MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 129


__ADS_3

Di dalam rumah kediaman kiayi Fatih.


"Alhamdulillah bi, atas ijin Alloh dan atas do'a dari Abi, Alki sama Faziel mendapatkan juara pertama ustadz teladan." kata Alki.


"Alhamdulillah." ucap semua.


"Yaudah Alki sama Faziel pamit ke ruangan." kata Alki.


Alki dan Faziel mencium tangan kiayi bulak balik, mereka berdua berjalan mundur sampai pintu.


......................


"Siapa itu?" bisik Faziel.


Muza hanya menggeleng.


"Tadz?" panggil Muza


Rafan yang sedang berjalan bersampingan dengan shilla pun sontak menengok.


"Kenapa Za?" kata Rafan menghampiri.


"Itu kayanya ada tamu deh." kata Faziel menunjuk ke arah mobil.


......................


Didalam mobil Rizki yang sedang mencari sesuatu.


"Nah ini dia." kata Rizki yang melihat sebuah bingkisan.


"Cha buat Lu dan ini buat yang lain, untung bawanya lumayan." kata Rizki.


"Apaan nih, buah tangan." kata Rizki.


"Makasih baik deh." kata Cilla.


"Owh tentu dong." kata Rizki.


"Kumat, sombong nya datang lagi." ketus Liani.


"Dihh masabodo." kata Rizki.


Liani hanya memutarkan bola matanya.


Keluar lah Mereka di dalam mobil, Liani langsung menuntun Acha.


"Acha?" kata mereka ber empat sontak kaget dan langsung berlari ke arah mobil.


"Kenapa Acha Li?" kata Rafan khawatir.


"Acha..." kata Liani terpotong.


"Nggak papa kok bang, cuma luka kecil." kata Acha.


"Sakit rasanya melihat luka di raga yang mana jiwanya telah kua anggap bersatu dengan jiwa ku." batin Muza.


"Sakit ya dek?" kata Rafan.


"Nggak kok bang, mana ada Acha sakit gara gara luka segitu, ya kan Cha?" kata Iki dan diangguki Acha.


"Ki? Lu kapan balik ke indo?" kata Rafan terharu.


"Kemarin bang." kata Rizki mencium punggung tangan Rafan, dan menyatukan kedua tangan nya pada Shilla.


"Bang Muza." kata Rizki mencium tangan pada Muza.


"Ustadz." kata Rizki mencium tangan Faziel.


"Sehat ki?" kata Muza.


"Alhamdulillah bang, dan semua nya sehat kan?" kata Rizki.


"Alhamdulillah." kata semua.


"Bang parah Lu nikah nya nggak nungguin gua balik." kata Rizki.


"Tanggal sepuluh februari lu masih di indo kan?" kata Rafan.


"Iya bang." kata Rizki.


"Yaudah Lu hadirin resepsi nya, sambil cuci mata banyak santriwati dari pondok lain." kata Rafan terkekeh.


"Astaghfirulloh bang." kata Rizki.


"Makasih ya udah anterin Acha." kata Rafan.


"Santai aja bang, lagian Iki ke sini cuma pengen ketemu Liani." kata Rizki.


Semua nya membulatkan mata keheranan.


"Eh Acha maksudnya." kata Rizki.


"Owh jadi gitu." kata Rafan dan Liani.

__ADS_1


"Gitu gimana?" kata Rizki terkekeh.


"Yaudah lah bang, Iki mau balik yang penting udah liat Acha, dan Acha pun harus istirahat." kata Rizki mengedipkan matanya pada Acha.


"Ih apaan sih, genit." ketus Acha.


"Jangan kangen." kata Rizki memasuki mobil.


"Assalamu'alaikum?" ucap Rizki.


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab semua.


Mobil pun di lajukan dengan kecepatan normal.


"Sekarang kalian ke asrama aja ya." kata Shilla.


"Iya kak." kata mereka.


Mereka segera bergegas pergi setelah berpamitan.


......................


Keesokan harinya Acha dan teman teman yang sedang duduk memakai kaos kaki.


"Cha bener mau ngampus?" kata Liani.


"Iya bener." kata Acha.


"Kan Acha lagi sakit." kata Cilla.


"Ih kata siapa segini Acha masih sehat kok." kata Acha.


"Yaudah deh ayo." kata Ririn.


Mereka pun segera keluar kamar, dan langsung memakai sepatu platsus milik mereka masing masing.


Langkah demi langkah mereka pun sampai di kelas.


"Assalamu'alaikum?" ucap mereka masuk.


Mereka langsung duduk di kursi masing masing.


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab semua.


"Pelajaran ustadz Rafan ya?" kata Putri.


"Iya." kata Rasi.


"Ada tugas gak sih." kata Putri.


Kring....


Bel pelajaran berbunyi, santriat yang baru datang bergegas lari memasuki kelas.


"Assalamu'alaikum?" kata Rafan masuk.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.


"Udah sehat Cha?" kata Rafan.


Acha hanya mengangguk dan tersenyum.


Semua pandangan tertuju pada Acha.


"Acha kenapa?" bisik Rahma.


Acha hanya tersenyum menggeleng.


"Oke fokus kemari, kita mulai pelajaran." kata Rafan.


"Sudah baca do'a?" kata Rafan.


"Belum Ustadz." kata santriat.


"Biasakan sebelum ustadz masuk kelas, kalian sudah berdo'a, supaya ustadz masuk kelas langsung menjelaskan, ya sudah berdo'a." kata Rafan.


Do'a pun dimulai, dipimpin oleh rohman.


"Baik kita mulai, Cilla tolong bantu tulis ini." kata Rafan.


Cilla pun bergegas maju dan menulis di papan board.


"Langsung catat aja." kata Rafan.


Santriat pun bergegas mencatat apa yang Cilla tulis di papan board.


"Baiklah, lanjut kaidah ushuliyah riwayat Warsy,"


"Bab Ya Zawaid,"


"Ya Zawaid adalah huruf hurug Ya tambahan yang berada di ujung kalimah dalam pembacaan Rasm Mushaf atau tidak tertulis dalam Rasm hanya ada dalam bentuk bacaan,"


"Ya Zawaid bisa berupa lam kalimah atau berupa Ya Idhofah atau Ya Mutakallim,"

__ADS_1


"Ya Zawaid bisa berada di kalimah Isim kata benda atau kalimah Fi'il kata kerja,"


"Ya Zawaid ini ada yang harus dibaca ketika bacaan diwashol dan harus dibuang sa'at bacaan diwaqof,"


"Juga ada yang harus dibaca baik ketika bacaan diwashol ataupun diwaqof,"


"Kemudian tanda tanda waqaf tersebut yang terdapat di dalam Alquran,"


"Pertama, Tanda huruf mim artinya waqaf lazim,"


"Tanda waqaf dengan huruf mim ini mengisyaratkan kepada pembaca bahwa lebih baik berhenti pada tanda tersebut, sebagian ulama bahkan mewajibkan berhenti pada tanda tersebut,"


"Karena kalau dilihat dari segi makna dan kesempurnaan pokok masalah sudah tercapai, sehingga tanda waqaf ini pantas dan baik untuk berhenti, dan lafal selanjutnya juga pantas dan baik untuk dijadikan ibtida’."


"Kedua, Tanda huruf tho’ artinya waqaf muthlaq,"


"Tanda tersebut berarti lebih baik berhenti, terutama pembaca yang mempunyai nafas yang pendek,"


"Ketiga, Tanda huruf jim artinya waqaf jaiz,"


"Kadang lebih sering kita menemukan tanda waqaf berupa huruf jim kecil, secara bahasa jaiz berarti boleh, yang diletakkan di antara dua lafal yang maksudnya adalah boleh berhenti membaca, tetapi boleh juga meneruskan bacaannya,"


"Namun demikian akan lebih baik bagi seorang yang sedang membaca Alquran untuk berhenti apabila menemukan tanda waqaf ini,"


"Keempat, tanda huruf qaf dan fa قف, artinya waqaf mustahab,"


"Jika bertemu dengan tanda waqaf ini artinya kita boleh berhenti atau waqaf pada tempat tersebut, namun tidak menjadi suatu kesalahan apabila meneruskan bacaannya,"


"Tanda qaf dan fa’ juga sering disebut dengan istilah waqaf shigat fil ‘amar,"


"Kelima, Tanda huruf qaf, lam dan alif maqsurah قلى, artinya waqaf yang utama,"


"Ini berarti seorang pembaca boleh meneruskan bacaannya, namun demikian kalau ia berhenti akan lebih baik dari pada meneruskan bacaan,"


"Ke enam, Tanda huruf zai ز, artinya waqaf mujawwaz,"


"Waqaf ini adalah kebalikan dari waqaf jaiz yang berarti waqaf yang boleh diteruskan bacannya dan boleh pula dihentikan,"


"Namun kalau saja diteruskan bacaannya maka hal tersebut akan lebih baik dari pada dihentikan,"


"Ketujuh, Tanda huruf shod artinya yang waqaf murokh-khosh,"


"Tanda ini berarti dibolehkan berhenti pada tanda seperti ini dikarenakan panjang bacaan lafalnya, walaupun akan lebih baik jika bisa meneruskan bacaannya,"


"Ke delapan, Tanda huruf qaf artinya qila waqaf,"


"Tanda waqaf dengan mengambil huruf qaf, sebagian ada yang mengistilahkan sebagai tanda ‘inda qoulin, ini maksudnya adalah mengisyaratkan adanya perbedaan pendapat ahli qurra mengenai lafal tersebut apakah boleh berhenti atau teruskan saja bacaannya, dalam hal demikian, pendapat yang lebih baik adalah dengan meneruskan (washal) bacaan Alquran,"


"Ke sembilan, Tanda huruf shad, lam dan alif maqsurah صلى, artinya washlul aula,"


"Kalau kita bertemu dengan tanda ini pada saat membaca Alquran, ini memberikan tanda bahwa tanda tersebut berarti meneruskan bacaan lebih utama atau baik dari pada mengehentikannya,"


"Kesepuluh, Tanda huruf lam alif لا, artinya la waqfu fihi,"


"Tanda tersebut memberikan peringatan kepada pembaca bahwa tidak ada waqaf pada lafal tersebut, dengan demikian akan lebih aula jika meneruskan bacaannya,"


"Kesebelas, Tanda dengan huruf kaf كـ, artinya kadzalika muthobiqun lima qoblaha,"


"Tanda ini adalah sebagai isyarat akan adanya kesamaan antara tanda tersebut dengan tanda sebelumnya, dengan demikian apabila tanda sebelum tanda كـ adalah tanda waqaf قلى, maka tanda ini artinya waqaf قلى, dan jika tanda sebelumnya tanda لا, maka tanda inipun berarti لا juga,"


"Ke dua belas Tanda sepasang titik tiga, artinya mu’anaqoh,


"Sepasang tanda titik tiga tersebut berarti pembaca boleh berhenti pada salah satu dari dua titik tiga tersebut, ingat hanya salah satu titik tiga."


"Ke tiga belas, Tanda huruf sin adalah kependekan dari saktah,"


"Pada tanda tersebut pembaca berhenti sebentar tanpa mengambil nafas,"


"Ke empat belas, Tanda diambil dari potongan kepala huruf sin سـ, tanda ini sangat jarang ditemukan bahkan kadang-kadang ada cetakan mushaf Alquran yang tidak terdapat tanda tersebut,"


"Tanda ini adalah sebagai tanda dari waqaf sima’i atau mendengar apa yang dilakukan oleh rasulullah sholallohu 'alaihi wasalaam,"


"Sholallohu 'alaihi wasalaam." ucap semua.


"Tanda ini bukan atas dasar ijtihad para ulama qurra, tetapi berdasarkan apa yang didengar dari bacaan Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasalaam,"


"Sholallohu 'alaihi wasalaam." ucap semua.


"Melalui riwayat yang mutawattir, Namun ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa tanda sima’i ini adalah selain sebagai tanda waqaf bacaan Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wasalaam,"


"Sholallohu 'alaihi wasalaam." ucap semua.


"Waqaf ini juga disebut dengan waqaf ghufron, waqaf munzal atau bahkan ada sebagiannya yang menyatakan sebagai waqaf malaikah,"


"Ke lima belas, Tulisan سجدة


Tanda ini bukan merupakan waqaf, namun dimasukkan pada bagian ini karena biasanya setelah membaca ayat atau lafal yang terdapat tulisan sajadah dianjurkan untuk berhenti dan membaca tasbih,"


"Mengenai hal ini sudah dipelajari pada semester kemarin."


"Lemudian ke enam belas, Tanda huruf ’ain, tanda ini merupakan kependekan dari makra’ atau ruku’ tanda ini terletak di pinggir garis hiasan pada mushaf Alquran adalah sebagai tanda bahwa satu pokok bahasan atau topik masalah yang ada di dalam Alquran telah selesai dan berganti dengan bahasan yang lain, juga sebagai tanda anjuran kepada pembaca yang hendak menghentikan bacaan Alquran dan tidak meneruskannya lagi untuk sementara waktu, karena ingin istirahat atau ada keperluan lain,"


"Pada Musyawarah Kerja Ulama Alquran pada tahun 1980 telah diambil suatu keputusan untuk menyederhanakan tanda-tanda waqaf tersebut menjadi 7 macam saja, dengan asumsi bahwa tanda-tanda yang disederhanakan tersebut tidak mengurangi arti dan maksudnya." jelas Rafan.

__ADS_1


"Wallohu'alam, sampai disini dulu, assalamu'alaikum." kata Rafan meninggalkan kelas.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.


__ADS_2