MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 27


__ADS_3

"Alhamdulillah baik Silfa." kata pak Qayyis.


"Owh Ustadz to." batinku.


"Eh duduk duduk." kata Abi mempersilahkan.


"Fathu gak ikut Ustadz?" kata Umi yang mebawa air.


"Nggak Fa, awalnya beliau mau ikut saya larang takutnya alamat yang ini belum pasti, soalnya udah berapa kali salah alamat hehe." kata pak Qayis.


"Umi? Abi, pak Qayis, Alki mau ke atas dulu." kata ku yang menghindar dari obrolan orang tua, karna dulu pas aku masih kecil Umi sering ngajarin supaya jangan nguping pembicaraan orang tua yang sedang mengobrol.


Semuanya hanya tersenyum dan mengangguk.


...****************...


Pov silfa


Setelah makan dan mendengarkan berdebatan manis anak anak ku aku membereskan meja makan.


"Terus Alki ngapain besok mau kepondok?" kata ku.


"Iyaa kata Shilla kemungkinan santri putra nya besok ada yang ke pondok, makanya Alki selaku ketua pengurus pondok, di amanahin sama pak Kiayi besok kepondok." kata Alki.


"Ouhh gitu." kata ku yang merapihkan meja makan.


Ting nong..


Suara bel rumah berbunyi menandakan ada yang berkunjung.


"Assalamu'alaikum?" kata seseorang pria separuh baya di depan pintu.


Liani dan Nay pun langsung lari kekamar, kebiasaan Nya kalo ada yang bertamu langsung masuk kamar apalagi kalo cowo yang bertamu.


"Yuk Nay kita keatas." ajak Liani.

__ADS_1


Naila hanya mengangguk menyetujui dan mereka pun langsung ke atas yang langkah demi langkahnya menaiki tangga.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah." kataku, Abi dan Alki.


"Biar Alki aja Mi." kata Alki yang menghentikan Ku.


Aku hanya mengangguk dan tersenyum.


......................


"Siapa yaa suaranya gak asing." gumam Ku sembari melihat ke arah ruang tamu.


Aku pun pergi ke ruang tamu, dan mereka pun masuk.


"Yaa Allah Ustadz Qayyis, gimana kabarnya?" kata Ku dengan menyatukan kedua tangan.


"Alhamdulillah baik Silfa." kata pak Qayyis.


"Eh duduk duduk." kata Abi mempersilahkan.


......................


"Fathu gak ikut Ustadz?." kata ku yang mebawa air.


"Nggak Fa, awalnya beliau mau ikut Saya larang takutnya alamat yang ini belum pasti, soalnya udah berapa kali salah alamat hehe." kata pak Qayis.


"Umi? Abi, pak Qayis, Alki mau ke atas dulu." kata Alki, Kami hanya tersenyum dan mengangguk.


"Owh iyaa maksud kedatangan Saya kesini, karena Saya dengar kalian akan pindah rumah lagi?" tanya pak Qayyis.


"Iyaa, lagian untuk kenyamanan anak anak juga kan." kata Abi.


"Terus udah nyari tempat tinggal lagi?" kata Qayyis.


"Alhamdulillah udah, Saya bakal pindah ke komplek A No.105." kata Abi.

__ADS_1


"Kebetulan rumah Saya komplek A dan nomor 100." kata pak Qayyis.


"Wah kebetulan deket." kataku.


"Iyaa Sil, kalo udah tinggal disana sering sering silaturahmi kerumah yaa." kata pak Qayyis


......................


Beberapa jam kemudian selesai lah dari perbincangan.


"Ya sudah Saya pamit." kata pak Qayyis.


"Loh kok, tardulu makan dulu Ustadz Qayyis." kata Ku.


"Iyaa makasih gak usah Sil, kapan kapan tar namu lagi bareng Fathu." kata pak Qayyis.


......................


Kami pun mengantarkan pak Qayyis sampai luar rumah.


"Fii amanillah kawan." kata Abi.


"Assalamu'alaikum." kata pak Qayyis.


"Wa'alaikumussalam." kataku dan suami Ku.


...****************...


Pov Qayyis


Aku yang sudah la tidak bertemu sahabat ku, yang akhirnya Aku menemukan alamatnya.


"Nah ini komplek B nomor 50, semoga aja kali bener nggak salah alamat lagi." kata Ku di dalam mobil.


Gerbang pun dibuka oleh satpam dan Aku memberhentikan mobil di depan rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2