
"Ustadzah." kata Rasi dan langsung mencium tangan nya.
"Ustadzah?" kata Acha yang masing keheranan dengan tingkah Cilla.
Cilla hanya mengangguk.
"Cha ada Ustadzah Nurma." kata Liani.
"Maksud Cilla juga itu mau ngasih tau ada Ustadzah, Acha harus tanggung jawab yaa." kata Cilla.
"Haa Acha? yaudah iya deh." kata Acha pasrah.
......................
Mereka pun langsung menghampiri Ustadzah dengan sedikit tegang apa lagi Acha sangat tegang karena di suruh tanggung jawab atas semuanya.
"Ustadzah?" kata Mereka mencium punggung tangan Ustadzah Nurma.
"Wa'alaikumussalam, Antuna sedang apa?" kata Ustadzah Nurma.
"Eh iya assalamu'alaikum." kata Mereka.
"I ini Ustadzah anu..." kata Acha.
"Chilla.." kata Ustadzah Nurma.
"I iyaa ustadzah, Kami sudah selesai membersihkan seluruh masjid, dan sekarang akan ke kantin." kata Cilla.
"Aduhhh.." kata Cilla yang memejamkan matanya.
"Aduhh.." kata teman teman nya.
"Owhh yaudah ngak pa-pa, udah jam istirahat ini, tapi ingat kalo adzan langsung shalat." kata Ustadzah Nurma.
Mereka hanya keheranan.
"I iyaa ustadzah." kata Mereka.
"Assalamu'alaikum." kata Ustadzah Nurma dan langsung pergi.
"Wa'alaikumussalam." kata Mereka yang masih mematung sampai punggung Ustadzah Nurma tak terlihat.
......................
"Huft.. Cilla." kata Cilla yang membuang nafas perlahan.
"Aduh Cilla pake acara keceplosan lagi, untung aja Ustadzah nya lagi ada angin bae." gereget Cilla pada dirinya sendiri.
"Acha kata nya mau tanggung jawab." kata Cilla.
"Dih apaan segitu geh Acha udah mau jelasin, Ustadzah Nurma nya aja yang langsung nanya Cilla." kata Acha membela diri.
"Udah udah kan udah beres, lagian kan Ustadzah nya gak marah." kata Liani menenangkan.
"Yuk ah." kata Acha.
"Ririn mau ke kelas aja ya." kata Ririn.
"Lah kenapa?" kata Acha.
"Ririn nggak laper masih kenyang." kata Ririn.
"Yaudah beli minuman aja, ayoo ikut." kat Liani menarik Ririn.
"Nggak usah, makasih." kata Ririn melepaskan tangannya dari genggaman Liani.
"Seriusan nihh, nggak laper?" kata Acha diangguki Ririn.
"Haus pun nggak?" kata Cilla.
"Udah Ririn ke kelas ya." kata Ririn.
Acha dan yang lainnya saling menatap dan mengangguk satu sama lain.
"Yaudah kalo satu nggak semua harus nggak." kata Liani.
"Nggak bisa gitu dong Li, kasian Mereka, cape.. udah ngeluarin tenaga, dan sekarang mereka haus, laper juga." kesal Ririn.
"Eh Ririn kok kaya gitu.." kata Putri.
"Iyaa Ririn marah sama Liani? Mar..." kata Liani.
Acha memegang bahu Liani, agar tidak meneruskan.
"Kalian kalo mau makan makan aja.." kata Ririn.
Ririn pun langsung pergi meninggalkan Mereka.
Jagalah dirimu dari sifat marah. Karena kemarahan itu dimulai dengan kegilaan dan berakhir dengan penyesalan.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
Mereka hanya diam mematung karena melihat sikap Ririn.
"Yaudah gimana jadinya nih shohibah?" kata Acha.
"Yaudah Kita makan aja, laper nih." rengek Cilla.
"Terus Ririn..?" kata Liani.
"Udah... Beri Ririn waktu dulu, mungkin Dia lagi ada masalah, nanti Kita tanya baik baik." kata Rasi diangguki teman teman nya.
Langkah demi langkah merekapun memasuki area kantin.
......................
__ADS_1
"Mau beli apa?" kata Acha.
"Laper nih, Cilla mau beli nasgor aja deh." kata Cilla.
"Acha juga laper, Cilla nasi goreng, Acha apa yaa, yang lain mau apa." kata Acha.
"Wih itu ada warung baru." kata Putri.
"Aaa nasi kebuli." teriak Acha dan Liani.
Semua orang terfokus kepada Mereka berdua.
"Rinduu masa masa SMK." kata Liani dan Acha saling menatap.
Acha dan Liani berlari menuju warung itu dan menghiraukan orang orang.
......................
Rafan, Muza, Faziel, Shilla, dan Siddah yang sedang makan menggeleng dan terkekeh melihat itu.
"Yaa Allah dek dek, nggak ilang ilang ambyar nya." gumam Rafan.
"Ada ada aja." kata Muza menggeleng tersenyum.
Yang lain hanya terkekeh melihat Acha dan Liani.
......................
Cilla, Putri dan Rasi memerhatikan orang orang sekitar.
"Duh mereka malu malu in banget." keluh Cilla.
"Iyaa sampe Ustadz Ustadzah juga ngetawa in." kata Putri.
"Untung kantin belum rame, cuma baru ada geng kamar Khadijah, Salamah sama kamar Husain (geng Gilang)" kata Cilla.
"Kita duduk di sana aja." kata Rasi menunjuk meja yang kosong di sebelah meja yang ada geng kamar Husain.
Mereka pun memesan makan sesuai keinginan Mereka.
......................
"Itadakimasu..." kata Acha dan Liani masing masing membawa sepiring nasi kebuli.
"Eh kalian udah pesen?" kata Acha.
"Udah lagi otw." kata cilla yang melihat ke arah tukang nasi goreng.
"Pesan nasgor semua." kata Acha diangguki Mereka.
"Acha tadi tuh kau lucu banget, ngeliat nasi kebuli kaya belum pernah liat nasi." canda Gilang.
Semua orang yang mendengar itu terkekeh.
"Sumpah Gilang malu maluin banget, awas aja." kata Acha kesal.
Ustadz ustadzah terkekeh karena sedikit menguping ocehan Gilang.
"Ihh Gilang! Apaan sih." kesal Acha menunjukan garpu.
"Yaa Allah, Gilang cuma bercanda Cha, lagian Kamu sama calon suami galak banget." kata Gilang.
Uhuk uhuk..
Kata kata gilang membuat sebagian orang tersedak terutama Rafan dan Muza.
"Gilang!" kata Acha beranjak dari duduknya.
"Eh iyaa lupa, ternyata ada tugas di jam pelajaran setelah ini." kata Gilang langsung pergi.
"Sabar Cha, duduk duduk." kata Liani menenangkan.
"Hufthh..." Acha membuang nafas perlahan, dan duduk kembali.
Mereka pun melanjutkan Makan.
"*P*erasaan saya nggak ngasih tugas apa apa." batin Faziel.
Kegiatan makan Mereka terhentikan oleh singgungan Widya.
"Dih satu lagi kemana..?" kata Widya.
"Ehh parah emang kalian masa Ririn gak di ajak." kata Widya diangguki Lasma.
"Pantas saja seperti ada yang kurang dari Mereka.." batin Faziel.
"Iyaa kasian Ririn." kata Lasma yang mengetahui ada Ririn yang sedang memesan minum.
"Rin...?" Kata Mereka.
Ririn hanya melirik dan langsung mengambil minuman yang di pesan nya.
"Rin sini gabung." kata Liani.
Ririn menghiraukan sahabatnya dan langsung pergi begitu saja.
"Ririn kenapa sih." kata Putri.
"Entah.." kata Cilla.
"Iyaa nih Aku perhatiin dari pas abis jatoh tadi." kata Liani.
Telanlah amarahmu, sebab kau tidak pernah menemukan minuman yang dapat meninggalkan rasa lebih manis daripada itu.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
__ADS_1
Langkah demi langkah Ririn pun terhenti oleh rasa sesal.
"Mungkin Ririn yang terlalu baper aja kali yaa, astaghfirullah Rin jangan sampe gara gara baper persahabatan Kamu hancur." batin Ririn.
Selemah-lemah manusia ialah orang yang tak mau mencari sahabat. Dan orang yang lebih lemah dari itu ialah orang yang menyia-nyiakan sahabat yang telah dicari.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
Ririn pun bergegas kembali menuju kantin dan langkahnya terhenti.
"Apa gara gara liat Liani ngobrolnya akrab sama Ustadz Faziel yaa, soalnya Ririn suka sama Ustadz Faziel." kata Cilla cerewet.
"Uhuk uhuk." Faziel yang tersedak.
"Cilla!" kata Acha membulat kan mata.
Ririn hanya menutup mata menahan marah dan malu.
"Maafin lupa kalo ada ustadz Faziel." kata Cilla melas.
"Eh maksud Cilla, Ririn masih sakit ya bekas jatuh tadi nabrak Ustadz Faziel." kata Cilla sedikit meninggikan suara.
Hal itu menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di kantin.
"Ana sudah selesai, Ana duluan, assalamu'alaikum." kata Faziel pamit kepada jajaran nya.
"Wa'alaikumussalam." kata ustadz ustadzah.
Diam sampai engkau diminta untuk berbicara, lebih baik daripada kau terus berbicara sampai diminta untuk diam.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
Saat akan keluar kantin Ririn yang berdiri mematung diluar pintu kantin, pandangan Faziel berpapasan dengan Ririn
Ririn pun tertunduk, Faziel pun langsung pergi tanpa kata.
"Jahat Kalian..." batin Ririn.
"Cilla sumpah ngeselin, gimana kalo Ririn bener marah, dan tau hal ini mungkin tar tambah marah." kata Liani kesal.
"Yaa maaf bep." kata Cilla.
"Bubab Bebep... bebek sekalian." kata Liani kesal.
"Ririn..." kaget Cilla hendak beranjak menghampiri.
Ririn pun langsung pergi dan menghapus butiran kristal bening yang keluar dari matanya.
Ucapan sahabat yang jujur lebih besar harganya daripada harta benda yang diwarisi dari nenek moyang.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
"Awalnya hati Ririn udah tenang dan mau gabung sama Kalian, tapi Kalian tega jatuhin harga diri Ririn di depan semuanya terutama Ustadz Faziel." batin Ririn.
Ririn pun berlari ke mushola dengan butiran butiran kristal bening yang berjatuhan ke pipinya.
......................
"Aduh gimana ini, semua gara gara Cilla." kata Cilla menangis.
"Ehh nggak kok Cilla nggak salah, udah jangan nangis tar kampus banjir loh." kata Acha menghibur.
"Iyaa jelek tau Cill." kata Liani.
"Iyaa nanti kita selesaikan bareng bareng." kata Rasi.
"Iyaa senyum dong." kata Putri.
"Apa pun masalahnya Kita selesaikan bareng bareng." kata Acha.
Mereka pun berpelukan.
Allohuakbar Allohuakbar Allohuakbar Allohuakbar.
Suara adzan bekumandang.
"Alhamdulillah adzan." kata Mereka semua.
"Yuk ke mushola." kata Rasi.
Mereka pun langsung ke mushola, untuk melaksanakan shalat berjama'ah.
......................
*S*etelah shalat Mereka langsung ke kelas.
Di perjalanan Cilla terlihat tegang.
"Udah lah cill, jangan di pikirin, Kita cari solusinya bareng bareng." kata Acha.
"Iyaa Cill." kata Mereka.
"Tapi Cilla jahat banget, ini mulut nggak bisa dijaga lagi." kata Cilla merasa bersalah dan kesal pada dirinya sendiri.
"Udah udah Kita doa dan cari solusi, supaya persahabatan Kita nggak hancur." kata Acha.
"Sahabat itu harus mempunyai karakter, telinga yang mau mendengar, tangan yang siap membantu, dan hati yang mau memahami."
❤26.dey❤
selamat membaca, aseef jiddan tidak bisa membuat cerita yang menarik.
__ADS_1