MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 42


__ADS_3

Aku dan Silfa pun mengobrol di taman rumah, duduk di kursi panjang berwarna putih yang terbuat dari kayu.


"Eh pas malem kalo Rafan gak bilang nomor rumahnya, mungkin aku sampe sekarang nggak tau kalo Rafan sama Acha itu anak Kamu Fath." kata Silfa.


"Aku juga kaget ternyata Muza itu putra kamu Fa, Aku taunya putra Kamu itu nama nya Alki." kata ku.


"Iyaa keluarga Aku sering panggil nya Alki kecuali Liani udah biasa panggil bang Muza, eh iya pas Acha main ke rumah waktu itu, aku liat Acha, mukanya.. tingkah lakunya hampir mirip ke Kamu tau, Aku jadi ke inget Kamu pas itu." kata Silfa.


"Haha namanya juga anaknya pasti ngalah ke uma nya." kata ku terkekeh.


"Iyaa bener bener." kata silfa.


"Yaa pas awal Muza anterin Liani ke sini, Muza bilang nya mondok sedangkan katanya Alki kuliah, gimana Aku bingung." kata Ku.


"Iyaa jadi itu kuliahan tapi pondok gitu." kata Silfa.


"Owh iya sekarang mah kuliahan juga ada kaya gitu, pas zaman Kita pondok sampol sekolah baru sampe MA sederajat." kataku.


"Iyaa bener." kata silfa.


"Liani mau ke situ?" kata ku.


"Iyaa Acha juga suruh ke situ aja Fath, ilmu agama dapet juga kan." kata Silfa.


"Iyaa tar aku coba bujuk deh, anak anak sekarang tuh udah ngikutin zaman soalnya." kataku.


"Rafan kapan nih kasih mantu, masa ganteng ganteng blm ada pendamping nya." kata Silfa.

__ADS_1


"Do'a in aja supaya cepet nemu wanita yang solehah, dia tuh banyak cewe yang ngejar2 tapi cuek aja, nggak tau kenapa." kata Ku terkekeh.


"Yaa mungkin kan rafan udah istiqoroh duluan, eh terus kapan wisuda?" kata Silfa.


"Sekitar 2 bulanan lagi lah." kata Ku.


......................


Setelah berbincang bincang, suami Kami pun keluar dari dalam dan menghampiri Kami.


"Qayyis, Fathma, Ane sama Silfa pamit pulang, masih banyak yang harus di beresin buat tar malem." kata Iham.


"Iya iya ustadz, sering sering kesini yaa sekeluarga." kata Ku.


"Iyaa in syaa Allah, keluarga kalian juga, yaudah assalamu'alaikum." kata Iham.


"Wa'alaikumussalam." kata Ku dan suami Ku tersenyum.


...****************...


Pov acha


Aku yang sudah sampai di toko om toni, Aku pun segera ketempat dimana Aku menaruh buku pas kemarin.


"Assalamu'alaikum, ohayô gozaimasu." kata Ku sedikit mebungkuk.


"Wa'alaikumussalam warohmatullah, ohayô gazaimasu." kata om Toni membungkuk, Kami pun terkekeh.

__ADS_1


"Acha pengen beli buku, tapi nyari bukunya dulu." kata Ku.


"Yaudah cari aja." kata om Toni


......................


"Hu uh gara gara kemaren nangis, jadi gak baca buku kayanya seru deh, tapi kemana yaa bukunya padahal mau Acha beli." gumam Ku sambil mencari cari.


"Kayanya udah ada yang beli deh." kata Ku.


......................


"Om, kalo novel yang judulnya pengorbanan cinta, udah ada yang beli apa gimana?" tanya Ku pada om Toni.


"Oke wait one minuts, Om liat list dulu oke." katanya sambil mencari cari di sebuah buku besar.


"Okey I will waiting." kata Acha.


"Owh iya nak sudah ada yang beli ternyata." kata om Toni.


"Yaahhh, masih ada lagi gak Om?" kata Ku sedikit kecewa.


"Not honey, because itu buku satu satunya lagi, ada satu lagi tapi itu khusus perpustakaan, baca aja." kata om Toni.


"Are you serius? sebelah mana Om? Yang penting Acha reading novel itu." kata Ku semangat.


"Yes I'm dua rius hehe, let's go Kita cari." kata om Toni.

__ADS_1


'Kebahagian itu tidak harus dengan materi, bisa berbibcang dan bercanda tawa dengan orang orang yang kita cintai itu pun sudah cukup.'


❤26.dey❤


__ADS_2