
Matahari pun muncul dengan cahaya cerahnya yang membuat kantuk pun menghilang.
"Hoamm, uhh masih ngantuk." kata Cilla dengan tas biru yang gendong nya.
"Makanya Cill kalo abis ngaji langsung bobo jangan maen handphone." kata Putri.
"Lagian kan nggak bisa tidur." kata Cilla.
"Ya gimana mau tidur kalo kena sinar handphone, yang Acha rasain ya sekalipun ngantuk berat kalo ke sinar handphone langsung ilang." kata Acha.
"Yu ah ke kampus." kata Rasi.
Mereka pun keluar kamar, sinar matahari pun sampai ke wajah cantik mereka.
"Aduh silau banget, serasa mata pengen merem aja." kata Cilla.
"Udah ayo ah." kata Acha merangkul Cilla.
Langkah demi langkah mereka pun sampai di kampus.
"Uhh sepi yah biasa kalo masuk gerbang pasti ada ustadz Muza lah sekarang nggak ada." renget Putri.
"Lah kok Puput sekarang sekarang bahas ustadz Muza ciee." ledek Cilla.
"Dih apaan sih Cil." kata Putri.
"Jangan jangan Puput cinta sama ustadz Muza." kata Cilla.
"Ya iya lah siapa sih yang nggak cinta sama gurunya." kata Putri.
"Tuh kan." kata Cilla.
"Maksud puput tuh, bukan Cinta soal perasaan yang di mana Puput ingin memiliki beliau, ini cinta kepada guru Cilla jadi agar ilmu Puput manfaat karena ada ridho beliau." kata Putri.
"Maa syaa Alloh, maa syaa Alloh Maa syaa Alloh Putri tumben bijak." ledek Cilla.
"Ihh Cilla nih ngeselin." kata Putri yang hendak memukul Cilla dengan buka yang sedang digenggam nya.
Cilla langsung berlari menghindar, dan putri mengejar nya.
Langkah demi langkah mereka pun sampai di depan kelas.
"Huhfthh..udah udah." kata Cilla mengatur napas.
"Puput ngapain sih pakr acara ngejar ngejar Cilla, kan keringetan jadinya." kesal Cilla.
"Ih bauu badan." kata Putri menutup hidung.
"Ihh yang bener." kata Cilla menciumi badannya sendiri.
"Nggak mandi kali kamu Cil." ledek Putri terkekeh.
"Enak aja, orang Cilla mandi kok, lagian nggak bau, nggak apa." kata Cilla.
"B aja dong, nggak usah nge gas." kata Putri.
"Udah udah kalian ah." kata Acha.
"Assalamu'alaikum?" ucap mereka memasuki kelas.
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab semua.
Mereka bergegas duduk di kursi masing masing.
Kringg...
Bel pun berbunyi menandakan jam pelajaran dimulai.
"Assalamu'alaikum?" ucap Rafan memasuki kelas.
__ADS_1
"Wa'alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh." jawab santriat.
Rafan menuju kursi nya, kemudian membuka buka kitab.
"Pas malem kalian sudah bahas tentang cara membaca bismillah sama ta'udz kan sama ustadz Rayis." kata Rafan.
"Na'am ustadz." kata santriat.
"Masalah cara membacanya udah?" kata Rafan.
"Belum Ustadz." kata santriat.
"Owh oke, siapin catatan nya, ustadz akan mendikte." kata Rafan.
"Masalah cara membaca bismillah antara dua surah, kebagi menjadi dua, yaitu jawaaz dan ghoiru jawaaz, sudah?" kata Rafan.
"Na'am." jawab santriat.
"Lanjut ya, yang pertama jawaaz atau boleh diwaqofkan di semua, yang termasuk jawaaz ada tiga, yaitu qoth'ul kulli, washol bismillah bi awalis suroh, dan washlul kulli,"
"Dan kedua ghoiru jawaaz atau tidak boleh, yaitu washol waqof, alasan nya tidak boleh karena takut disangka bismillah itu nyatu sama suroh pertama, ngerti nggak?" kata Rafan.
"Nggak ustadz." kata santriat.
"Jadi gini nih, yang masuk ke ghoiru jawaaz itu kan washol waqof, kan washol waqof itu, akhir suroh pertama di washolkan ke awal bismillah, dan akhir bismillah diwaqofkan pada saat akan membaca awal suroh ke dua, jadi itu nggak bisa takut di kiranya si bismillah itu masuk ke ayat surah pertama,"
"Contoh nya nih walam yakul lahuu kufuwan ahadum bismillahir rohmaan nirrohiim, qul a'udzu birobbil falaq, nah jadi takut si bismillah nya dikira ayat terakhir surah al-ikhlas, jelas sampe sini." kata Rafan.
"Na'am." kata santriat.
"Oke kita lanjut materi kemarin, Cilla tulis di papan board." kata Rafan.
Cilla pun segera maju mengambil kitab dan spidol.
Materi pun selesai di tulis,
"Sudah ustadz, sampe sini kan?" kata Cilla.
Cilla pun langsung ke tempat duduk nya, dan segera mencatat.
"Sudah mencatatnha?" kata Rafan.
"Na'am ustadz." kata santriat.
"Cilla?" kata Rafan.
"Na'am ustadz Cilla juga sudah." kata Cilla.
"Oke baik kita jelaskan," kata Rafan.
"IMALAH DAN TAQLIL."
"Imalah atau memiringkan yaitu membunyikan Fathah antara bunyi Fathah dengan kasroh, bisa disebut juga dengan Imalah Kubro,"
"Taqlil atau Imalah Sughro yaitu membunyikan Fathah antara bunyi Fathah dengan Imalah, dapat disebut juga dengan istilah Baina- Baina atau antara- antara,"
"Dalam riwayat Warsy, kalimah yang dibaca dengan Imalah hanya satu yaitu huruf 'HA' dari Thoohaa jadi dibaca Thoohee,"
"Dalam masalah Taqlil, maka terbagi atas dua bagian,"
"Pertama, hanya dibaca dengan Taqlil, kedua boleh dibaca dengan Fathah atau dengan Taqlil,"
"Adapun kalimah atau huruf yang hanya dibaca dengan Taqlil adalah, satu..."
Rafan menulis di papan board.
التَّوْرٰىةَ, الْكٰفِرِيْنَ
"Dibaca Attaureeta , alkeefiriina,"
__ADS_1
"Dua, huruf HA ( ح ) dan RO di fawatihul suroh atau surat yang diawali dengan huruf , seperti,"
الٓرٰ
"Dibaca Alif laaaaam ree dan huruf YA dan HA ( ه ) di awal surat Maryam,"
"Ketiga, Alif berbentuk YA yaitu Alif Maqshuroh atau Alif bengkok, yang berada setelah huruf RO, seperti,"
Rafan menulis di papan board.
الْقُرٰى - اشْتَرٰى
"Dibaca alquree, isytaree,"
"Yang disebut Dzawatur RO atau DZATURRO.
"Keempat, Alif yang berada sebelum huruf RO yang ada di ujung kalimah dan berharokat kasroh contohnya,"
Rafan menulis dipapan board.
الدِّيَارِ - دِيٰرِهِمْ
"Dibaca addiyeer, diyeerihim,"
"Dan tidak boleh dibaca Taqlil kalimah,"
Rafan menulis di papan board.
تُمَارِ
"Karena RO di sana bukan diujung kalimah sebab aslinya,"
Rafan bembulati kalimah yang ada dipapan board.
تُمَارِى
"Ke lima, Alif yang diapit dua huruf RO yang RO kedua dikasroh, seperti,"
الْأَبْرَارِ - الْقَرَارِ
"Dibaca Al abreer, alqoreer."
"Ke enam, Alif yang menunjukkan arti ta'nis yang diartikan perempuan, seperti,"
كِلْتَا
"Ayat di surat Al Kahfi 33,"
"Adapun Alif yang menunjukkan arti tasniyyah atau arti dua, maka tidak boleh dibaca Taqlil,"
"Ke tujuh, Ketika RO dan Hamzah terdapat dalam satu kalimah,"
رَءَا
"Dibaca Rē ē dengan syarat tidak bertemu dengan huruf sukun, maka apabila bertemu dengan huruf sukun maka RO dan Hamzah tidak boleh dibaca Taqlil seperti contohnya,"
Rafan menulis di papan board.
رَءَا الْمُؤْمِنُوْنَ
"Ke delapan, Alif bengkok selain yang nyambung dengan huruf هَا seperti,"
طَحٰىهَا
"Maka harus dibaca hanya dengan Taqlil yaitu di akhir ayat surat Toha, An Najm, Al Ma'arif, Al qiyamah, An Nazi'at, 'Abasa, Al A'la, Asy Syams, Al lail, Adh Dhuha, Al 'Alaq."
"Wallohu'alam, pertemuan yang akan datang kita praktek." kata Rafan.
Seperti biasa Rohman membereskan meja sang guru dan membawakan buku nya sampai ke kantor.
__ADS_1
Pelajaran demi pelajaran pun berlalu hingga akhirnya bel berbunyi.