
Keesokan harinya Anak-anak yang berada di taman komplek sedang menunggu kedatangan Acha, taman di penuhi canda dan tawa gembira, ada sebagian yang saling kejar mengejar, ada yang sedang merapihkan taman, ada yang sedang membaca di gazebo dan berbagai kegiatan lain nya yang biasa anak anak lakukan.
Acha yang membawa buku buku dengan senyuman ceria, langkah demi langkahnya menuruni tangga, serasa semua orang tak ingin berpaling dari senyuman yang mereka rindukan karena senyuman itu sudah lama menghilang dan kini kembali lagi.
"Uma, Abi, Acha berangkat." kata Acha mencium punggung tangan kedya orang tuanya.
"Kak Acha mau kemana." kata Zira.
Terlihat Rafan Shilla dan Zira yang langkah demi langkahnya menuruni tangga.
"Kakak mau ke sekolah." kata Acha.
Acha dengan senyuman dan wajah cerianya langsung menghampiri Rafan dan Shilla untuk mencium punggung tangan mereka, Rafan dan Shilla tersenyum bahagia melihat Acha yang sudah kembali seperti dulu.
"Semangat ya Dek." kata Rafan mengusap lembut kepala Acha.
"Harus dong, kan ini hari pertama ngajar, masa Ibu gurunya nggak semangat gimana nanti murid-muridnya." kata Shilla.
"In syaa Alloh." kata Acha tersenyum.
"Mau ikut." kata Zira.
"Ayo, meluncur." kata Acha mengulurkan tangan.
Zira langsung menggenggam tangan Acha dan langsung mengikuti Acha.
"Kami berangkat, assalamu'alaikum." kata Acha yang langkah demi langkahnya pergi meninggalkan rumah.
Melihat jam tangan yang dipakainya Acha sedikit mempercepat langkahnya, karena sudah tak sabar ingin bertemu dengan anak-anak, sesampainya di taman terlihat Azam sedang mengatur anak anak yang bercanda dan berlarian.
"Teman teman harap jangan bercanda gimana kalo Bu guru liat kalian main berlebihan, apa nanti yang dipikirkan, kita kan niat nya mau belajar." kata Azam.
Teman temannya langsung duduk di kursi masing masing, Acha hanya tersenyum melihat sifat bijaksana Azam diantara anak seumurannya.
"Assalamu'alaikum?" ucap Acha.
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab Mereka.
"Bisa kita mulai?" kata Acha.
"Bisa Ibu guru." kata Mereka.
"Kakak, Zira duduk dimana?" kata Zira.
"Zira duduk di pinggir Naura aja, mana Naura angkat tangan." kata Acha.
Naura mengangkat tangan dan Zira langsung berjalan ke arah Naura dan duduk disampingnya.
"Baiklah kita pengenalan dulu ya, kalian udah tau kan nama ibu guru siapa." kata Acha.
"Iya, Ibu guru Acha." kata Mereka.
"Wah pinter ya udah pada tau, dan sekarang Ibu mau tau nama-nama kalian, jadi kalian harus memperkenalkan diri, kenalan nya gak usah kedepan cukup di tempat masing masing dan berdiri, dimulai dari ujung kanan." kata Acha.
Azam langsung berdiri dan memperkenalakn diri, "Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh, ijin memperkenalkan diri," ucap Azam.
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh, silahkah" jawab semua.
"Nama Saya Muhammad Khirul Azam, panggil aja Azam." kata Azam.
__ADS_1
"Hai Azam." kata Semua dan Azam tersenyum.
"Jadi temen Kalian yang duduk di ujung kanan ini namanya siapa?" kata Acha.
"Azam." kata Mereka.
"Pinter, lanjut ke samping ya." kata Acha.
Perkenalan pun berlanjut dari murid ke murid lainnya, mereka bergembira karena punya teman baru di lingkungan baru, terlihat semangat untuk belajar yang berkobar, dan akhirnya perkenalan pun selesai.
"Nah nanti buat lebih kenal, nanti kalian tanya tanya dulu keteman sebangku nya oke." kata Acha.
"Oke Ibu guru." kata semua.
"Sekarang kita lanjut ke pembelajaran." kata Acha.
"Hore." ucap semua.
"Kita akan mengenal huruf abjad dulu ya." kata Acha.
Acha segera menulis huruf abjad di papan board dan membacanya satu persatu yang di ikuti oleh para murid.
"Nah kadi sekarang tulis ya." kata Acha.
Acha segera membagikan alat tulis pada setiap murid, tanpa di suruh Azam maju dan membantu Acha membagikan alat tulis, Acha terseyum melihat pengertian Azam, semua murid sudah memegang alat tulis.
"Makasih ya Zam." kata Acha.
"Terimakasih kembali Bu." kata Azam dan langsung kembali ke tempat duduk.
"Sekarang kalian harus belajar nulis, nulis hurufnya sambil di baca ya." kata Acha.
"Iya Ibu guru." kata Mereka.
Sebuah mobil terhenti dan terkihat Buk maryam dan pak Sobari membawa box nasi vemilan dan minum, dengan bantuan dari tenaga pak sobari akhirnya semua makanan itu di bawa hadapan Acha.
"Ini Nak Acha semuanya sudah beres." kata Buk Maryam.
"Iya sudah semua." kata Sobari sedikit kelelahan.
"Makasih ya Pak Sobari, Bu Maryam jadi ngerepotin." kata Acha.
"Nggak kok Neng, Bapak malah seneng bisa menjadi peranan dalam pendidikan mereka." kata Sobari.
"Iya bener, yaudah semangat selalu buat Nak Acha." kata Maryam mencubit gemes pipi Acha.
"Iya Bu makasih." kata Acha.
"Oke Ibu pamit ya semua, belajar yang bener ya, semangat ada makanan." kata Maryam terkekeh.
"Mantep pokoknya." kata Sobari mengangkat jempol, para Murid tertawa renya melihat tingkah Pak Sobari.
"Assalamu'alaikum." kata Maryam dan Sobari pergi meninggalkan taman.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." jawab Mereka.
"Oke cukup udah jam 10 waktunya istirahat, Kita makan." kata Acha mengeluarkan banyak cemilan, air putih dalam botol dan makanan berat kemudian membagikan nya ke masing masing Murid.
"Makasih Ibu guru." kata Mereka.
__ADS_1
"Iya sama-sama, mari kita makan jangan lupa baca do'a dulu, ada yang bisa?" kata Acha.
"Bisa." kata Semua.
"Siapa yang mau pimpin do'a nya?" kata Acha.
"Azam Bu." kata Azam mengangkat tangan.
"Wah maa syaa Allah, silahkan pimpin Zam." kata Acha.
Azam pun segera memimpin do'a kemudian do'a pun dilantunkan dan di ikuti oleh semua, makanan pun segera di santap, semuanya bergembira dan bersyukur, setelah selesai makan mereka segera membersihkan meja mereka, dan Azam kembali mumimpin do'a setelah makan.
"Udah selesai semua?" kata Acha.
"Iya Ibu sudah." kata Mereka.
"Gimana makannya enak gak?" kata Acha.
"Enak banget Bu, makasih Ibu guru." kata Mereka.
"Makasih nya sama Allah dong, Ibu hanya perantara yang Alloh kirim." kata Acha.
"Makasih yaa Allah." ucap Mereka.
"Oke habis ini kalian boleh pulang." kata Acha.
"Hore." kata mereka yang langsung membereskan alat tulis dan menyimpannya di bawah meja.
"Ibu mau ngasih tau, Ibu memilih Azam buat jadi ketua di sini gimana setuju gak?" kata Acha.
"Setuju Bu." kata Mereka.
"Jadi kalo nanti Azam ngatur kalian harus nurut ya." kata Acha.
"Iya siap Bu guru." kata Acha.
"Yaudah sekarang pimpin doa Zam, nanti perhari yang pimpin do'a sebelum belajar sama do'a sebelum pulang ganti gantian ya," kata Acha yang membuat para murid kebingungan.
"Jadi gini, misalnya hari senin sebelum belajar Azam yang pimpin do'a, terus pas sebelum pulang Danu yang Pimpin, terus hari berikut nya juga sama ganti orang nya ya, nanti Ibu bikin jadwalnya deh." kata Acha.
"Iya Ibu guru." kata Mereka.
"Yaudah Zam do'a." kata Acha.
Azam pun memimpin do'a, "Beri salam." kata Azam.
"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." ucap Mereka.
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab Acha.
Mereka langsung mencium punggung tangan Acha bergantian kemudian berhamburan pergi pulang.
"Hati-hati semuanya." kata Acha.
"Iya Ibu guru." kata Mereka.
Setelah semua pergi, Acha segera membereskan buku buku miliknya dibantu oleh Zira.
"Makasih sayang." kata Acha mencubit hidung Zira.
__ADS_1
"Sama sama Aka." kata Zira.
Langkah Acha dan Zira pun pergi meninggalkan taman, langkah mereka dipenuhi canda tawa.