MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 30


__ADS_3

"Ada apa Gas? Manggil Gw." kata Acha datar.


"Lila kesana dulu yaa." kata Lila dan pergi.


"Cha Aku minta maaf yaa soal itu, Aku pengen Kita akur lagi." kata Bagas.


"Gak bisa Gas" jawab Ku singkat.


"Kenapa Cha, bukan nya kamu suka banget sama Aku." kata Bagas.


"Itu dulu dan sekarang perasaan itu udah hilang, semenjak Gw tau Lu cuma maen in perasaan cewe dan salah satunya Gw, lagi pula itu perasaan 2 tahun yang lalu, yang menurut Gw, Gw itu masih bego, lagian ngapain sih Lu ngebuka luka masa lalu" kata Acha.


"Lu masih inget kan pas Lu malu malu in harga diri Gw di depan temen temen, Lu yang minta Gw buat nyatain perasaan Gw ke Lu di lapangan basket! dan Lu nolak Gw di depan temen temen dan Lu juga ngambil video kemudian Lu nyebar di sosmed! Dan semua temen di sekolah tau, karna Lu Gw pindah sekolah, tapi bagus deh Gw pindah, di sekolah baru Gw nemuin kenyamanan temen temen baik!" kata Acha sambil menangis dan menunjuk nunjuk Bagas.


"Iyaa Cha Aku tau, Aku minta maaf tapi Cha seriusan Aku nyesel, Aku bener bener cinta sama Kamu." katanya menunduk menangis.


"Kalo soal maaf Gw udah maafin lu, tapi Gw gak bisa ngelupain semudah itu, dan keputusan Gw bulat Gw bakal biasa aja sama lu ngerti! Anggap aja kaya awal dimana Kita nggak saling kenal 1 sama lain." kata Acha menunjuk dadanya, dan langsung melangkah pergi.


"Owh ya satu lagi jangan pernah Lu ganggu Gw lagi! paham Lu!" kata Acha membalik sembari menghapus air mata.


"Tapi Cha aku cinta Kamu." katanya berlutut di hadapan Acha.


"Apaan sihh, bangun gak?" kata Acha kesal.


"Lu gak malu diliatin sama orang yang lewat?" kata Acha.


"Aku gak peduli Cha yang penting Kamu mau nerima cinta Aku." kata Bagas.


"Cinta? Haha udah terlambat! Gw udah terlanjur sakit hati, Gw gak mau ngasih hati Gw ke orang yang salah lagi, lagian hati Gw udah tertutup tolong jangan di ketuk lagi." kata Acha dan langsung pergi.


'Cinta tak puas dengan seratus janji, karena kecerdikan para pemikat hati banyak sekali. Dan bila pun kaulihat juga seorang pecinta mabuk, bukankah yang rupawan juga ada di kepala si mabuk? Jadilah pengendara cinta, dan jangan takut menempuh jalan karena kuda-kuda cinta cepat larinya'

__ADS_1


❤Jalaluddin Rumi❤


......................


"Oke fine, kalo itu mau Lu cha, Gw gak bisa maksain." batin Bagas dengan sedikit senyum.


"Bener apa kata Jalaluddin Rumi," 'Dalam perpisahan, pecinta bagaikan nama tanpa makna. Tetapi makna -seperti tercinta- tak membutuhkan nama'


"Bang gimana?" tanya Lila.


"Gak gimana gimana dek." kata Bagas.


"Yaudah yuk pulang." kata Lila.


Mereka pun meninggalkan taman.


......................


"Gw nggak bisa pulang ke rumah dengan keadaan nangis gini." kata Acha menghapus air matanya.


Acha pun langsung pergi ke dalam toko buku.


"Assalamu'alaikum, konnichiwa Om Toni." kata Acha mencium tangan nya.


(Toni adalah pemilik toko buku, yang memang sudah Toni adik dari Abinya Acha, dan malah sudah menganggap Acha dan Liani seperti putrinya sendiri, Acha juga sudah menganggap nya sebagai orang tua keduanya, yang dimana pak Toni lebih tau tentang isi hati Acha, karena Acha selalu curhat ke pak toni.)


"Wa'alaikumussalam, konnichiwa,el eh Acha, kamu kenapa Nak?" kata Toni mendongakkan wajah Acha yang menunduk.


"Om..." Acha pun menceritakan kejadian di taman.


"Dasar si Bagas tuh.." kata Toni kesal.

__ADS_1


"Yaudah Acha istirahat dulu aja, tumpahin semua nya di meja ujung sana supaya nggak ada pengunjung yang tau." kata Toni menunjuk sebuah meja yang berada di ujung.


"Iyaa Om, makasih." kata Acha yang langsung menuju meja itu.


...****************...


Pov Muza


Aku yang hendak ke toko buku, yang meemang berada di sebrang taman komplek A.


"Acha? Ngapain sama cowo itu, siapa cowo itu? Astaghfirullah, kenapa jadi penasaran, siapapun Dia bukan urusan ku." batin Ku.


Dari parkiran Aku pun berjalan ketoko buku.


"Shilla?" teriak Ku dan menghampirinya.


"Eh Alki?" kata Shilla.


"Kamu ngapain?" tanya Ku.


"Biasalah mau nyari buku." kata Shilla.


"Hemm yaudah bareng aja." kata Ku.


Kami pun masuk ketoko buku, dan melihat dimeja ujung tempat membaca ada seorang wanita yang terisak isak.


"Assalamu'alaikum?" kataku dan Shilla.


"Kok sepi, pak Toni tumben ninggalin toko walau gak ada orang." kata Ku menengok sana sini.


"Iya." kata Shilla menengok sana sini.

__ADS_1


"Ki itu kaya teman nya Lili ya?" kata Shilla.


__ADS_2