
"Tadi di panggil sama ukhty Shilla, kayanya ada keperluan." kata Rafan.
"Owhh, ada kak Shilla." kata Liani semangat.
"Ukhty Shilla siapa dia, apa hubungan nya sama Kak Muza? Eh apaan sih Cha terserah Kak Muza doang, kenapa hati Gw sibuk sendiri, Cha Cha sadar Cha lagian gak bakal maulah Kak Muza yang maa syaa Allah ke cewe kaya Gw yang subhanallah ketambah faqir ilmu agama pula." batin Acha.
"Cha? Cha!" kata Rafan.
"Hah, kenapa Bang?" kata Acha tersadar dari lamunan.
"Ayo pulang, udah selesaikan?" kata Rafan.
"I.. i..iya bang." kata Acha tersenyum.
......................
Sesampainya di depan gerbang sekolah.
"Nah itu Bang Muza." kata Liani dan Mereka pun menghampirinya.
Liani mencium tangan Muza dan Shilla.
"Za, Lin, Shil, Ane pulang duluan ya." kata Rafan.
Rafan berjabat tangan dengan Muza dan Acha hanya menyatukan tangan dan tersenyum.
"Iya Ustadz, fii amanillah." kata Muza.
Liani dan Shilla hanya tersenyum dan mengangguk.
"Kita bakal jarang ketemu lagi." rengek Acha memeluk Liani.
"Unchh suatu saat nanti Kita pasti ketemu tiap hari wk." kata Liani memeluk Acha, Mereka pun melepas pelukan.
...****************...
__ADS_1
Pov acha
"Yaa Allah, cantik sekali wanita itu, bak Bidadari, kayanya Gw bukan level nya Kak Muza deh, Astaghfirullah mungkin gara gara Gw terlalu ngarep ke kak Muza jadi Gw ngira nya kak Muza suka sama Gw, ternyata beliau udah punya calon, duh apaan sih Cha pokoknya Lu jan sampe punya rasa cinta inget yang dulu dulu emang Lu gak bosen sakit hati mulu." batinku.
"Kenapa Dek? Kamu bilang sesuatu?" selidik bang Rafan.
"Hah? Nggak kok bang." kata Acha.
"Masa iya bang Rafan denger Gw ngomong, kan Gw ngomong di hati." batin Ku.
"Ahh udah lah pusing Gw." teriak Ku yang membuat semua pandangan tertuju padaku.
"Dek kamu gak papa? Kamu sehat kan?" kata bang Rafan memeriksa suhu tubuh Ku.
"Hah, eh hehe iya gak papa Bang." kata Ku sedikit malu.
"Sumpah malu bat Gw." batin Ku melihat kak Muza, kak Shilla dan Liani pandangannya tertuju pada Ku.
Liani mengangkat alis nya mengisyaratkan, dan Aku hanya menggeleng dan tersenyum, Liani pun mengangguk percaya.
"Emang Lu gak bakal bareng?" kata bang Rafan.
"Ya kali Bang kalo Gw naek mobil bareng Kalian, Siapa yang mau bawa nih si merah." kata Iki sambil memukul motornya yang memang Iki sudah best friend sama bang Rafan.
"Owhh iya yah, hati hati, jangan ngebut bawa motor nya." kata bang Rafan.
Kami pun masuk mobil.
"Siap bang." kata Iki yang memberi kelakson dan langsung pergi duluan.
Aku dan Bang Rafan pun menaiki mobil dan mengklakson Kami pun tersenyum pamit ke Liani, Kak Muza dan kak Shilla.
...****************...
Pov Liani
__ADS_1
Setelah Acha dan Bang Rafan pergi ke mobil mereka.
"Ahh udah lah pusing Gw." teriak Acha yang membuat semua pandangan tertuju padanya.
"Lah kenapa tu anak." batin Ku.
Acha melihat ke arah Ku, Aku hanya mengangkat alis mengisyarat kan, dan Acha hanya menggeleng tersenyum, 'ouhh' Aku mengangguk percaya.
......................
Acha dan Bang Rafan pun menaiki mobilnya memberi klakson dan tersenyum untuk pamit.
Aku pun berbincang bincang karena sudah lama tak berjumpa dengan kak shilla, biasanya kalo libur semester kak Shilla suka main kerumah.
"Dih biasanya kak Shill suka maen ke rumah kalo libur semester, semester ini kok gak maen." rengek Ku.
"Iyaa kak Shill sibuk Lin, tanya aja sama Muza, orang libur semster ini diperpendek." kata Kak Shilla.
"Kenapa kak?" kata Ku.
"Yaa buat persiapan ta'arufan Santri baru, eh iya kakak tunggu Kamu di pondok." kata Kak Shilla.
"Owalah iya yah ternyata aku akan mondok." kataku yang menepuk kening Ku.
"Awas loh yaa kalo sampe Kamu gak jadi." kata Kak Shilla.
"In syaa Allah jadilah kak.. Wih makin sini kak Shilla makin cantik aja ni." godaku.
"Apa sih Lin, eh tapi makasih loh yaa." kata kak Shilla.
"Yaudah Shilla duluan ya." kata Kak Shilla.
"Jalan kaki kak?" tanya Ku.
"Iya orang rumah nya kan di sana." kata kak Shilla sambil menunjukan sebuah rumah yang tak jauh dari sekolah ku.
__ADS_1