
Pov Iki
"Yaa Allah selalu beri kebahagiaan pada orang yang hamba cintai meski itu harus menyakiti hamba, aamiin." do'a Rizki dalam hati.
...****************...
Pov Liani
"Yaa Allah hamba tau tiada apapun yang harus hamba cintai selain diri Mu, tapi ada perasaan lain di hati ini, tapi Hamba tak mengerti dengan semua ini, jika memang perasaan dihati Hamba adalah sebuah cinta, hamba mohon jangan biarkan hatiku mencintainya melebihi cinta Hamba pada Mu ya robb, aamiin." do'a Liani dalam hati.
...****************...
Pov silfa
"Yaa Allah apakah dia jawaban yang Kau berikan pada istiqorohku tentang pendamping untuk putraku, jika memang benar Dia adalah wanitanya Hamba serahkan segalanya pada Mu, akan tetapi Hamba masih terikat dengan janji pada sahabat lama, Hamba bingung yaa Allah berikan lah petunjuk Mu, aamiin." do'a Silfa dalam hati.
Mereka mengusap wajahnya masing masing dengam mengucapkan aamiin bersamaan.
Kami pun bersalaman ke yang lebih tua diantara kami (Tante Silfa), dan membereskan mukena.
......................
"Yaa Allah Nak, maafin ya Kalian baru pertama kali ke sini kurang jamuan dari Tante." kata Tante Silfa sedikit merasa gak enak.
"Yaa Allah Tante, selo aja sama Kita mah." kata Iki.
"Ihh Lu ya Ki." kata ku berbisik sambil menyikut perutnya.
"Aww, apaan si Lu, salah Gw apa coba." kata Iki bebisik dan mengusap usap perut nya.
"Nggak papa Tante segitu ge Alhamdulillah, malah Kita yang ngerepotin." kata Ku ramah.
__ADS_1
"Ih nggak kok, Tante malah seneng, kapan kapan kesini lagi ya, jangan bosen bosen." katanya ramah.
"Asiap Tante." kata Iki menyalami tangan tante dan aku hanya senyum malu dan sedikit kesal melihat kelakuan Iki.
"Yaudah tante Kita mau pulang dulu, makasih ya Tante, Assalamu'alaikum." kataku yang menyalami tangan tante dan langsung menarik Iki.
......................
"Assalamu'alaikum." kata Iki yang menengok ke arah Mereka.
"Wa'alaikumussalam, hati hati nak." kata tante Silfa sambil tertawa kecil.
...****************...
Pov author
"Wa'alaikumussalam." kata Liani dan Muza sambil tertawa kecil.
"Ada ada aja Mereka tuh, yuk ah masuk." Silfa yang masih tertawa kecil sambil berangkul Liani dan Muza.
......................
Acha yang masih kesal dengan prilaku Rizki..
"Eh eh lepasin Cha sakit Gw kaya kambing aja Lu tarik tarik." kata Iki menghentikan langkah Acha.
"Abis nya parah Lu Ki, malu maluin banget Lu." kata Acha yang masih kesal.
Kemudian Acha menarik tangan Iki lagi dan melanjut kan jalan.
"Lepasin Cha, Gw takut kalo ditarik sama Lu yang lagi kesel gini, tar bisa bisa ruh Gw doang yang ikut balik, terus kasian kan Umi Gw." kata Iki mengejek.
__ADS_1
Acha pun terhenti dan melepaskan Iki dan menatapnya dengan tatapan kesal.
"Bodo amat, emang Gw pikirin." kata Acha dan langsung pergi.
"Yehh masa lu ninggalin gw sendirian Cha tungguin ah, Acha!" teriak Iki sambil mengejar Acha.
......................
"Yaelah Lu mah ngambekan, ya udah Gw minta maaf, Gw gak bakal gitu lagi kalo namu ke rumah orang." kata Iki sambil memegang telinga, yang sudah menjangkau Acha.
"Janji!" kata Acha.
"Iyaa gw janji, tapi Lu jgn ngambek lagi." kata Iki.
"Iyee." kata Acha yang memasuki gerbang.
"Cha Lu mau kemana? Masa mau ninggalin gw sendiri gimana kalo ada orang jahat, plis Cha, kan Gw udah minta maaf." kata Iki memohon.
"Bodo emang gw pikirin." kata Acha.
"Jahat banget sih Cha, Gw nangis nih." kata Iki melas.
"Nangis aja kalo gak malu mah." ejek Acha.
"Gw kan lembut gimana kalo ada yang jahatin." kata Iki.
"Yaelah plis deh Ki, liat noh." kata Acha sembari menunjuk nomor rumah.
"(No.100>kediaman Qayyis Al Mustam) ini sih rumah Lu Cha." kata Iki polos.
"Hemhhemh." kata Acha sambil mengangguk kepala.
__ADS_1
"Berarti Kita udah sampe?" kata Iki polos dan Acha hanya mengangguk.
"Rumah Gw manee." kata Iki yang mebuat lelucon.