
......................
Ditaman
Sekumpulan angin yang berbisik di antara kepak sepasang merpati juga nyanyian mistis gemuruh pancuran air di tamana.
"Wah kupu kupu nya bagus kak Shilla." kata Almira
Almira pun mengejar kupu kupu.
"Eh Almira jangan lari lari nanti kamu jatoh." kata Shilla yang berjalan cepat mengikuti Almira yang berlari.
Kupu kupu hinggap di sebuah bunga, Almira merusaha mendekati tapi kupu kupu kembali terbang.
Kupu kupu hinggap lagi di bunga yang lain, Almira segera melangkah perlahan.
"Hmm kali ini pasti dapat." gumam Almira.
"Almira...? Panggil Rafan.
Kupu kupu pun kembali terbang dan pergi menjauh.
"Yah Om mah." rengek Almira.
"Eh kenapa ini Almira nya Om." kata Rafan.
"Almira mau menangkap kupu kupu itu, padahal bentaaar lagi, eh malah ada Om, kupu kupu nya pergi kan." keluh Almira.
"Udah mah Almira cape kejar kejar si kupu kupunya, giliran si kupu kupu hinggap di bungga Om panggil 'Almiraaa?' jadinya kupu kupunya terbang lagi deh." keluh Almira.
"Iya iya Om minta maaf." kata Rafan.
"Pokok nya Om harus tanggung jawab atas lelah dan keringat Almira." kata Almira memanyunkan bibirnya.
"Umm manisnya, iya iya Om harus apa?" kata Rafan mencubit pipi Almira.
"Tangkap kupu kupu nya Almira pengen berfoto sama kupu kupu." rengek Almira.
"Oke baiklah tuan putri," kata Rafan membungkuk.
"Katanya ada pepatah yang mengatakan, jika ingin menangkap kupu-kupu jangan dikejar, karena akan sulit untuk mendapatkannya," kata Rafan.
"Masa iya," kata Almira.
"Iya, karena semakin dikejar akan semakin terbang jauh, kaya yang Almira lakuin tadi, gimana rasanya lelah kan, keluar keringet juga." kata Rafan.
"Iya yah, terus harus gimana?" kata Almira polos.
"Caranya kalo ingin kupu-kupu mudah ditangkap...," kata Rafan.
Almira hanya berekspresi penasaran.
"Maka tanamlah berbagai macam pohon, saat pohon-pohon itu berbunga dan banyak, kupu-kupu akan datang dengan sendirinya, kita pun bisa menangkapnya." sambung Shilla.
Almira langsung menatap arah Shilla.
"Jadi Almira harus nanam pohon dulu dong." kata Almira polos.
"Nggak usah, itu cuma pribahasa buat kebahagiaan hidup." kata Rafan terkekeh.
"Maksudnya? Almira nggak ngerti." kata Almira.
"Iya nanti ya, kan sekarang mah foto sama kupu kupu dulu." kata Rafan.
Rafan memetik setangkai bunga, dan memberikan nya pada Almira.
"Pegang ini, kita tunggu kupu kupu hinggap di bunga ini." kata Rafan.
Almira mengangguk gembira.
__ADS_1
Nampak seekor kupu kupu pun datang
Hap...
Tiba-tiba kupu-kupu itu hinggap di setangkai bunga yang Almira pegang, sayap kupu-kupu itu, memancarkan keindahan.
Ciptaan Tuhan ini pesonanya begitu mengagumkan, kelopak sayap yang mengalunkan perlahan.
Almira sangat senang sehingga tubuhnya sedikit bergerak.
"Syuutt, jangan bergerak."bisik Rafan.
Almira mengangguk tersenyum.
cekrek
Rafan mengambil gambar Almira dengan kupu kupu yang hinggap di setangkai bunga yang di genggam nya.
Menariknya, tidak hanya kupu-kupu yang dihinggap, kumbang dan lebah bunga pun singgah.
"Mana Almira mau liat." kata Almira menghampiri.
Rafan menunjukan sebuah foto di ponselnya.
"Wah bagus, om keren." kata Almira.
"Oke udah kan, ayo sekarangkita ke butik." kata Rafan.
"Mau ngapain Ustadz?" kata Shilla.
"Yaa beli gaun kamu Shilla." kata Rafan.
"Untuk apa?" kata Shilla.
"Yaa buat acara nanti malam." kata Rafan.
"Astaghfirulloh, Shilla hampir lupa." kata Shilla nyengir kuda.
"Uh anak jaman sekarang masih muda udah pikun." keluh Almira.
Mendengar itu Rafan dan Shilla tertawa renyah.
"Terus kamu ana jaman apa Almira, dinosaurus?" kata Rafan terkekeh.
"Ihh om mah." rengek Almira.
"Yaudah ayo, jadi gak nih?" kata Rafan.
"Jadi dong om." kata Almira semangat.
"Bertiga doang?" kata Shilla di angguki Rafan.
"Emang kenapa? tenang aja gak bakal di apa apain sama om rafan, kan ada Almira." kata Almira percaya diri.
"Kamu tuh masih kecil juga." kata Rafan mencubit hidung Almira.
"Ini beneran jadi kan?" kata Almira.
"Iya jadi Almira." kata Rafan.
"Yaudah ayo." ajak Almira.
Almira berada di tengah tengah Rafan dan Shilla, dan menggenggam tangan mereka.
Mereka memasuki mobil Rafan, Almira yang duduk di depan dan Shilla di belakang.
Rafan mencuri curi pandang wajah Shilla lewat kaca.
__ADS_1
Shilla yang menyadari segera menunduk.
"Ih om, kalo nyetir fokus liat ke depan jangan fokus ngelait in kak Shilla aja." kata Almira.
"Ini juga fokus ke depan Mira, ya kan Shil?" kata Rafan melihat ke kaca.
Terlihat dikaca Shilla yang mengangguk tersenyum.
"Masa iya." kata Almira.
"Iyaa." kata Rafan.
"Iya om katanya mau jelasin pribahasa tentang mencari kebahagiaan." kata Almira.
"Oke jadi gini, mencari kebahagiaan itu seperti menangkap kupu-kupu, jadi semakin kita kejar, semakin kupu kupu itu akan menghindar terbang pergi menjauh dari kita," kata Rafan.
"Iya sih tadi juga Almira Lelah, cape, gara gara ngejar ngejar kupu kupu." kata Almira.
"Nah itu, kebahagiaan dunia kalo kita kejar juga bakal kaya gitu, cuma dapet cape nya foang dan ujung nya rasa syukur pada Alloh pun berkurang." kata Rafan.
"Jadi, jadi kalo mau menangkap kupu-kupu itu dalam hati kita, karena kebahagiaan itu bukan benda yang dapat kita tangani, atau pun sesuatu yang dapat kita simpan,"
"Maka carilah kebahagiaan itu dalam hati kita, telusuri rasa itu dalam qolbu kita, kebahagiaan nggak akan lari kemana-mana," kata Rafan.
"Bahkan, tanpa kita sadari kebahagiaan itu sering datang sendiri, dan datang nya dari rasa syukur terhadap apa yang Alloh berikan terhadap kita." jelas Rafan.
"Jadi moral Mencari kebahagiaan adalah layaknya menangkap kupu-kupu, sulit?" kata Rafan.
"Ya bagi mereka yang terlalu bernafsu." kata Shilla.
"Namun mudah, bagi mereka yang tahu apa yang mereka cari," kata Rafan.
"Kita mungkin dapat mencarinya dengan menerjang sana-sini, menabrak sana-sini, atau menerobos sana-sini untuk mendapatkannya," kata Rafan.
"Emang ada?" kata Almira polos.
"Ada bagi yang bernafsu." kata Rafan.
"Iya Kita dapat mengejarnya dengan berlari kencang, ke seluruh penjuru arah, kita pun dapat meraihnya dengan bernafsu, seperti menangkap buruan yang dapat kita santap setelah mendapatkannya, terkadang sudah mendapatkan sesuatu yang kita ingin kita memenginginkan yang lain lagi dan terus begitu, itu lah nafsu manusia." kata Shilla.
"Dan dari pribahasa itu kita belajar, belajar bahwa kebahagiaan tak bisa dapat dengan cara-cara seperti itu." kata Shilla.
"Kita belajar bahwa bahagia adalah udara, dan kebahagiaan adalah aroma dari udara itu, layaknya kebahagiaan yang hadir dalam hati, warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu menyelaminya." kata Rafan.
"Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati, semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan pergi dari kita." kata Shilla.
"Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan akan menjauh." kata Rafan dan Shilla bersamaan.
"Jadi gimana buat mencari kebahagiaan?" kata Almira.
Rafan dan Shilla terkekeh.
"Cobalah temukan kebahagiaan itu dalam hati kita, biarkanlah rasa itu menetap, dan abadi dalam hati kita, temukanlah kebahagiaan itu dalam setiap langkah yang kita lakukan," kata Shilla.
"Setiap langkah maksudnya?" kata Almira.
"Iya baik itu dalam bekerja, dalam belajar, dalam menjalani hidup kita, dalam sedih, dalam gembira, dalam sunyi dan dalam riuh, pokonya di setiap telapak kaki kita melangkah." kata Shilla.
"Kalo belum ketemu juga gimana?" kata Almira.
"Ya harus sabar, maka dari itu jangan terburu dalam mencari kebahagiaa, temukanlah kebahagiaan itu dengan santai, dalam tenang, dalam ketulusan hati kita, jalani nikmati dan syukuri setiap langkah dalam perjalan itu," kata Shilla.
"Jadi kita harus yakin, dan tanam kan dihati 'Saya percaya, bahagia itu ada dimana-mana, Rasa bahagia itu ada di sekitar kita," kata Shilla.
"Bahkan mungkin, bahagia itu 'hinggap' di hati kita, namun kita tak pernah memperdulikannya, mungkin juga, bahagia itu berterbangan di sekeliling kita, namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya." kata Shilla.
"Jika memaksa mengejarnya, alih-alih menangkapnya, hal yang kerap terjadi justru malah kita akan kelelahan sendiri, kaya tadi Almira." kata Rafan.
"Iyaa lelah sangat." keluh Almira.
__ADS_1
Mobil pun berhenti di depan butik.