MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
Halaman 104


__ADS_3

Canda tawa mereka pun terhenti ketika mendengar pengumuman di speaker masjid.


'Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh.'


"Syutt, ada pengumuman." kata Acha yang membuat semuanya hening terdiam.


"Wa'alaikumussalam warohmatulloh." ucapa mereka dan langsung hening kembali.


'Diberitahukan kepada santriat, besok bertepat tanggal 22 oktober, kita akan mengadakan lomba sholawat ataupun syairan perkamar untuk memperingati hari santri, harap persiapkan dari sekarang..'


"Hah?" kata mereka saling menatap satu sama lain.


"Ngedadak banget." rengek Cilla.


'Dan lomba akan di lakukan di taman utama pondok..'


"Eh syut syut belum selasai itu." kata Acha.


"Eh dimana katanya?" tanya Rasi.


"Nanti Acha kasih tau, dengerin dulu aja." kata Acha sedikit berbisik.


Mereka hanya mengangguk, dan kembali mendengarkan.


'...saya minta kerjasamanya jam delapan harus sudah kumpul semua, diusahakan tidak ngaret! untuk judul sholawat ataupun syairan bebas sebisa kalian...'


"Mau sholawat apa?" kata Cilla.


"Nanti kita musyawarahin, simak dulu aja pengumumannya." kata Acha.


"Owh oke oke." kata cilla sedikit berbisik.


'...Dan satu lagi kostum juga menjadi penilaian, mungkin hanya itu wassalaam Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh'


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." ucap mereka.


"Yaa Alloh kostum juga." kata putri.


"Jadi gimana nih shohibah mau sholawat apa?" kata Acha.


"Yang lirik nya telah lahir cahayaa, itu aja judulnya apa liani lupa." kata Liani.


"Perasaan sih waktu sahar." kata Acha.


Brak...


Suara benda yang terjatuh.


"Astaghfirulloh." kaget mereka.


"Siapa?" kata Acha menghampiri keluar.


......................


Terlihat sepatu yang tergeletak di lantai.


"Perasaan ini sepatu diatas rak kenapa ada di lantai." gumam Acha kebingungan.


Terlihat seekor kucing lewat.


"Umm pasti ulah si kucing nakal itu." kata Acha yang meletakan sepatu itu kembali ketempatnya


Acha pun langsung masuk kembali.


......................


"Ada apa Cha?" kata mereke menengok ke arah luar.


Acha pun mengikuti arah pandangan mereka, terlihat Widya dan Lasma dari arah lorong menuju kamar Annisa.


"Widya, Lasma? Ngapain mereka tumben amat maen ke area sini, biasanya kan anti banget mereka maen ke kawasan kamar sini." batin Acha.


"Acha ya ditanya nya." kata Cilla.


"Haa, astaghfirulloh." kaget Acha.

__ADS_1


"Uh Cilla mah ngagetin aja." kata Acha.


"Kaget kenapa? orang Cilla nggak ngagetin Acha kok." kata Cilla.


"Wah Acha lagi melamun yaa, melamunin siapa hayoo." kata Putri.


"Hah nggak kok, yaudah pertanyaan nya apa?" kata Acha.


"Yang formal coba." kata Cilla.


Acha hanya membuang nafas kasar.


"Iya iya untung sabar." kata Acha sedikit gereget.


Sahabatnya hanya terkekeh.


"Mohon maaf Ibu Cilla, bisakah ibu mengulang pertanyaan nya kembali?" kata Acha dengan senyum terpaksa.


"Jadi gini ibu Acha, tadi kan ada suara kemudian ibu keluar, dan saya bertanya 'Ada apa diluar sana?' bisakah anda memberitahu kami?" kata Cilla terkekeh.


"Diluar nggak ada apa apa, suara tadi cuma sepatu jatoh." kata Acha langsung duduk.


"Lah kok bisa perasaan kan semua sepatu kita simpen di atas rak." kata Ririn.


"Kan namanya ge di atas pasti jatoh." kara Liani.


"Iyaa pasti jatoh kalo rak nya ke senggol, ada siapa tadi cha di luarnya?" kata Rasi.


"Nggak ada..." kata Acha terpotong.


"Ihh Cilla takut apa jangan jangan..." kata Cilla.


"Hantuu." kata Cilla dan putri langsung berpelukan.


Sahabatnya hanya terkekeh.


"Kenapa kalian ketawa?" kata Cilla melepas pelukan.


"Ya mana mungkin ada hantu sore gini." kata Ririn terkekeh.


"Lagian di luar cuma ada kucing kok, awalnya sama Acha mau di bawa masuk buat di kasih Putri." kata Acha terkekeh


"Kucing? Ihh gelii." kata Putri.


Semuanya terkekeh.


"Ehh stop!" kata Cilla yang membuat tawa ter henti.


"Kenapa?" kata mereka.


"Kenapa dari tadi Acha nggak bilang kalo di luara itu kucing bukan hantu." rengek Cilla kesal.


"Lah kan Acha nggak bilang kalo diluar ada hantu kok, Makanya kalo Acha belum selesai ngomong jangan di potong, jadi takut sendiri kan." kata Acha.


"Iya iya Cilla minta maaf." kata Cilla.


"Um tayang tanyang, dalam persahabatan nggak ada kata minta maaf." kata Acha." mencubit pipi Cilla.


"Aw sakit Acha." kata Cilla mengelus pipi.


"Eh heh ayo ayo kembali ketopik." kata Rasi.


"Sampe mana tadi?" kata Acha.


"Kita mau sholawatan nya waktu sahar." kata Liani.


"Owh iya iya, yaudah itu aja." kata Mereka.


"Tiga lagi apa buat cadangan, takut ada yang sama nanti." kata Acha.


"Thola'al badru gimana?" kata Ririn.


"Nah boleh boleh, dua lagi nih mau apa?" kata Acha.


"Sholawat burdah Fashal 10 gimana?" kata Rasi.

__ADS_1


"Bagus, suka nangis Acha apalagi pas di bait 'yaa nafsula taqnatii ming jaalalin adumaaat', uh banget artinya." kata Acha.


"Satu lagi apa?" kata Acha.


"Gimana kalo saa uuqbiilu yaa khoolikii ming jadiid" kata Cilla.


"Oke itu aja, so empat sholawat nih yang kita hapal?" kata Putri.


"Iya Putri." kata Mereka.


"Gimana kalo ke empat nya ada yang samain semua." kata Putri.


"Iya yah gimana tuh." kata Cilla.


"Yaudah syairan aja biar beda dari yang lain." kata Acha.


"Nah iya yang 'duh angin nu ngahiliwir' aja." kata Putri.


"Oke deh, tapi yang sholawat juga hapalin sama kalian." kata Acha.


"Tenang udah hapal semua." kata Mereka.


"Bagus lah." kata Acha.


"Eh kostum gimana nih?" kata Liani.


"Owh iya yah, hampir lupa." kata Acha.


"Yaudah bayangin dulu aja pantesnya gimana." kata Acha.


Mereka pun menatap ke arah langit langit kamar memikir kan pakaian apa dan seperti apa yang pantas untuk Acara besok yaitu hari santri.


"Ahaa." kata Mereka.


Mereka tersenyum saling menatap satu sama lain sembari menaik turunkan alisnya dan mengangguk.


"Gimana apa kita satu pemikiran?" kata Acha menaik turunkan alisnya.


"Kayanya sih iya." kata Mereka terkekeh.


Adzan maghrib pun berkumandang, santriat pun melaksanakan sholat berjama'ah dilanjut talaqi sampai masuk waktu isya.


Mereka pun sholat Isya berjama'ah.


"Harap semuanya dengarkan ini." kata Muza di masjid bawah.


"Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." ucap Muza.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.


"Untuk besok di usahakan Sholawat atau syairan nya tidak sama dengan kamar lain, maka dari itu persiapkan beberapa sholawat dan syairan nya, jadi jangan hanya satu sholawat ataupun syairan nya, dapat di mengerti?" kata Muza.


"Iya Ustadz." jawab semua.


"Dan untuk kostum semenarik mungkin, kostum juga akan di lombakan dan menjadi penilaian, boleh untuk bersolek." kata Muza.


"Haah?" para santri wan keheranan.


"Buat akhwat ya bukan ikhwan, tapi kalo nggak malu silahkan." kata Muza terkekeh


"Dikara Ustadz." kata Gilang.


"Untuk malam ini free ya, ngaji kitab di liburkan dulu, tapi bukan free untuk berleha leha tapi untuk persiapan besok, pokok nya persiapannya harus matang." kata Muza.


"In syaa Alloh siap Ustadz." kata Santriat.


"Hanya itu wasalaam, Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatuh." ucap Muza.


"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.


Semua santriat pun berhamburan keluar masjid dan menuju ke alam masing masih, eh enggak ya, maksudnya ke kamar masing masing.


'Perkecillah dirimu, maka kau akan tumbuh lebih besar dari dunia. Tiadakan dirimu, maka jati dirimu akan terungkap tanpa kata-kata.'


❤Jalaluddin Rumi❤

__ADS_1


__ADS_2