MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 80


__ADS_3

Ke esokan harinya.


"Aduhh sekalinya ngaji awal, lah ini ngantri kamar mandi." kata Cilla.


"Teh.. Cepetan apa, lama bener." kata Cilla mengebrak gebrak pintu.


"Bentar sayang..." kata Acha.


"Dihh Acha kirain siapa aja, udah Cha cepetan udah siang nih." kata Cilla.


Pintu kamar mandi ujung pun terbuka.


"Heyy ngapain..?" kata Widya.


"Ya mau mandi lah." kata Cilla.


"Nggak disini Lasma yang duluan." kata Widya.


*S*edangkan Lasma masi berjalan kantuk menuju kamar mandi.


"Nggak bisa..siapa cepat dia dapat." kata Cilla.


"Nggak boleh.." kata Widya.


"Eh iya itu Lasma, Las...?" kata Cilla melambai.


Widya langsung melihat lihat, dan Cilla pun langsung masuk setelah pandangan Widya teralihkan.


"Ihh ngeselin...aw.." kata Widya memukul pintu kamar mandi.


Widya pun langsung pergi.


......................


Setelah rapih Acha dan sahabat sahabatnya pun langsung menuju kampus.


"Guyss udah jam setengah delapan.." kata Ririn.


"Yaudah lari yuk.." kata Cilla.


"Uaudah ayok, pelajaran ustadzah Nurma ini.." kata Acha.


......................


Sesampainya di area kampus.


"Huft." Mereka yang mengatur nafas karena habis lari.


"Guyss kira kira ustadzah Nurma udah masuk kelas belum ya?" kata Ririn yang mengatur nafas.


"Nggak tau, Cilla gak kuat nih." kata Cilla mengatur nafas.


"Udah mendingan kita langsung ke kelas jangan pada ngobrol, kalo telat kan nanti Kita di suruh berdiri depan kelas sampe pelajaran selesai." kata Liani yang mengatur nafas.


"Guyss itu.." kata Putri menunjuk kesamping.


"Hah.." ucap mereka kaget dan membulatkan mata.


Mereka hendak berlari.


"Antuna!" kata Ustadzah Nurma, dan langkah Mereka pun terhenti.


"Aduhh." gumam Mereka menatap satu sama lain.


"I iyaa ustadzah." kata Mereka langsung berbalik.


"Kenapa Kalian lari? Seperti melihat hantu saja." kata Ustadzah Nurma.


"Emang kaya hantu." gumam Cilla.


"Anti mengatakan sesuatu?" kata Ustadzah Nurma.


"Eng enggak Ustadzah hehe." kata Cilla.


"Hehe iya ustadzah kita gak ada yang ngomong apa apa." kata Acha mengelak.


"Iya iya." kata Mereka.


"Antuna yang baru naik semester lima? kelas tafsir?" kata Ustadzah Nurma.


"I iyaa ustadzah." kata Mereka.

__ADS_1


"Sekarang jam pelajaran Saya ya?" kata ustadzah Nurma yang mencondongkan wajah nya ke arah Cilla.


"Haaa iyaa Ustadzah." kata Mereka sedikit kaget.


"I iyaa ustadzah ada tugas juga." kata Cilla keceplosan karena tegang.


"Ohh ada tugas juga ternyata, untung Kamu ngasih tau, bagus bagus." kata Ustadzah Nurma menepuk nepuk bahu Cilla.


"Ustadzah Nurma?" kata Ustadzah Raysa dengan nada lembut.


"Eh nak Raysa." kata Ustadzah Nurma.


"Ustadzah tadi Ustadz Rayis manggil Ustadzah keruangan." kata Ustadzah Raysa.


"Huft.." kata Mereka dan langsung bergegas hendak pergi.


......................


"Cilla kamu yaa!" kata Ririn.


"Maaf.. Cilla kan kalo tegang pasti keceplosan." kata Cilla melas.


"Udah udah mending kita cepat cepat pergi dari sini." kata Liani.


"Hey, Antuna mau kemana? Maen pergi aja." kata Ustadzah Nurma.


"Eh ustadzah, kirain Kami Ustadzah..." kata Acha melas dan terpotong.


"Sudah sudah, Saya punya amanat, Saya gak bakal masuk kelas karna ada rapat dadakan, jadi kasih tau ke santriat kelas Antuna, kumpulin tugas yang saya beri, kalo yang belum mengerjakan suruh kerjakan dulu, gak ada alesan kalo gak ada yang ngumpulin." kata Ustadzah Nurma.


"I iya ustadzah Kami pamit, assaalamu'alaikum." kata Mereka dan menciun tangan ustadzah Nurma dan Raysa.


"Wa'alaikumussalam, nah gitu dong kalo mau pergi pamit dulu." sindir Ustadzah Nurma.


"I iyaa ustadzah hehe." kata Mereka dan Ustadzah Raysa hanya tersenyum dengan kelembutan nya.


......................


Mereka pun pergi.


"Huft untung selamat." kata Cilla.


Mereka pun segera masuk kelas dan memberi tahukan amanat dari Ustadzah.


"Dih biasanya emang hidup kamu gak tenang Lang wk." ejek Acha.


"Diem Acha cantik, segimana Saya dong." ejek Gilang yang sering debat sama Acha walau masalah kecil.


"Ihhh." kata Acha yang memutar bola matanya dan segera duduk.


"Jangan gitu Cha tar lo suka sama Gilang gimana." kata Farhan teman sebangku Gilang.


Acha hanya menggerakan bibir mengejek Farhan mengikuti gerak gerik Farhan.


"Udah udah mending Kita ngerjain tugas dari Ustadzah Nurma." kata Ririn.


...----------------...


*W*aktu pun terus berganti dan berganti.


"Sohibah lillah, sekarang ada pelajaran ustadzah Nurma yaa." kata Liani.


"Haa iyaaa." kata Cilla menepuk jidat.


"Kenapa Cil?" kata Acha.


"Kan ada tugas tea bukan, dan buku cilla gak ada, nanti kita dihukum lagi, gara gara Cilla lagi." rengek Cilla.


"Haha dasar Cilla, kan waktu itu udah dikumpulin buku nya." kata Acha.


"Tau nih pikun banget jadi orang." kata Ririn.


"Udah udah Kita berangkat ke kampus." kata Putri.


"Eh iya Kita udah pada ngumpulin buku nya kan." kata Acha.


"Udah doang Cha kemaren Aku bantuin Rohman, dibuku buku nama Kita udah lengkap ada." kata Rasi.


"Vaelah bantuin calon imam." kata Acha menyenggol Rasi.


"Cieee." kata Mereka semua.

__ADS_1


"Dihh apaan sih." kata Rasi.


......................


Mereka pun segera ke kampus. Sesampainya di depan ruang Ustadz Ustadzah.


"Antunna kemari." kata Ustadzah Nurma.


"Assalamu'alaikum Ustadzah." kata Mereka menghampiri Ustadzah Nurma dan mencium tangan nyaa.


"Jam pelajaran Saya kan." kata Ustdzah Nurma.


"I iya Ustadzah." kata Mereka.


"tolong bawa buku yang di kumpulkan kemarin ke kelas, Kita periksa bareng bareng soalnya saya belum sempet periksa." kata Ustadzah.


"Iyaa Ustadzah." kata Mereka, Mereka langsung membagi dan membawa buku.


Mereka pun menuju kelas berjalan di belakang Ustadzah.


......................


Widya hanya tersenyum senyum sinis.


"Wihh kenapa kamu Wid masih pagi udah senyum senyum gitu?" tanya Lasma yang dari tadi memperhatikan nya.


"Emang gak boleh!" kata Widya.


"Boleh sih, tapi gak kaya biasanya aja, kan biasanya kalo pelajaran Ustadzah Nurma selalu tegang aja." kata Lasma.


"Makanya itu Saya belajar gak tegang." kata Widya.


"Owhh gitu." kata Lasma yang masih keheranan.


......................


"Assalamu'alaikum." Ustadzah Nurma masuk di ikuti oleh penghuni kamar annisa.


"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh." jawab Santriat.


Mereka pun menaruh buku di meja guru dan duduk ketempat duduk masing masing.


"Oke jam pelajaran Ustadzah empat jam, Ustadzah hanya mau ngasih tugas kalian buat siroh di kertas polio bergaris dan kumpulkan setelah itu ceritakan, ada yang ingin di tanyakan?" kata Ustadzah Nurma.


"Ustadzah." kata Gilang sembari angkat tangan.


"Ijin bertanya Ustadzah." kata Gilang.


"Tafadhol." kata Ustadzah Nurma.


"Itu siroh nya dikumpulin terus di ceritain ke depan gimana kalo gak hafal." kata Gilang melas.


"Astaghfirullah, kan Saya gak nentuin ngebuat siroh tentang siapa, otomatis terserah Antum, Antum taunya tentang siapa, Antum tuangin di kertas polio, jadi walaupun di kumpulkan Antum tetep bisa menceritakan." jelas Ustadzah nurma.


"Yahh dikira boleh nyari perpus." kata Gilang.


"Boleh, yang penting pas cerita di depan bisa, masa iya belum ada siroh yang Antum hafal, udah berapa tahun kamu di sini?" kata Ustadzah.


"Iya iya ustadzah." kata Gilang.


"Rohman, kemari." kata Ustadzah Nurma.


"Iyaa Ustadzah." kata Rohman menghampiri.


"Bantuin Saya periksa siapa aja yang ngumpulin." kata Ustadzah Nurma.


"Iya Ustadzah." kata Rohman.


"Ketua Akhwat nya siapa tea." kata Ustadzah.


"Rasi ustadzah." kata Rohman.


"Rasi..?" panggil Ustadzah.


"Iya Ustadzah." kata Rasi menghampiri.


"Anti periksa yang Akhwat." kata Ustadzah Nurma.


Rasi dan Rohman pun menceklis di agenda nilai nama Santriat yang mengumpulkan.


Sedangkan santriat menuangkan siroh yang mereka ketahui.

__ADS_1


Ada dua cara untuk menjalani hidup yang menyenangkan, entah itu di dalam hati seseorang ataukah dalam doa seseorang.


❤Ali bin Abi Thalib❤


__ADS_2