acha, Acha takut." tangis Acha yang masih menutup telinga dan memejamkan mata.


"Chaa hey Achaa? Kamu kenapa?" tanya suara itu.


"Hantunya ngomong, emang ada hantu yang bisa komunikasi gitu yaa? Pake tau nama Gw lagi." kata Acha yang terisak isak dan masih sedikit takut.


"Haha Saya bukan hantu Cha, Saya Muza." kata Muza tertawa.


"Kak Muza." kata Acha yang langsung membalik.


"Untung ada bang Muza sumpah dari tadi Gw ketakutan." batin Acha.


"Kamu mau kemana?" kata Muza.


"Kerumah Kakak, mau bantuin Liani." kata Acha.


"Eh yaudah ayo bareng, bukan mahrom, nggak enak kalo ada yang liat dan salah nilai bisa jadi fitnah." kata Muza.


......................


Langkah demi langkah Acha pun di kelilingi dengan lirikan sana sini karena masih takut.

__ADS_1


"Santai aja sih Cha, nggak bakal ada hantu jam 20.00 mah masih sore." kata Muza terkekeh yang menyadari was was Acha.


"Eh iyaa Kak, nggak takut kok Acha, soal tadi Acha cuma kaget." kata Acha melindungi harga dirinya.


"Owhh gitu." kata Muza dengan raut wajah meledek tak percaya.


"Eh tadi Kakak udah dimana?" kata Acha mengalihkan pembicaraan.


"Udah beli lampu di agen yang di samping rumah Kamu." kata Muza,.


Acha hanya mengangkat alisnya heran.


"Ada beberapa ruangan yang lampunya mati." kata Muza yang mengerti raut wajah Acha.


Sesampai nya di rumah Liani.


......................


"Assalamu'alaikum." kata Acha da Muza, kemudian menyalami semua nya.


"Wah nak Acha, duduk duduk." sambut Silfa ramah.


"Acha? Namanya kaya gak asing." kata Iham.


Acha hanya tersenyum.


"Tante ambil minum dulu ya nak Acha, keliatan nya ngos ngosan." kata Silfa.


"Iya Umi ambilin secepat, kasian Acha kaya abis di kejar kejar setan." ledek Liani.


"Liani!" kata Acha.


"Minum dulu Cha." kata Silfa yang membawa 1 gelas air dingin.

__ADS_1


"Acha pacar nya Alki? kok kamu gak bilang punya pacar si Ki? Gak boleh loh Ki pacaran mending langsung halalin, udah gitu pacaran nya abis nikah aja." kata Iham.


"Uhuk uhuk." Acha yang sedang minum tersedak mendengar itu.


"Pelan pelan Nak." kata Silfa.


"Apaan sih Abi, Acha itu sahabat Liani sekaligus adik dari rafan." kata Muza dan Acha hanya tersenyum dan mengangguk.


"Tadi Acha ketemu di jalan sama Bang Muza." lanjut Acha, dan diangguki oleh Iham.


Mereka pun mulai memberseskan dan menata semua ruang an.


'Wherever you stand, be the soul of that place (Di manapun kamu berada, jadilah jiwa di tempat itu)'


❤Jalaluddin Rumi❤


......................


"Huft selesai juga." kata Acha dan Liani yang menjatuhkan tubuhnya di sofa.


"Wah pada cape yaa, minum dulu nih, makan cemilan nya Cha." kata Silfa yang bergabung dengan Mereka.


Mereka pun mencicipi cemilan yang ada di atas meja.


......................


Muza dan Rafan beserta Iham pun bergabung.


Bertepat jam 10 malam.


"Om tante kita pamit pulang udah larut malem, takut Uma sama Abi khawatir." kata Rafan.


"Iyaa maksih buat cemilan nya enak." kata Acha mengangkat ibu jari.

__ADS_1


"Eh nginep atuh." kata Silfa.


"Tau Lu Cha." kata Liani.


__ADS_2