
Om Toni pun mencari di rak buku, di toko bukunya yang sangat luas.
"Can you help Me." kata Om Toni.
"With pleasure." kata Ku.
Saat mencari cari buku aku melihat 2 orang yang sedang asik berbincang di meja paling depan.
"Siapa itu, kak Muza?" batin Ku.
"Tapi Dia sama siapa? itu bukan kak Shilla, eh bodo amat apa urusan Gw." batin Ku.
"Ini Cha buku nya." kata Om Toni sembari bemberikan buku itu.
Kak muza dan wanita itu langsung melihat ke arah kami, dan Aku pun hanya tersenyum dan mereka pun tersenyum balik.
"Arigatô gozaimasu." kata Ku ramah.
"Iie, dô itashimashite." kata om Toni, dan Kami terkekeh.
Aku pun segera duduk di meja pojok belakang tempat kemarin aku duduk.
......................
Aku pun membaca nya tentang kisah sebuah pengorbanan untuk orang yang di cintainya.
__ADS_1
"Bener yang kata kak muza bilang kemaren." batin Ku.
"Yeeyyy tamat deh, happy ending." kata Ku sedikit teriak dan menjadi pusat perhatian pengunjung di sana.
"Ara...(dijepang ara adalah ungkapan yang digunakan ketika menyadari kehadiran seseorang atau menemukan suatu benda, ungkapan ini hanya boleh diungkapkan oleh kaum hawa/perempuan saja)." kata Ku menyadari para pengunjung terpusat kepada Ku,
Pipi Ku menjadi merah jambu karna malu.
......................
Aku pun segera ke om Toni dan memberikan bukunya.
"Gimana Cha." kata om Toni yang mengambil buku dari Ku.
"Kisah cinta muslimah yang menginfirasi." kata ku gembira, dan tak sengaja saat aku tersenyum gembira, aku melirik ke arah kak Muza.
"Wa'alaikumussalam." kata semua yang mendengar salam Ku.
"Hati hati nak takut ada yang nyulik, lain kali cewe cantik gak boleh pergi sendiri, harus ada yang jaga, biasanya kamu sama Liani." ledek om Toni.
"Iyaa nih om, do'a in supaya cepet dapet pendamping hidup kalo bisa kaya di cerita ini yaa." canda Ku.
"Sembarangan aja ngomong nya kamu cha. Pengen kaya cerita, emang kamu mau di poligami wk" kata pak toni.
"Wihh keren om tau isi ceritanya, nggak sih om anti anti poligami Acha mah wk." candaku.
__ADS_1
"Mit amit." kata Ku mengetok ngetok meja.
"Tau lah, udah cepet pulang keburu maghrib, sendirian lagi kaya jomblo." ledek om Toni.
"Yahh.. om mah tauan aja." kata Ku.
Dari pagi sampe sore di toko buku om Toni itu sudah menjadi kebiasaan Ku dan aku sering shalat di mushola yang di sediakan om Toni di toko buku milik nya.
Saat aku akan keluar, aku melihat Bagas di balik pintu toko yang terbuat dari kaca.
"Ara..bagas." kaget Ku dan langsung bembalikan diri.
"Kenapa Cha." tanya om Toni, Aku pun menunjuk ke arah luar.
"Bagas? Nyumput nyumput Cha ke sini, Om gak mau kalo Bagas nyakitin Kamu lagi." kata om Toni yang tau masalah ku, karna aku dan Liani sering curhat ke om Toni apapun masalah nya.
......................
Aku pun bergegas sembunyi dibalik rak yang tak jauh dari kak muza karena tempat yang paling aman di situ.
"Huft hampir aja keliat Bagas." kata Ku mengatur nafas, di sisi lain kak Muza dan wanita itu melihat ke arah Ku.
Aku hanya tersenyum mengangguk.
"Mereka bersama anak anak lucu, mungkin mereka sedang mengajari anak anak itu, uhh bodo lah I don't care, Gw harus mikir gimana caranya tuh si Bagas harus cepet pergi." batin Ku yang berdebat dengan pikiran Ku.
__ADS_1
'Jangan lah gelisah dengan suatu kesedihan masa lalu, karena kesedihan hanya Fana karena akan berakhir dengan berjalannya waktu dan terganti dengan kebahagiaan diwaktu yang tepat.'
❤26.dey❤