
Satu tahun berlalu
Ustadz Rayis berbincang dengan orang tuanya.
"Rayis, kamu itu udah 25 tahun, udah pantas untuk menikah, apakah sudah ada wanita yang cocok dihati?" kata ustadz Fatih dan Ustadz Rayis hanya menggeleng.
"Kalo memang belum ada, apakah Kamu bersedia Abi jodohkan?" kata ustadz Fatih.
"Jodoh? Dengan Siapa?" kata Ustadz Rayis.
"Sebentar lagi sampe." kata Ustadz Fatih.
......................
"Assalamu'alaikum? Abi manggil Raysa?" kata Raysa mencium tangan Ustadzah Aisyah.
"Iyaa ayo masuk nak." kata Ustadzah Aisyah.
"Sini nak duduk." kata Ustadz Fatih.
"Raysa Kamu?" kaget Ustadz Rayis.
Ustadzah Raysa hanya tersenyum.
"Abii..?" kata Ustadz Rayis.
"Iyaa nak, maaf abi tidak mengatakan ke Kamu terlebih dahulu, satu minggu yang lalu Abi sudah membicarakan ini dengan keluarga Raysa." kata Ustadz Fatih paham atas kebingungan Ustadz Rayis.
"Terus gimana keputusan kamu?" kata Ustadz Fatih.
"Rayis belum bisa jawab, Insyaa Allah dalam minggu ini Rayis Akan menjawab, setelah ada hasil dari Istiqoroh, Kamu sudah istiqoroh Raysa?" kata Ustadz Rayis diangguki Raysa.
__ADS_1
"Sudah ada hasil?" Kata Ustadz Rayis dan Raysa hanya menggeleng.
"Tak papa, coba dan terus saja istiqoroh sampai hasil." Kata Ustadz Fatih.
"Okee Abi tunggu hasil dari Istiqoroh kalian." kata Ustadz Fatih.
"Yaa sudah Abi, Umi, Raysa pamit soalnya ada yang sedang setor hafalan." Kata Raysa mencium tangan Ustadzah Aisyah, dan menyatukan kedua tangan nya ke Ustadz Fatih Dan Ustadz Rayis.
Raysa pun jalan mundur sampai pintu dan setelah di luar Raysa langsung membalikan diri dan tersenyum senyum.
'Sepasang kekasih tidak pada akhirnya bertemu di suatu tempat. Mereka berada satu sama lain selama ini.'
❤Jalaluddin Rumi❤
......................
Ustadz Rayis pun melaksanakan shalat Istiqoroh, begitu pun Ustadzah Raysa.
Tiga hari kemudian.
"Wa'alaikumussalam warohmatullah." jawab Ustadz Rayis tersadar lamunan.
"Eh Ustadz Alki.." kata Ustadz Rayis.
"Apaan sih Ustadz, Alki belum pantas dipanggil dengan gelar itu, masih jauh ilmunya geh hehe." kata Muza dan Rayis hanya terkekeh.
"Katanya Ustadz manggil Alki?" kata Muza diangguki Ustadz Rayis.
"Ada masalah Ustadz?" kata Muza.
"Nggak ada, saya cuma sedang mengalami dilema dan rasa takut datang pada saya Ki.." kata Ustadz Rayis.
__ADS_1
"Takut? dilema? maksudnya tadz?" kata Muza.
"Waktu itu Saya sudah pernah cerita kan sama Kamu tentang tiga surat yang entah siapa pengirim nya, terlukis nama Saya di kaligrafi yang indah dan terdapat ungkapan hati.." kata Rayis.
"Iyaa, lalu apa yang membuat Ustadz dilema dan takut?" kata Muza.
"Abi jodohkan Saya dengan Ustadzah Raysa, dan Saya takut orang yang yang mengirim surat ini sakit hati karena nanti mendengar pernikahan Saya dan Raysa, Siapa pun dia Saya akan merasa bersalah dan sedih jika ada seorang wanita yang tersakiti, apalagi jika diri Saya sendiri yang menyakiti jika wanita itu sampai menangis karena saya, sungguh di setiap langkah Saya akan selalu ada rasa salah Ki." kata Ustadz Rayis.
"Ustadz sudah Istiqoroh?" kata Muza yang di angguki Rayis.
"Lalu hasilnya?" Kata Muza.
"Raysa." kata Ustadz Rayis.
"Maa syaa Allah, Allah sudah ngasih petunjuk buat Ustadz, Ustadz jangan takut akan sakit hatinya wanita pengirim surat itu, jika memang wanita itu benar benar mencintai Ustadz dengan tulus malah wanita itu orang yang akan paling bahagia ketika melihat Ustadz bahagia, toh dalam cinta ada perjuangan dan hasil dari perjuangan itu mendapatkan atau mengorbankan, kita akan mendapankan salah satu itu diakhir perjuangan serahkan pada Allah maha pemilik hati, Ustadz do'a kan saja semoga hati wanita itu bisa di kuatkan dalam mengikhlaskan Ustadz." kata Muza.
"In syaa Allah Saya selalu mendo'akan." kata Ustadz Rayis.
"Maksudnya mengorbankan?" lanjut Ustadz Rayis.
"Maksudnya mengorbankan hasrat untuk memilikinya, dan mengikhlaskan seseorang yang Kita cinta untuk bahagia." kata Muza.
"Maa syaa Allah Ki, ternyata kamu ahli cinta." kata Ustadz Rayis terkekeh.
"Nggak kok ustadz biasa aja." kata Muza malu.
"Makasih yaa Ki, maafkan Saya, kalo Saya sering curhat ke Kamu." kata Ustadz Rayis.
"Nggak perlu minta maaf Tadz, lagi pula Alki udah anggap Ustadz kakak Alki sendiri, curhat aja in syaa Allah Alki bisa bantu." kata Muza.
"Yaudah yuk ke masjid, bentar lagi ashar." kata Ustadz Rayis.
__ADS_1
'Bersyukurlah atas siapapun yang datang. Karena masing-masing telah dikirim sebagai pemandu dari luar.'
❤Jalaluddin Rumi❤