
Pov Acha
Setelah Tante Hilwa dan Iki pergi, Kami segera melaksanakan perintah dari Allah yang maha Kuasa.
"Yaudah Nak kita ke mushola, sholat dulu abis itu Kalian istirahat." kata Uma.
"Iyaa Umaa." kata Ku.
"Iya Tante." kata Liani.
......................
Selesainya shalat Kami pun ke atas.
"Nak Uma ke kamar ya." kata Uma.
"Iyaa Umaa, kita juga masuk kamar." kata Ku berada di depan pintu kamar.
(kamarku dan Uma sebelahan)
......................
Kami pun menjatuhkan tubuh Kami diatas kasur empuk.
"Eh Cha, Cha Gw masi penasaran sama cewe yang lagi Iki perjuangin." kata Liani yang sedang berbaring dipinggir Ku.
"Yehh Elu, kirain Gw apaan aja." kata Ku datar.
"Abisnya Gw kepo bingits." kata Liani yang sedang berbaring terbangun dan duduk.
"Caelah kepo, ada apa nih?." selidik Ku.
Aku langsung terbangun duduk dari posisi berbaring.
"Ihhh apaan sih Cha." kata Liani malu.
__ADS_1
"Hmm Lu suka sama Iki yaa..?" selidik Ku.
" S..su sukaa? Apaan ngaco Lu, eh iya pas tadi di dapur Lu di tanya sama Tante Hilwa tentang pacar Lu senyum, emang Lu udah ada pacar kok Lu gak bilang Gw sih, hayoo siapa cowo yang Lu suka? Jawab Lu?" kata Liani mengalihkan pembicaraan.
"Ahh Lu mah bisaan aja ngalihin pembicaraan." kata Ku.
"Dih siapa yang ngalihin pembicaraan? Orang Lu tuh yang ngalihin pembicaraan, ayoo cepet jawab?" kata Liani.
"Hmm kalo pacar sih Gw gak ada, kalo suka em sukaa.. suka sama manusia lah wk." kata Ku langsung berbaring.
"Ya elah siapa? Manusia ge ada namanya, Cepet kasi tau Gw woy." kata Liani.
"Dihh kepo, udah ah mau tidur." kata Ku yang menutupi kepalaku pake guling.
"Yaudah kalo gitu mah." kata Liani yang baring di samping Ku.
......................
Kringggg bunyi alarm subuh pun tiba, Kami pun shalat subuh, mengaji sebentar, tak terasa kami pun tertidur di sejadah.
......................
"Nak buka pintunya pagi nih ada Iki ngajak jooging." kata Uma yang membanginkan Kami.
"Iyaa Umaa." kata Kami yang langsung keluar dari kamar.
"Udah cepet sana Iki di luar nungguin tu." kata Uma keliatan bahagia banget yaa Uma emang begitu selalu senyum.
"Ngapain?" kata Ku heran.
"Ngajak jooging." kata Uma.
"Skuy lah." kata Ku dan Liani.
"Eh iya Tante pulang jooging Acha ke rumah Liani dulu yaa boleh gak Tante." kata Liani.
__ADS_1
"Boleh dong, salam ya buat Umi kamu." kata Uma.
"Yaudah Uma Kami berangkat dulu, Assalamu'alaikum." kata Ku.
Aku dan Liani mencium tangan Uma.
"Wa'alaikumussalam." kata Uma yang kembali ke atas.
"Eh emang kalian gak mau sarapan dulu?" kata Uma yang berdiri di tangga.
"Nggak usah Tante." kata Liani dan Aku mengangguk.
......................
Di depan rumah, mentari pagi yang cerah menyinari wajah Ku.
"Lah Iki nya mana?" kata Liani.
"Mungkin balik kerumahnya lagi tidur wk." kata Ku.
"Kita jooging ke mana nih?." kata Ku sembari pemanasan.
"Jooging ke arah rumah Gw lah, kan pulang jooging mau ke rumah Gw." kata Liani yang sedang pemanasan juga.
"Wadidaww yang bener aja lu, lumayan jauh dari komplek A ke B mah." kaget Ku.
"Yaelah namanya juga jooging, yaudah yuk ah." kata Liani kemudian lari kecil.
......................
Kami pun lari kecil ke arah komplek B.
"Eh heh mau kemana." kata Iki yang tiba tiba muncul di balik gerbang rumah nya, dan menghalangi langkah Kami.
"Astaghfirullah." kata Ku dan Liani kaget.
__ADS_1
"Hih Ikii! Lu yaa ngagetin Kita aja." kata Ku kesal.
"Tau Lu." kata Liani.