
Setelah pengenalan pondok aku pun kembali ke rumah Ustadz Fatih bersama kak Muza dan Shilla.
"Assalamu'alaikum." kata Kami serentak.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." jawab semua yg ada di ruang tamu.
"Acha sudah menelusuri sampe sudut ke sudut pondok ini kah? haha." kata ustadz Fatih dengan becanda.
"Sudah ustadz." jawab Ku.
"Terus gimana nak, Kamu suka?" tanya Abi, dan umi pun seperti sedikit tegang dan penasaran.
"In syaa Allah Bi." kata ku sambil mengangguk dan tersenyum.
"Alhamdulillah." ucap semua orang.
......................
Abi dibantu oleh Muza yg membawa barang2 ku ke kawasan asrama putri.
"Maa syaa Allah ada kak Alki." kata santriwati santriwati yang kagum pada Muza.
Aku hanya mengerutkan alis Ku keheranan, kak Muza memang tampan sempurna dalam fisik dan akhlak pula, Aku sudah tau tetang kak Muza, jadi gak aneh lagi liat wajah nya.
......................
Semua barang barang Ku sudah dibawa ke kamar yg kamarnya bernama Annisa, Aku di sambut hangat oleh orang orang yang ada dikamar.
"Ayo nak, Abi sama Uma mau pulang dan akan berpamitan ke Ustadz Fatih dulu." kata Abi menahan sedih.
Setelah Kami keluar dari gerbang asrama putri.
"Nak Muza, nak Shilla, om titip Acha yaa." kata Abi.
"Iya insyaa Allah." jawab Muza dan Shilla mengangguk sambil tersenyum.
......................
Abi dan Uma pun berpamitan pada Ustadz Fatih.
"Alhamdulillah sudah selesai, Aku titip anak Ku yaa Uztadz Fatih." kata Abi sambil memeluk Ustadz Fatih.
"In syaa Allah, tenang aja walaupun Saya sibuk kan ada pengurus." jawab Ustadz Fatih meyakinkan Abi.
"Nak Abi sama Uma pamit ya." kata Abi mengelus kepala Ku.
__ADS_1
"Iya Abi." kata Ku menahan tangis.
"Kami pamit yaa assalamu'alaikum." kata Abi dan Umi hanya tersenyum antara bahagia dan sedih.
"Wa'alaikumussalam, fii amanillah." jawab Kami.
Ustadz Fatih melihatku dan mengetahui perasaan sedihku.
"Nak Acha yg betah ya disini, memang awalnya sulit tapi kalo di jalani diniqmati dan di syukuri semuanya gak akan kerasa walaupun sulit." nasehat Ustadz Fatih.
"Iya Ustadz in syaa Allah." jawab ku dengan nada datar.
...****************...
Pov Author
Kemudian Ustadz Fatih mengisyaratkan Shilla agar membawa Acha ke asrama putri, dan Shilla mengerti isyaratnya dan mengangguk. Ustadz Fatih dan Ustadzah Aisy pun masuk ke dalam rumah.
"Mari Acha, Ana antarkan." kata Shilla dan merangkul bahu Acha.
"Shill Ana duluan yaa, mau mempersiapkan untuk shalat berjama'ah sebentar lagi waktu maghrib." pamit Muza.
"Na'am Alki." jawab Shilla dengan tersenyum.
"Assalamu'alaikum."ucap Shilla.
"Wa'alaikumussalam." jawab serentak yang ada dikamar Annisa.
"Ini Acha teman baru Antuna dikamar ini, ingat selalu berteman dgn baik seperti keluarga sendiri yaa." kata Shilla dengan pengertian.
"Siap Ustadzah." kata mereka berlima sambil hormat.
"Disini perkamar di isi 6 orang Cha dan mereka teman sekamar Kamu, silahkan..
Shilla pamit dulu yaa mau mempersiapkan untuk shalat jama'ah, bentar lagi maghrib." kata Shilla yang ramah.
......................
"Maa syaa Allah ukhty baru di sini.. sama Kita juga haha, tak kenal kan? makanya ta'arufan." canda dari salah satu santriwati.
Mereka tertawa seperti orang yg sudah kenal lama.
"Perkenalkan nama ku Cilla oktaviani panggil aja Cilla dan nama anti siapa?" kata Cilla ramah.
"Namaku Meiza Raudatul Fathima panggilan nya bebas hehe tapi keluarga ku manggil Acha." kata Acha sambil tersenyum.
__ADS_1
"Dan Aku Rini Aprilia panggil aja Ririn." ucap Ririn.
"Aku Frisia Putri panggil aja Puput." kata Putri.
"Aku Rasia Anugrah panggil aja Rasi." kata Rasi.
"Aku Apriliani Frasisca panggil aja Liani." kata Liani terkekeh.
"Aaaa." Acha dan Liani pun berpelukan bahagia, membuat semua orang heran.
"Yeh gak usah, gak perlu kenal" ledek Acha.
"Dih Lu mah eh Anti maksudnya, kan takutnya Kamu lupa sama Aku." Kata Liani yang membuat Acha heran.
"*K*enapa Liani ngomong nya Aku kamu, Anti? Apalagi itu, mungkin salah satu peraturan pondok, udah ikuti alurnya aja Cha." batin Acha.
"He hei Meira ada apa ini." kata Cilla yg penasaran.
"Meiraa? Siapa?" teriak 3 santriwati.
Acha hanya mengerutkan kedua Alisnya, Liani hanya menatap Acha heran.
"Maksudnyaa Meiza Raudatul jadi Meira hehe." kata Cilla dengan percaya diri.
"Ihh Cilla ganti ganti nama orang aja." kata Ririn yang sama cerewetnya dengan Cilla.
"Biarin Dong Rinrin Aku yang manggil namanyaa wlee." kata Cilla meledek Ririn.
"Hiihh Ririn Cilok... bukan Rinrin." kata Ririn kesal.
"Ihh apaan Cilok nama Aku Cilla." kata Cilla.
"Yaa bodoamat bibir Aku yg ngomong" kata Ririn.
"Udah udah jangan berdebat huuhhh." kata Putri dan Rasi serentak.
"Mereka memang cerewet tapi asik, untung saja kamar ini berada di ujung lantai atas, untung nya Aku bisa sekamar sama Liani pula." batin Acha sambil senyum senyum.
"Eh eh tar dulu Meira kenapa senyum senyum hayoo." selidik Cilla.
"Haha nggak kok.. syukakkk aja liat Kalian." kata Acha dengan memeluk Mereka semua.
'Dalam Hal Kesederhanaan dan Kerendahatian jadilah Seperti Bumi.'
❤Jalaluddin Rumi❤
__ADS_1