MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 128


__ADS_3

"Aaa..." teriak Acha.


Krikkk gubrag...


Sebuah mobil mewah berwarna merah bata menerjang tubuh kecil Acha, botol air pun terlempar dan terlindas lindas kendaraan yang lewat.


......................


Semua teman teman nya segera menghampiri.


"Cha bangun..." tangis Liani.


Ririn segera meletak kan kepala Acha di pahanya.


Terlihat didalam mobil pria muda tercengo kaget.


Liani dengan kesal sekaligus sedih bergegas menghampiri dan di ikuti Rasi.


"Pak buka! Bapak harus bertanggung jawab." kata liani menggebrak kaca mobil.


"Li istighfar kita bicarain baik baik aja." kata Rasi menenang kan.


"Keluar pak!" kata Liani menangis.


"Acha..." tangis Ririn duduk yang terjatuh.


Rasi memeluk menenang kan.


"Acha?" kata yang keluar di bibir pemuda itu


Keluar lah Pria muda di dalam mobil itu.


Ya dia adalah Rizki sahabat Acha dan Liani yang terpisah untuk menempuh pendidikan.


Pria itu langsung berlari menghampiri Acha dan tanpa ragu langsung menggendong Acha.


"Maaf in Iki Cha." kata Rizki yang segera membawa Acha ke mobil.


Rizki segera membaringkan Acha di kursi bagian kedua mobil.


"Ayo cepet naik." kata Rizki pada teman temam Acha.


Cilla, Ririn dan Putri segera masuk dan duduk ke kursi bagian belakang.


Liani yang langsung masuk ke kursi bagian kedua dan meletakan kepala Acha di paha nya, dan Rasi duduk di kursi depan.


Semua nya khawatir, terutama Liani yang menangis terus menurus.


Tangis nya terlihat di kaca, lirikan Rizki bergantian fokus kejalan dan ke kaca.


"Udah Li jangan nangis aja." yegur Rizki.


"Siapa yang nggak nangis kalo sahabat nya terluka." tangis nya.


"Iya berdo'a aja." kata Rizki.


Deg!


Tangis Liani terhenti menyadari suara seseorang yang sangat di kenal nya.


"Razki?" kata Liani melihat ke arah kaca.


"Apa Lu liat liat." kata Rizki melihat ke arah kaca.


"Ih gr banget si lu." tangis Liani.


"Yah yah nangis lagi dah." kata Rizki.


"Rizki Lu tega bener ngelukain Acha." kata Liani.


"Yaa Alloh Li namanya geh musibah nggak ada yang tau." kata Rizki.


Teman teman hanya tercengo melihat ke akraban mereka.


"Kalian kenal?" kata Ririn.


Liani hanya mengangguk, dan mereka tidak bertanya lagi karena keadaan.


Sesampai nya di rumah sakit Acha segera di bawa ke ruang perawatan.


Rizki langsung mengisi administrasi, teman nya mondar mandir di depan ruangan.


"Gimana dokternya udah keluar?" kata Rizki.


"Belum." kata Liani.

__ADS_1


Dokter pun keluar dari ruangan, Rizki sontak langsung menghampiri.


"Gima dok keadaan nya?" kata Rizki.


"Alhamdulillah, beliau baik baik saja dan lukanya juga biasa saja, dan sebentar lagi juga siuman." kata Dokter.


"Oke makasih dok, kami bole masuk?" kata Rizki.


"Owh silahkan." kata Dokter.


"Ya sudah saya permisi." kata Dokter.


Mereka pun langsung masuk ruangan.


"Cha cepet bangun." kata liani meletakan pipinya di tangan Acha.


Acha yang sudah siuman dati tadi terkekeh mendengar tangis sahabatnya.


"Ih Acha udah sadar, bikin orang khawatir aja." rengek Liani.


"Dari tadi sayang." kata Acha.


"Tadi kata dokter..." kata Liani keheranan.


"Acha yang nyuruh." kata Acha.


"Lagian nangis segala macem." kata Acha.


"Ampun deh kebiasaan nya dari dulu buat orang khawatir, udah udah jangan ngomong Lu masih lemes Cha." kata Rizki.


Mendengar suara yang tak asing baginya acha sontak kaget.


"Ikiw Lu?" kata Acha.


Rizki hanya tersenyum so manis.


"Ih so manis." kata Acha.


"Emang manis." kata Rizki.


"Eh kapan Lu balik ke Indo?" kata Acha.


"Kemaren." kata Rizki.


"Awalnya gua mau ngasih surprise, hari ini gua mau ke pondok lu." kata Rizki.


"Umm." kata Acha.


"Emang udah selesai pendidikan Lu?" kata Acha.


"Gua kan pinter ya tiga tahun geh lulus lah." kata Rizki terkekeh.


"Uh sombanh nya." kata Liani.


"Bukan sombong hanya memberi tahu kenyataan." kata Rizki terkekeh.


"Jadi tahun depan Lu sidang dong." kata Rizki.


"Iya do'a in ya." kata Rizki.


"Selalu..." kata Acha dan Liani.


"Tu cabat lu diperjalanan nangis mulu." kata Rizki mengarah ke Liani.


"Uh tayang tayang" kata Acha mengusap pipi Liani.


"Ekhem dunia serasa milik mereka bertiga ya." kata Ririn.


Semua nya terkekeh.


"Eh iya gua belum ngabarin uma lu." kata Rizki melihat ke handphone nya.


"Ngapain, nggak usah tar mereka khawatir, orang cuma luka kecil kok." kata Acha.


"Udah boleh pulang gak nih, kangen pondok." kata Acha.


"Tar dulu abis dzhiru aja, gua mau sholat jum'at dulu di daerah sini." kata Rizki.


"Udah sholat sana udah jam setengah sebelas tuh." kata Acha.


"Yaudah gua ke masjid dulu ya, jagain Acha sama Laini ya yemen temen." kata Rizki terkekeh.


"Gua nggak sakit." kata Liani.


"Biasa aja dong, dari dulu kaya nenek lampir aja." kata Rizki.

__ADS_1


Liani pun bergegas berdiri dan hendak memukul Rizki dengan bantal, Rizki segera bergegas lari keluar, teman teman nya hanya terkekeh menyaksikan itu.


"Syutt udah ah di rumah sakit nih." kata Acha.


Adzan dzuhur berkumandang, suster yang sedang mengganti perban luka Acha.


"Sus udah jangan dulu di perban saya mau wudhu dulu." kata Acha.


"Owh iya mba." kata suster.


"Ada mukena sus?" kata Liani.


"Ada, tapi diruangan hanya ada satu." kata suster.


"Owh yaudah makasih sus." kata Liani


Mereka pun segera melaksanakan sholat dzuhur secara bergantian.


......................


Rizki yang sudah sholat jum'at segera bergegas kembali kerumah sakit.


"Dok?" panggil Rizki.


"Iya?" sau Dokter.


"Pasien atas nama Meiza boleh langsung pulang?" kata Rizki.


"Boleh, dan jangan lupa minum obat nya teratur." kata Dokter.


"Oke makasih banyak dok." kata Rizki berjabat tangan.


Acha yang sudah sholat kini sedang di ganti perban nya oleh suster.


krek...


"Assalamu'alaikum?" ucap Rizki masuk ruangan.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah." jawab semua.


"Udah pada sholat?" kata Rizki di angguki Semuanya.


"Udah sus gantinya?" kata Rizki.


"Sudah pak, saya permisi." kata suster.


"Yuk ah pulang." kata Rizki.


"Ini bener udah di bolehin?" kata Liani.


"Ya pulang hak kita dong, gak di bolehin, kabur lah." kata Rizki terkekeh.


"Ih nanya serius ini." kesal Liani.


"Ih kok kaya kucing sama tikus aja sih, awas loh takut saling suka nanti." kata Cilla.


"Dih apaan." kata Liani dan Rafan serentak saling memalingkan wajah.


"Yaudah yuk ah ke pondok." kata Acha.


"Acha udah gak papa?" kata Rasi.


"Iyaa udah sehat banget." kata Acha.


Mereka pun segera pergi meninggal kan Ruanga.


......................


Mereka segera masuk ke mobil, dan sekarang posisi Acha duduk di kursi depan.


Mobil pun dilajukan dengan kecepatan normal.


"Acha duduk di depan nggak papa ya, plis jangan ada yang cembuluu." ledek Acha terkekeh.


"Siapa?" kata semua kebingungan.


"Nggak ada cuma Acha ijin doang, kan takut nya ada." kata Acha.


"Owh." kata mereka


Liani hanya terdiam.


"Apaan Acha nih, mau buka buku rahasia apa gimana?" batin Liani.


Mobil pun memasuki area pondok, dan terhenti di depan kediaman kiyai Fatih.

__ADS_1


__ADS_2