
"Cha..Kamu gak papa?" kata Liani membangunkan Acha.
"Achaaa." teriak Ririn dan Cilla dan langsung menghampiri Acha dan Liani.
"Afwan Anti tidak apa apa?" katanya dengan sopan.
"Kalo jalan liat liat dong." kata Acha yang membersihkan gamis hitamnya tanpa memperhatikan siapa orang yang menabraknya.
"Acha, kamu tau gak siapa yang nabrak Kamu?" bisik Cilla ke Acha.
Acha melihat ke arah Cilla dan Ririn dengan sedikit mengangkat alisnya.
"Liat aja." kata Ririn sambil mengarahkan pandangan nyaa ke orang yang menabraknya.
Acha melihat ke arah nya kaget dan tatapannya hanya tertuju padanya.
"Yaa Allah sungguh sempurna sekali pemandangan ini, wajah yang tampan, hidung mancung kulit putuh bercahaya alis tebal mata sedikit sipit." batin Acha sambil senyum senyum menatapnya.
Acha pun tersadar dengan bisikan Cilla.
"Achaa beliau tuh Ustadz Rayis putra sulung Ustadz Fatih." bisik Cilla yg menyadarkan lamunan Acha.
"Hehmmh uhuk uhuk, Ustadz?" kata Acha kaget tersadar dari lamunan dan tersedak air ludah sendiri.
"Ana yang minta maaf Ustadz atas ucapan Ana, dan Ana gak liat liat tadi." kata Acha dengan menyatukan kedua tangannya.
"Eh gak papa tadi juga Saya lagi ke fokus hp." kata Ustadz Rayis sambil senyum.
__ADS_1
Acha membalas nya dengan senyum.
"Yaa Allah senyumnyaa ituu, baru beberapa jam di sini udah di kasih seorang liat calon imam yang sempurna sama Allah." batin Acha.
"Astaghfirullah Cha, Cha kan kata kak Muza cinta itu tak mendang seseorang dari fisik, rupa, mengagumi nya karena hal fisik dan rupa bisa jadi itu obsesi, tapi ini kayanya cinta deh, karena cinta adalah fitrah dan sebuah rasa yang tak bisa di beli dan dipaksa, tidak ada pemaksaan dan pembelian dalam cinta Ku ini." batin Acha yang berdebat.
"Ya udah Saya duluan yaa, assalamu'alaikum." pamit Ustadz Rayis.
"Iyaa wa'alaikumussalam Ustadz." jawab Mereka.
'Segala sesuatu yang tercipta indah, seimbang dan menarik adalah tercipta untuk mata orang yang memandang.'
❤Jalaluddin Rumi❤
......................
"Bang Rayis?" kaya Shilla memanggil nya.
Shilla pun berlari memeluknya.
"Assalamu'alaikum Shilla." kata Ustadz Rayis yg merangkul pundak Shilla.
"Eh iyaa Shilla lupa salam karna saking seneng nyaa hehe, assalamu'alaikum Abang." kata Shilla tersenyum dan terlihat gigi gingsulnya.
"Wa'alaikumussalam Shilla, yaudah Abang mau masuk ketemu Umi sama Abi abis itu langsung ke Masjid bareng Abi, udah Kamu cepet keasjid tar telat loh lima menit lagi." kata Ustadz Rayis.
"Siap Bang haha." kata Shilla sambil hormat.
__ADS_1
"Eh Kalian tungguin bareng ke Masjidnya." teriak Shilla.
Mereka pun menengok ke arah Shilla begitu pun Ustadz Rayis menengok ke arah Mereka dan tersenyum sambil menganggukan kepala, Mereka pun tersenyum.
......................
"Kak Shilla katanya ada Santriwati yg bakal ngawasi kamar Annisa maksudnya gimana?" tanya Acha penasaran.
"Owh ituu, nanti setiap kamar ada satu yg udah lama dipondok ini Cha, buat memandu kalian." jelas Shilla.
"Kira kira siapa Kak?" kata Mereka serentak.
"Kompak bener nih, pengen tau apa tau banget haha." canda Shilla.
"Banget banget banget kak." kata Cilla.
"Kemungkinan sih kakak." kata Shilla.
"Asikkk." kata Mereka.
"Bahagia banget sih." kata Shilaa terkekeh.
"Siapa sih yang nggak bahagia dipandu langsung sama anak kiyai pondok." kata Liani.
"Bisa aja Kamu Li, eh udah sampe di depan masjid aja, nggak kerasa, udah pada wudhu?" kata Shilla.
"Udahh dong." kata Mereka kompak.
__ADS_1