MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 150


__ADS_3

Keesokan harinya Muza dengan tawb coklatnya, sedang berdiri di depan cermin merapih kan rambutnya dan memakai peci, Muza menarik nafas dan membuangnya secara halus.


"Bismillah Za." gumam Muza yang memandangi wajahnya di cermin.


......................


Acha yang sedang membereskan piring kotor bekas sarapan dibantu Maria, sekolah libur karena hari Minggu dan Acha hanya menyibukkan dirinya membaca baca hadist di taman belakang.


"Assalamu'alaikum Ibu guru." ucap Azam dan Naura menghampiri.


"Wa'alaikumussalam, eh kalian sini duduk." kata Acha.


Azam dan Naura pun segera duduk di samping Acha, Acha langsung menutup kitab hadist-hadiat.


"Kenapa ditutup?" kata Naura.


"Nggak pa-pa, eh kalian nggak main gitu." kata Acha.


"Nggak ah males." kata Azam.


"Um jadi enaknya ngapain ya." kata Naura.


"Kita belajar aja kali ya." kata Azam.


"Belajar apa?" kata Naura.


Acha hanya menahan tawa menyaksikan dialog mereka berdua tanpa mengajak nya masuk dalam dialog.


"Ekhem Ibu di cuekin, gimana kalo Ibu bacain hadist-hadist?" kata Acha.


"Wah boleh tuh Bu." kata Azam diangguki Naura.


"Um tapi nanti kalian harus menghafal hadistnya gimana?" kata Acha.


"Um gimana ya?" kata Azam melirik ke arah Naura, dan Naura mengangguk agar menyetujui.


"Baiklah Bu, in syaa Alloh." kata Azam.


"Kita bahas hadist tentang setiap manusia dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintai," kata Acha diangguki Mereka.

__ADS_1


"An abii musal asy'ariyyi rodhiyallohu 'anhu qoola, qoola rosuulullohi shollallohu 'alaihi wasallama, almar u ma'a man ahabba, muttafaq 'alaih." ucap Acha.


"Artinya apa Bu?" kata Naura.


"Iya nanti." kata Acha tersenyum.


"Tau kamu nih Dek." kata Azam.


"Apaan sih, 'kan mau cepet tau." kata Naura.


"Ya iya kamunya nggak sabaran." kata Azam.


"Eh udah-udah jangan beedebat nggak baik, katanya mau cepet tau." kata Acha diangguki Mereka.


"Artinya, dari Abu Musa Al-Asy'ari rodhiyallohu 'anh, ia berkata bahwa Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam bersabda, setiap hamba akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya, Muttafaq 'alaih." kata Acha.


"Mutafaq 'alaih itu apa Bu?" kata Azam.


"Muttafaq 'alaih itu, muttafaq yang artinya disepakati, dan 'alaih yang artinya atasnya, jadi muttafaq ‘alaih artinya sesuatu yang disepakati, maka hadist muttafaq ‘alaih artinya hadist yang disepakati keshohihannya, hadist muttafaq 'alaih itu hadist yang diriwayatkan oleh dua imam besar yaitu Bukhari dan Muslim dalah kitab shohihnya." jelas Acha diangguki Mereka dengan gumam 'oh' .


"Riwayat Bukhari dan Muslim bisa disebut muttafaq 'alaih jika memenuhi 3 syarat, hadistnya sama, meskipun redaksinya berbeda, kedua, sahabat yang meriwayatkan sama, ketiha, disebutkan dalam kitab shahihnya, jika diriwayat Bukhari di kitabnya yang lain, berarti tidak bisa di sebut muttafaq 'alaih." jelas Acha.


"Dalam hadist ini terdapat anjuran untuk memperkuat cinta kepada Rosul, sebab mahabbah atau cinta merupakan bukti kuatnya hubungan seorang pecinta dengan orang yang di cinta, dengan meneladani orang yang di cinta itu," jelas Acha.


"Jadi kalo kita cinta sama Nabi Muhammad kita harus meneladani akhlaq Beliau, supaya kita bisa dikumpulkan bersama Beliau nanti." kata Acha.


"Dan jika kita mencintai seseorang karena Alloh maka cinta itu menjadi penyebab terbesar yang mendekatkan kita kepada Alloh," kata Acha.


"Alloh adalah Robb Yang Maha Mensyukuri, Alloh selalu memberikan kepada hamba yang dekat dengan-Nya, berlipat-lipat dari apa yang dikeluarkan hamba tersebut, dan Alloh akan mengumpulkan kita dengan orang yang dicintai, walau amalan kita hanya sedikit," kata Acha.


"Jadi jika kita mencintai orang-orang baik berarti kita akan berusaha keras menjadi baik seperti mereka dan nanti kita berkumpul dengan mereka, ya Bu?" kata Azam.


"Iya bener banget, kita bisa liat akibat dari kecintaan kita kepada orang-orang baik bisa merubah kita menjadi baik, apalagi kalo kita mencintai Alloh, dengan mendahulukan puncak cinta dan takut pada Alloh diatas segala sesuatu, dengan cinta kepada Alloh kita pasti selalu bersama Alloh, dan pasti meraih kedekatan yang sempurna kepada Alloh, itulah kedekatan para muhibbin karena Alloh senantiasa bersama mereka." kata Acha.


"Martabat ihsan yang paling tinggi adalah mencintai Ar-Rohiim, Alloh Yang Maha Mulia dan Maha Penyayang, yaitu kecintaan yang diiringi dengan ma'rifah terhadap-Nya." jelas Acha.


"Ma'rifah itu apa?" kata Azam.


"Ma'rifah itu pengenalan, jadi buat mengenal Alloh kita harus mempelajari ilmu tauhid, setelah mengenal Alloh, kehidupan kita akan bahagia, masalah sebesar apapun tidak ada apa-apanya karena kita punya Alloh, kita harus selalu ingat Alloh Maha Melihat baik yang zhohir nampak atau yang bathin tersembunyi." jelas Acha.

__ADS_1


"Um gitu, makasih Ibu." kata Mereka.


"Iya sama-sama, mudah-mudahan Alloh mengaruniakan kepada kita kecintaan terhadap-Nya, kecintaan pada orang-orang yang mencintai-Nya, dan mencintai amal yang mendekatkan kepada kecintaan kepada-Nya, sesungguhnya Alloh Maha Mulia dan Maha Pemurah." kata Acha.


"Aamiin." ucap Mereka.


"Dan ada loh do'a supaya kita dicintai oleh Alloh dan orang-orang mencintai Alloh." kata Acha.


"Mau tau." kata Mereka.


"Do'a nya itu, Allahumma innii as'aluka hubbaka wa hubba man yuhibbuka wal'amalal-ladzii yuballighuniii hubbaka allahummaj 'al hubbaka ahabba ilayya min nafsii wa ahlii wa minal maa-il baarid, inget gak?" kata Acha.


Mereka berdua menggeleng dan Acha terkekeh.


"Yasudah nanti Ibu tuliskan dulu." kata Acha dan langsnung menulis.


"Nah ini." kata Acha menyerahkan selembar kertas.


"Makasih Ibu guruku." kata Azam tersenyum.


"Eh terus para muhibbin itu apa Bu?" kata Naura.


"Para muhibbin itu orang-orang yang mencinta." kata Acha.


"Huh yang gitu aja nggak tau." kata Azam mengacak-acak kerudung Naura.


"Ih Kakak mah, jadi berantakan deh, emangnya Kakak tau artinya." ketus Naura merapihkan kerudung.


"Tau lah kan tadi Bu guru bilang." kata Azam tertawa renyah.


"Eh udah-udah kita kerumah Ibu yuk." kata Acha.


"Yuk kami juga mau ke Ibu." kata Azam.


Mereka pun segera melangkah menuju rumah Acha, langkah mereka terhenti di depan pintu karena melihat ada beberapa tamu yang sedang duduk di sofa yang membelakangi arah luar.


Terasa hati Acha menjadi tak karuan dan jantungnya berdetak begitu cepat dari detik jarum jam, Acha hanya diam mematung dan tersadarkan oleh Azam dan Naura yang menggerak-gerakan tangan Acha, kemudia Acha mengatur nafas dan memberanikan diri untuk melangkah masuk.


"Siapa ya serasa nggak asing?" batin Acha yang melangkah perlahan masuk.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke rumah dengan mengucap salam, sontak semua orang yang sedang berkumpul duduk di ruang tamu menjawab salam dan mengarah ke Acha.


__ADS_2