MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 64


__ADS_3

"Ustadz Kami ingin mengikuti program tahfidz." kata Acha to the poin.


"Maa syaa Allah, Alhamdulillah." kata Ustadz Rayis.


Ustad Rayis pun memberi arahan.


"Baca ini setiap kali sebelum menghafal, agar di beri kemudahan." kata Ustadz Rayis memberi selembar kertas yang berisi do'a.


"Makasih Ustdaz." kata Liani dan Acha.


"Atas nama siapa?" kata Ustadz Rayis.


"Meiza Raudatul Fathma." kata Acha.


"Apriliani Frasisca." kata Liani.


"Okee selamat bergabung dengan program tahfidz, semangat selalu." kata Ustadz Rayis.


"Iyaa pasti Ustadz, assalamu'alaikum." kata Liani dan Acha.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kata Ustadz Rayis.


......................


Liani dan Acha pun bergegas pergi dan duduk di taman Asrama.


"Cha, Aku seneng banget Kita bisa ikutan tahfidz, tapi Cha Kamu mau ngafal karena Allah atau buat Ustadz Rayis, Aku harap semua itu karna Allah." kata Laini.


"Entah lah Li, tapi Aku akan berusaha meniatkan karena Allah." kata Acha.


"kan kata Jalaluddin Rumi 'Biarkanlah dirimu dibentuk oleh tarikan yang kuat dari sesuatu yang kamu cintai.' jadi semoga Cinta ini memberi tarikan sehingga Acga jadi seorang hafidzoh, Aamiin." kata Acha.


"Aamiin, semangat yaa, jangan terlalu berharap sama manusia." kata Liani memeluk Acha.


Matahari perlahan demi perlahan terbenam, adzan maghrib telah di lantunkan, semua santri bergegas ke masjid untuk melaksanakan shalat berjama'ah.


......................


Satu minggu telah berlalu Acha telah menghafal juz ke 30.


"Alhamdulillah yaa Cha kita sudah bisa hafal 1 juz, pokoknya harus semangat lillahi ta'ala." kata Liani.

__ADS_1


"Iyaa semoga Aku bisa memantaskan diri buat Bang Ustadz." kata Acha.


"Semoga cepet bisa lurusin niat lillahita'ala." kata Liani.


"Aamiin do'ain yaa Li." kata Acha yang sibuk membuat kaligrafi.


"Apa nih, maa syaa Allah kaligrafi, indah sekali." kata Liani.


Kertas berwarna putih yang dihiasi tinta hitam dengan lukisan kaligrafi ريس بخيرول ادام، dan terselip tulisan kecil Bang ustadz انا احبك.


"Beneran bagus?" kata Acha


"Iya cius deh." kata Liani.


"Yaudah anter aku." kata Acha.


"Iya..kemana?" kata Liani.


"Udah ikut aja." Acha yang menarik Liani.


......................


"Ngapain ke ruangan Ustadz Rayis?" kata Liani.


"Cha Kamu seriusan itu." kata Liani yang diangguki Acha.


"Ke Ustadz Rayis nekat banget." kata Liani.


Krek...


Terdengar pintu ruangan akan di buka menandakan Ustadz Rayis akan kelaur.


Acha langsung bergegas lari dan Liani masih tak percaya Acha senekat itu.


......................


Acha pun menarik Liani, dan bersembunyi di bawah pohon.


"Apa ini." ustadz Rayis yang saat membuka pintu ada sebuah kertas terjatuh.


"Kaligrafi maa syaa Allah indah sekali, eh Bang Ustadz انا احبك." kata Ustadz Rayis tersenyum.

__ADS_1


melihat senyum itu Acha pun tersenyum dibalik pohon.


......................


Acha dan Liani pun kembali ke asrama.


"Kayanya bang Ustadz seneng deh." kata Acha.


Liani hanya tersenyum mengangguk.


"Cha semoga Alloh segera membuka hati Acha agar menyadari, saat ini Acha sedang di fase ketertarikan terhadap makhluk." batin Liani.


Acha dan Liani pun masuk ke kamar


"Aciee udah hafal satu juz, semangat selalu yaa Kalian." kata teman teman sekamarnya.


"Eh Kalian, makasih kok bisa tau?" kata Acha.


"Tau lah kan di tempel di mading." kata Rasi.


Acha dan Liani hanya membulatkan mata.


"Iyaa setiap ada peningkatan hafalan bakal di tempel di mading, itu tuh buat motivasi yang lain dan diri Kita sendiri." lanjut Puput.


"Eh mereka tidur?" kata Acha melihat Ririn dan Cilla.


"Iyaa kecapean kali Mereka, tadi di program qiro'ah pemantapan soalnya." kata Rasi.


"Maa syaa Alalh semoga lelah nya menjadi lillah aamiin." kata Acha.


"Aamiin." kata Mereka.


......................


Setelah pelajaran kampus selesai Acha dan sahabatnya langsung ke teras paling atas yang memeng pemandangan nya membuat hati damai dan bisa melihat suset. mereka saling membantu hafalan satu sama lain.


hari demi hari berlalu sudah 3 kali Acha mengirim surat isian hati kepada Ustadz Rayis secara sembunyi sembunyi, dan Ustadz Rayis hanya kebingungan dengan datang nya 3 surat dengan isi yang sama dan darimana asalnya.


bulan demi bulan hingga menjadi tahun akhirnya di semester 4 Acha dan sahabatnya bisa mengkhatamkan hafalan nya , Mereka telah hafal 30 juz dan menjadi seorang hafizhoh.


Buat readers yang sedang berjuang menghafal ayat ayat suci Al Qur'an semangat selalu, semoga di beri kemudahan, dan hajat kalian menjadi Hafidz/hafidzoh nya ter qabul

__ADS_1


dan yang belum semoga setelah baca cerita ini hasrat jadi penghafal qur'an tertanam di hati aamiin


like and vote nya yaa


__ADS_2