
"Kalo puput sih yang cinta dalam diam." kata Putri.
"Kalo Ririn?" kata Acha.
"Sama Ririn juga cinta dalam diam." kata Ririn.
"Umm cabat Acha kompak deh." kata Acha memeluk Ririn dan Putri.
Allohu akbar Allohu akbar, Allohu akbar Allohu akbar
Adzan dzuhur pun berkumandang.
"Alhamdulillah, kita mending Sholat berjama'ah dulu." kata Rasi.
"Asiap Usatdzah Rasi." kata mereka menghormat.
Semuanya terkekeh, dan langsung berwudhu dan memakai mukena kemudian pergi ke masjid.
......................
Langkah demi langkah mereka di penuhi sholawat 'Allohumma sholli'alaa sayyidinaa Muhammad, wa'alaa alii sayyidina Muhammad'.
Setelah melaksanakan shalat berjama'ah mereka pun bergegas ke kamar.
"Alhamdulillahi, Allohumma kamaa hassanta kholqii fahassin khuluqii." ucap Acha yang merapihkan kerudung di depan cermin.
"Ahabuka ijlalaa." ucap Ririn dan puput yang sedang latihan.
"Ayo ah Cilla udah gak sabar nih." kata Cilla.
"Eh mending kita syairannya di taman belakang aja gimana?" kata Acha.
"Nah ide bagus tuh." kata Liani.
"Gimana Ras?" kata Acha.
"Ngikut aja Rasi mah." kata Rasi.
"Yuk ah." kata Acha keluar kamar dan di ikuti teman temannya.
"Eh tar dulu Cilla mau benerin kerudung dulu." kata Cilla yang beranjak bangun dari rebahannya.
"Wanita memang begitu, selalu terikat dengan cermin, ayo ah buruan Cill." Kata Acha.
"Lah emang Acha apa?" kata Cilla, menghampiri teman temannya secepat kilat.
"Acha mah bidadari wkwk." kata Acha terkekeh.
"Bidadari juga perempuan Cha." kata Cilla.
"Iya in aja lah biar seneng." kata Liani.
"Umm emang ya, Liani doang." pujian dari Acha.
"Yaa Allah, Liani jadi terbang." kata Liani.
"Awas sayap nya patah." kata Acha terkekeh.
"Dih apaa sih." kata Cilla.
"Apasih Cilla usil aja." kata Liani
Langkah demi langkah Mereka menuju taman.
......................
Sesampainya di taman yang dihiasi cuaca yang mendukung tidak terlalu panas dan tidak pula hujan.
"Kita duduk di bawah pohon itu aja, biar mengingatkan seseorang pada seseorang." kata Cilla bercanda.
"Apaan sih Cill." kata Ririn.
"Eh ada yang nyadar." kata Ririn terkekeh.
__ADS_1
"Udah ah udah, pokoknya Acha mau duduk di deket danau kecilnya." kata Acha yang langsung berlari.
"Eh pokoknya Cilla di bawah pohon nya." kata Cilla berlari mengejar Acha.
"Haduh kalian padahal mah sama aja, yang pentingkan nyaman." kata Liani.
Mereka pun langsung menyusuli keberadaan Acha dan Cilla.
"Oke mau di mulai dari siapa nih?" kata Acha.
"Acha lah." kata Cilla.
"Lah kok Acha?" kata Acha.
"Ya kan Acha yang nawarin." kata Cilla.
"Hemm iya iya in aja lah, supaya seneng." ledek Acha.
"Ngikutin Liani aja." kata Cilla.
"Nggak papalah, Lianinya geh gak kenapa napa, Cilla yang sibuk wle." kata Acha.
"Eh udah udah dong kalian kaya bocil tau." kata Liani.
"Iya iya." kata Acha dan Cilla.
"Kita mulai yah, nah tar kalo masih ada bait yang tersisa balik ke urutan yang Awal oke." kata Rasi.
"Oke oce." kata Mereka.
"Silahkan Cha." kata Rasi.
"Ahabuka ijlala', wama bika kudrotun, 'alayya walakin, min uu 'aini habibuha." Acha.
"Asih kaula ka anjeun, kapatri na jero ati, ngagungkeun kula ka anjeun, asli tina sanubari." Liani
"Ngan teu bisa kula jujur, lewat kata nu di tutur, sabab ye awak sakujur, bingah na henteu ka ukur." Rasi.
"Kalo sadar diri sih bisa, tapi Cilla nggak bisa berpaling hati dari Ustadz Muza dan Ustadz Rafan." rengek Cilla.
"Dih apaan sih, istighfar istighfar, nu timana iyeu nu timana (yang dari mana ini yang dari mana)." kata Acha memegang kepala Cilla.
"Nu di pohon iyeu." kata Cilla yang wajahnya berekspresi seperti kesurupan harimau.
"Saha iyeu saha? (siapa ini siapa?)" kata Acha yang masih memegang kepala Cilla.
"Aing maung (saya harimau)." kata Cilla yang wajahnya berekspresi seperti kesurupan harimau.
"Kunaon bisa jadi maung (kenapa bisa jadi harimau)" kata Acha yang masih memegang kepala Cilla.
"Ngadahar biskuat (memakan biskuat)" kata Cilla yang wajahnya berekspresi seperti kesurupan harimau.
Para sahabatnya hanya terkekeh melihat tingkah laku mereka.
"Udah ah udah, bercandanya jangan terlalu berlebihan gak baik." kata Rasi.
"Hehe abis nya Acha sih." kata Cilla.
"Lah kok Acha? kan Cilla ngapain lagi ngeresponin Acha." kata Acha.
"Yaudah kalo nggak mau di respon mah." kata Acha.
"Eh jangan gitu dong, iya iya Cilla yang salah, Acha minta maaf." kata Acha terkekeh.
"Ih Acha yah ngeselin." kata Cilla.
"Udah kan bertengkarnya? lanjut ya, bagian siapa?" kata Rasi.
"Ririn." kata Ririn.
"Tapi deras ngahujanan, cai soca ngareclakan, rasa hayang berhubungan, tebih tina kenyataan." Ririn.
"Ngaliputan hate kula, minuhan daya pikirna, mun anjeun apal cinta na, moal bisa ngabalesna." Putri
__ADS_1
"Saat cinta menghadiri, melukis indah dihati, anjeun selalu ku nanti, anjeun slalu ku sukai." Acha.
"Asiik, ustadz Muza." kata Cilla.
Acha hanya menatap tajam, dan Cilla langsung memalingkan wajahnya pura pura gak tau.
Acha tersenyum tipis kemudian datar lagi saat Cilla melirik ke arahnya.
"Awal tina perkenalan, tos karaos perbéntenan, anjeun beda jeung nu lian, anjeun menarik prasaan." Liani yang mengingat Iki.
'suka yaa sama gw.' kata kata Iki yang selalu teringat ingat oleh Liani.
"Indah jika dilukiskan, pertemuan mengesankan, sakit jika dilupakan, terlalu indah dikenang." Rasi.
Entah mengapa Rohman masuk ke ingatan nya.
'Rasi nggak papa kan, yaudah Rohman aja yang ambil bolanya ke atas.' kata kata Rohman yang muncul di benak Rasi.
"Astaghfirulloh." gumam Rasi.
"Rasa ngan sakur na dada, teu wasa nembongkeun nana, sabab diri mah rumasa, taya arti keur dirina." Cilla.
"Uhh ustadz Muza sama ustadz Rafan, kapan diri ini berarti." kata Cilla.
"Huhh." ledek Acha terkekeh.
"Apaan sih Acha, udah lanjut lanjut." kata Cilla.
"Lain diri henteu mampu
meugatkeun ieu beleunggu, tapi apalah dayaku, anjeun na pun teu ngadangu." Ririn.
"Kacatur sosok idaman, loba mojang ngadeukeutan, beuki lila yeu prasaan, karasana ngarootan." Putri.
"Dipikir asa teu mungkin
abdi anu sangat ingin
sedeung anjeun sangat dingin, lir alif elam jeung tanwin." Acha
"Maksud ati meluk gunung, teu daya tangan teu wasa kahayang jadi mereunung anjeunna lila pekana." Liani.
"Tisaprak waktos ayeuna
abdi liren ngarepkeun na
cinta anu dipendem na
karasa nage percuma." Rasi.
"Ngan anggeur na jero dada mung aya nami anjeun na, atuh sugan ku lilana, anjeun bisa ngarasana." Cilla
"Duh gusti nu maha asih
paparin abdi kekasih
nu ku abdi dipiasih
sareng anjeunna ge ngasih." Mereka semua.
"Uhh itu mah kaya kisah cinta Cilla sam Ustadz muza dan Usatdz Rafan." teriak Cilla.
"Udah udah jangan halu terus." kata Acha.
"Gimana Cilla." kata Cilla.
"Iya in lah." kata Acha.
"Mending kita balik kamar aja yuk." kata Rasi
Sahabat sahabat nya hanya mengangguk.
happy reading, maaf kan author jika banyak kesalahan
__ADS_1