MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 145


__ADS_3

Mereka pun mengganti baju dengan baju kaos milik Satpam yang ukurannya besar, Mereka berdua saling menatap dan terkekeh.


"Eh kegedean ya." kata Satpam terkekeh.


"Iya Pak, apalagi di Naura." kata Naura terkekeh.


Mereka pun segera menuju mushola yang berada di pinggir pos satpam, mereka langsung berwudhu dan melaksanakan Shalat berjama'ah.


"Naura ada mukenanya?" kata Azam.


"Iya Kak tapi kegedean." kata Naura.


"Yaudah gak papa, pake peniti aja." kata Satpam memasangkan sebuah peniti pada mukena.


"Makasih Pak." kata Naura.


"Iya, ayo Azam iqomat." kata Satpam.


Azam pun beriqomat, shalat berjama'ah dilaksanakan, dzikir dan do'a dilantunkan, setelah itu mereka langsung kembali ke pos.


"Nanti malam pokok nya kalian harus tidur di sini jagan diluar lagi." kata Satpam.


"Iya Pak." kata Mereka berdua.


"Terus kenapa selama seminggu kemarin nggak mau tidur di sini, cape tau nyuruh kalian tuh." kata Satpam.


"Kan pas itu Kami nggak mengenal Bapak." kata Azam diangguki Naura.


"Yaudah kalian istirahat aja Bapak mau keluar dulu." kata Satpam diangguki Mereka berdua.


"Ibu guru?" gumam Naura yang melihat Acha di luar.


Acha yang menengok kanan kiri seperti sedang mencari seseorang, Naura ingin menghampiri tapi tak tega membangunkan sang Kaka yang sudah tertidur pulas, Naura hanya memandang Acha di balik kaca.


Satpam yang sedang bulak balik di depan gerbang, melihat lihat keamanan komplek.


"Pak Jono?" kata Acha melambaikan tangan, Jono pun langsung menghampiri.


"Ada apa Bu guru." kata Jono terkekeh.


"Ih Bapak tuh ngikutin anak-anak aja, eh iya Azam sama Naura dimana Pak?" kata Acha.


"Ada, tadi sama Saya suruh istirahat." kata Jono.


"Owh lagi istirahat ya, yaudah deh nitip aja ini buat Mereka berdua." kata Acha menyerahkan sebuah tas besar.


"Ini isinya pakaian dan alat untuk beribadah." kata Acha.


"Wah makasih ya Cha." kata Jono.


"Iya Pak, titip salam aja buat mereka Acha pulang dulu, eh iya ada makanan juga buat Bapak sama anak-anak." kata Acha.


"Alahmdulillah makasih banyak banget ya." kata Jono.


"Ih si Bapak makasih mulu, yaudah ah Acha pamit assalamu'alaikum." kata Acha.


"Hehe iya wa'alaikumussalam, hati hati." kata Jono.


"Iya Pak." kata Acha.


Acha pun bergegas pergi langkah demi langkahnya semakin menjauh dan menghilang dihadapan Jono, Jono bergegas masuk menghampiri anak-anak, terlihat Naura dibalikk kaca yang sedang memandang ke arah luar."


"Eh Naura nggak tidur?" kata Joni mengusap lembut kepala Naura.


"Tadi Ibu guru ada apa?" kata Naura.


"Ini Beliau membawa pakaian dan makanan untuk kalian berdua." kata Jono.


"Makanan?" kata Azam yng langsung terbangun, melihat itu Jono dan Naura terkekeh.


"Kakak udah laper ya?" kata Naura, Azam hanya membalas dengan senyuman.


"Yaudah kalian ganti pakaian dulu ya, abis gitu kita makan." kata Jono.


"Siap Pak." kata mereka berdua.


"Adek duluan aja." kata Azam.

__ADS_1


"Kakak aja." kata Naura.


"Yaudah." kata Azam bergegas masuk ke dalam kamar, Naura menunggu di luar kamar.


Setelah Azam keluar dengan baju muslim putih dan celana warna hitam, Naura bergegas masuk ke kamar dan mengganti pakaian, Naura keluar dengan gamis dan sebuah kerudung yang di pegang nya.


"Loh kok kerudungnya gak dipake?" kata Jono


"Ini kain apa Pak?" kata Naura.


Azam dan Jono tertawa renyah, Naura hanya keheranan melihat mereka berdua, Azam bergegas menghampiri dan memakaikan kerudung itu di kepala Naura dan menuntun Naura untuk duduk bersama Jono.


"Ini yuh namanya kerudung Dek, untuk menutupi aurat perempuan." kata Azam.


"Owh Naura baru tau." kata Naura.


"Maafin Abang ya, Abang nggak pernah beliin kamu kerudung sampe sampe kamu nggak tau bagaimana itu kerudung." kata Azam.


"Eh sudah sudah, kan sekarang Naura juga udah pakai kerudung, jadi sekarang kita makan." kata Jono.


"Hore." kata Mereka berdua.


"Nanti besok kalian harus semangat belajarnya, dan tanyakan apa yang tidak pahami." kata Jono di angguki mereka berdua.


Mereka pun langsung menyantap makanan buatan Acha dengan lahap.


"Umm makanan nya enak." kata Naura.


"Iya dong, pastikan yang masaknya Bu guru." kata Azam.


"Kok Kakak tau?" kata Naura.


"Tadi Kakak nggak tidur Dek, jadi Kaka liat yang bawain ini Ibu guru." kata Azam terkekeh.


"Um Kakak mah." kata Naura.


"Alhamdulillah." kata Azam dan bersendawa.


"Hm Kakak." kata Naura.


"Eh yaudah Kita beresin dulu, abis gitu Bapak mau keliling komplek kalian mau ikut gak?" kata Joni.


"Ikut dong." kata Mereka berdua.


Mereka langsung membereskan bekas makan dan langsung pergi keliling komplek, pandangan Azam dan Naura tak lepas dengan lirikkan sana sini untuk melihat pemandangan sekitar.


"Wah komplek nya bagus banget ya." kata Naura.


"Iya Dek." kata Azam.


"Ini Rumah Ibu Guru." kata Satpam.


"Wah besar sekali, kalo rumah Ustadz dimana?" kata Naura berdiri di depan gerbang rumah Acha.


"Ada di depan sana rumah nomor 105." kata Jono.


Langkah mereka pun melanjut berkeliling komplek.


"Owh ini berarti rumah Ustadz ya Pak?" kata Azam.


"Iya nah itu Ustadz." kata Jono yang melihat Muza yang sedang duduk di kursi taman rumahnha, dan terfokus membaca kitab kitabnya.


"Assalamu'alaikum Ustadz?" kata Mereka.


"Wa'alaikumussalam, eh Kalian sini masuk." kata Muza.


Azam dan Naura langsung menatap ke arah Jono, Jono hanya mengangguk tersenyum, Azam dan Naura langsung menghampiri Muza dan mencium punggung tangannya.


"Ustadz titip dulu ya, Saya mau lanjut keliling." kata Jono.


"Iya Pak siap." kata Muza.


"Oke syukron Tadz, assalamu'alaikum."kata Jono.


"Wa'alaikumussalam." kata Mereka bertiga.


Jono pun langsung pergi, langkah demi langkahnya mulai menjauh dan punggungnya mulai tak terlihat.

__ADS_1


"Ih awas ya." teriak Liani yang sedang mengejar Rizki.


"Ampun." kata Rizki terus berlari.


Mereka saling mengejar memutari keberadaan Muza yang sedang terduduk dengan Naura dan Azam.


"Ih ngeselin, awas aja ya." kata Liani berusaha menangkap Rizki.


"Haha nggak kena wle." kata Rizki.


muza hanya menggeleng tersenyum melihat tingkah mereka, Liani pun berusaha menangkap Rizki, dan akhirnya jeweran pun meluncur ke telinga Rizki.


"Aw sakit-sakit, lepasin." keluh Rizki.


"Nggak bisa gitu." kata Liani.


"Yaa Alloh sayang tega bener sama suami." keluh Rizki.


Azam dan Naura terkekeh melihat tingkah Liani dan Rizki.


"Lucu yah." kata Naura diangguki Azam.


Langkah Liani dan Rizki pun terhenti menyadari keberadaan dua orang anak yang sedang duduk bersama Muza, Liani pun langsung melepas jeweran dan langsung menghampiri Azam dan Naura, Rizki bernafas lega dan langsung mengikuti Liani.


"Eh siapa ini lucunya." kata Liani menyubit pipi Naura.


"Muridnya Ustadz dan Ibu guru." kata Naura.


"Wah mau ikut belajar ya." kata Rizki.


"Iya Kak." kata Mereka berdua.


"Namanya siapa." kata Liani.


"Muhammad Khirul Azam, panggil aja Azam." kata Azam.


"Naura Salsabila, panggil aja Naura." kata Naura.


"Wah yang rajin ya belajarnya." kata Rizki.


"Eh kalian tinggal di kampung sebelah?" kata Liani.


"Nggak Kami tinggal di pos Satpam bersama Pak Jono." kata Azam.


Rizki dan Liani hanya saling menatap keheranan, Azam langsung menjelaskan karena mengerti keheranan mereka.


"Owh yang sabar yak Dek, Kalian berdua jangan sungkan kalo mau main ke sini, sepuasnya mau main di sini." kata Liani.


"Beneran Kak?" kata mereka berdua diangguki Liani.


Sebuah mobil terhenti di depan rumah, pandangan Mereka langsung tertuju ke arah mobil itu, Muza tersenyum dan langsung menghampiri.


"Abang." teriak Nayla memeluk Muza.


"Yaa Alloh Nay, Abang kangen banget sama Kamu," kata Muza mengelus lembut kepala Nay.


"Kamu betah Pondoknya?" kata Muza diangguki Nayla.


"Nay." kata Liani langsung berlari dan memeluk Nay.


"Kak Lili." kata Nayla langsung memeluk Liani.


"Jahat Kamu nikahan Kak Lili nggak dateng." kata Liani.


"Um marah nih, maaf ya kan waktu itu Nay lagi ulangan kan." rengek Nay.


"Iya iya." kata Liani.


Liani, Rizki dan Nayla pun langsung masuk kedalam, Azam dan Naura hanya memandang mereka keheranan dengan kedatangannya Nayla, teelihat Jono yang sudah datang kemudian langsung pamitan.


"Sering sering kesinj ya." kata Muza.


"Iya Ustadz, assalamu'alaikum." kata Mereka bertiga.


"Wa'alaikumussalam hati-hati." kata Muza


Mereka pun langsung pergi untuk kembali ke pos Satpam dan Muza langaung masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


__ADS_2