
Langkah demi langkah Mereka pun terhenti karena sampai di depan kelas.
"Assalamu'alaikum." kata Acha dan teman teman.
Mereka pun masuk dan hanya 1 2 orang dikelas, berhubung masih istirahat Acha dan teman teman duduk di melingkari meja Cilla dan Ririn.
"Eh Ririn perasaan tadi udah duluan, kok nggak ada?" kata Cilla.
"Eh iya kemana yaa?" kata Acha.
"Iyaa.. Lili nggak enak banget, soalnya Lili ngerasa Ririn lebih marahnya ke Lili." rengek Liani.
"Umm iyaa Cilla jugaa salah." rengek Cilla.
"Udah jangan nangis." kata Rasi.
"Iyaa..apapun masalahnya, Kita selesaikan bareng bareng, omongin baik baik." kata Acha.
"Eh udah udah plis, mending Kita cari solusi." kata Putri.
"Nah iyaa bener." kata Acha diangguki teman temannya.
"Eh kata kamu Cill, Ririn suka sama Ustadz Faziel?" kata Acha diangguki Cilla.
"Terus tadi Ririn juga kaya kesel liat Liani ngobrol akrab sama Ustadz Faziel." kata Putri.
"Ouhh gitu, ngerti ngerti, intinya ini salah paham." kata Acha.
"Jadi gimana solusinya? Gak enak nih masa persahabatan Kita..." kata Liani.
"Syuutt jangan mikir kaya gitu." kata Rasi.
"Pokoknya nanti Kita tanya baik baik ke Ririn." Kata Acha.
Kringgg bel berbunyi pertanda jam pelajaran berganti.
......................
Santriat pun masuk berhamburan.
"Ada siapa Man?" kata Rasi.
"Ustadz Faziel." kata Rohman.
"Ouhh ngapain." kata Cilla polos.
"yaa apmun Cilla, ya ngajar lah kan ini jam pelajaran nya." kata Putri.
Faziel masuk dengan sebuah kitab di tangan nya.
"Assalamu'alaikum.." kata Faziel.
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh." jawab Santriat.
"Buku kehadiran santriat dimana?" kata Faziel.
"Di laci Ustadz." kata Rohman yang langsung mengambil buku kehadiran di laci.
"Ini ustadz." Rohman yang memberikan dengan kedua tangan nya.
"Syukron." kata Faziel.
"Afwan Ustadz." kata Rohman yang langsung kembali ketempat dengan jalan mundur.
Faziel pun mengabsen kehadiran Santriat.
"......Rasia Anugrah?" kata Faziel.
"Hadiroh Ustadz." kata Rasi mengangkat tangan.
"....Rini Aprilia?" kata Faziel dan tak ada sahutan.
"Ada..? Kemana Ririn?" kata Faziel.
Semua hanya terdiam.
......................
"Assalamu'alaikum..?" kata Ririn.
"Wa'alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh." jawab semuanya.
"Izin masuk Ustadz.." kata Ririn.
"Tafadholly.." kata Faziel.
"Syukron Ustadz." kata Ririn.
Ririn pun masuk menghampiri Faziel dan menyatukan kedua tangan nya.
"Lain kali jangan telat masuk, Saya nggak suka kalo ada yang tidak disiplin." kata Faziel tanpa menatap.
__ADS_1
"Na'am Ustadz, aseef jidan." kata Ririn.
......................
Ririn pergi ke tempatnya dengan menunduk.
"Rin, Kamu udah dimana?" kata Cilla.
"Bukan urusan Kamu.." kata Ririn datar.
"Rin.. Ririn marah sama Cilla?" kata Cilla.
Ririn hanya terdiam.
"Rin maafin Cilla yaa." kata Cilla.
Pelajaran pun di mulai.
"....innamal a'malu binniyyat..."
"Harap perhatikan, tolong jika sedang pembelajaran fokuskan pikiran Kita di sini jangan di luar..." kata Faziel melihat Ririn melamun.
Ririn pun tersadar mendengar itu.
"...sesungguhnya amal perbuatan tergantung kepada niat.... wallahu'alam bishshowab.." kata Faziel.
Bel pulang pun berbunyi, santriat kembali ke Asrama.
......................
Langit pun berganti warna dan dihiasi bintang bintang, bulan pun pergi terburu buru seakan akan bulan sudah bosan dan matahari pun menggantikan posisinya.
Sudah dua hari Ririn menyendiri dan tak berkomunikasi dengan sahabat sekamarnya.
"Rin.. Cerita dong, Ririn kenapa? jangan diem kaya gini, Kitanya bingung." kata Acha.
Ririn hanya menatap ke luar jendela.
"Ririn marah sama Cilla?" kata Cilla.
Ririn hanya terdiam.
"Rin kalo marah jangan sampe lebih tiga hari, jangan kan tiga hari, tiga jam pun jangan nanti balik dosa lagi ke Kamu nya, Allah kan maha pemaaf, masa Kita sebagai makhluknya pendendam." kata Acha.
"Nggak, Ana nggak marah." kata Ririn datar dan langsung pergi.
Teman sejati adalah dia yang selalu memberi nasehat ketika melihat kesalahanmu dan dia yang mau membelamu di saat kamu tidak ada.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
"Yaudah gak ada cara lagi selain minta bantuan Ustadz Faziel." kata Acha.
"Malu Cha, nggak enak." kata Rasi.
"Tenang aja biar Liani yang ngomong sama Ustadz Faziel." kata Liani.
"Yakin Li? gimana kalo Ririn liat Kalian berduan tar salah paham lagi." kata Puput.
"Yaudah Acha temenin ya." kata Acha.
"Nah bagus, untuk masalah itu aman." Kata Puput.
"Yaudah bismillah, Acha sama Liani duluan." kata Liani.
"Semangat kalian." kata Mereka.
Acha dan Liani pun bergegas pergi.
......................
"Acha, Liani.." panggil Faziel.
"Eh Ustadz, assalamu'alaikum Ustadz, kebetulan banget." kata Acha.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh, kebetulan kenapa?" kata Faziel.
"Aduh nggak enak masa iya harus ngomong." batin Acha dan Liani.
"Kenapa?" kata Ustadz Faziel.
Acha dan Liani hanya menggeleng dan tersenyum.
"Yaudah bisa bantuin Ustadz gak? bawain kardus ini ke dalam mau minta bantuin ke Santriwan Mereka lagi ada pemantapan." kata Faziel.
"Iyaa boleh banget Ustadz." kata Acha.
......................
Faziel pun membawa sebagian kardus kedalam.
__ADS_1
"Cha gimana ini?" kata Liani.
"Acha juga nggak tau, nggak enak soalnya." kata Liani.
"Iyaa itu la masalahnya." kata Acha.
......................
"Ehh udah ayo cepet bawa." kata Faziel yang mengambil kardus berisi makanan ringan.
"Iya ustadz." kata Liani dan Acha.
Liani dan Acha pun membantu Faziel.
"Li jangan banyak banyak bawanya takut berat tar jatoh lagi." kata Faziel.
"Iya tau Li, dikit dikit yang penting selesai." kata Acha langsung membawa kardus kedalam.
......................
"In syaa Allah nggak lah, eh.. ehh." kata Liani hampir terjatuh.
Faziel menahan kardus yang di bawa Liani sehingga Liani tidak terjatuh.
Ririn yang menyaksikan itu hanya kecemburuan yang membara di hatinya.
Faziel pun langsung mengambil sebagian karus dari Liani.
"Eh Rin..sini mau bantuin nggak?" kata Faziel.
"Iya Rin sini bantuin supaya cepet selesai." kata Liani.
"Maaf saya tidak bisa membantu, takut mengganggu momen indah, dan lain kali kalo mau bermesraan jangan di tempat umum, gimana kalo ada Santriat yang liat, nanti mereka mencontoh Ustadz nya yang berduaan dengan Santriwati lagi." kata Ririn ketus dan langsung pergi.
Faziel hanya tersenyum sabar mengerti kecemburuan Ririn.
"*S*ungguh cemburu tak beralasan itu tidak ada gunanya Rin, seseorang yang benar benar tulus mencintai tidak akan berpaling dari orang yang Mereka cintai walau ada orang yang lebih baik, cantik dan lainnya." batin Faziel.
Sungguh wanita mampu menyembunyikan cinta selama 40 tahun, namun tak sanggup menyembunyikan cemburu meski hanya sesaat.
❤Ali bin Abi Thalib❤
......................
Tak sadar Kristal bening keluar dari mata Liani.
"Ririn?" kata Acha yang baru keluar dari dalam.
"Li kamu kenapa?" kata Faziel.
Liani hanya menggeleng dan menghapus kristal bening yang terjatuh ke pipinya.
"Li jangan nangis, Ririn nya salah paham lagi?" kata Acha memeluk Liani.
"Kalian lagi ada masalah?" kata Faziel.
"Biasa Ustadz masalah mah bakal ada aja dalam kehidupan, apalagi dalam persahabatan dan kekeluargaan." kata Acha.
"Semoga cepat terselesaikan ya." kata Faziel.
"Aamiin, makasih Ustadz." kata Acha.
"Udah selesai kan? tinggal yang ini, yaudah Kalian ke asrama, yang ini biar Ustadz aja yang bawa, mau di balas budi gak?" kata Faziel terkekeh.
"Yaa Allah Ustadz, gak usah, kalo ada balas budi namanya nggak ikhlas." kata Acha.
"Iya iya cuma bercanda, tapi nanti kalo butuh bantuan Ustadz jangan segan segan yaa." kata Faziel terkekeh.
"Iya siap Ustadz, Kami pamit." kata Acha.
"Assalamu'alaikum." kata Acha dan liani menyatukan tangannya.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh, sekali lagi makasih ya." kata Faziel.
Acha dan Liani tersenyum mengangguk.
......................
Acha dan Laini masuk ke Asrama, langlah demi langkah Mereka pun menaiki tangga dengan kesedihan, apalagi dengan Liani.
"Assalamu'alaikum." kata Acha dan Liani masuk ke kamar.
"Gimana?" kata Mereka.
Acha dan Liani hanya tertunduk.
"Yaudah yang penting Kita udah berusaha, Rasi juga ngerti pasti Kalian gak enak ngomong nya." kata Rasi.
Jangan biarkan kesulitan membuatmu gelisah. Karena bagaimanapun juga hanya di malam yang paling gelap bintang-bintang tampak bersinar lebih terang.
❤Ali bin Abi Thalib❤
__ADS_1