
Mereka pun segera mencari naura.
"Aih kak Nauranya kemana tadi." kata Acha.
"Kayanya di ruang panitian deh." kata Liani.
"Terus kita kesana gitu?" kata Ririn.
"Ya iya lah kuy lah." kata Cilla.
"Ih malu ah." kata Ririn langkahnya terhenti.
"Malu sama siapa? uastadz Faziel?" kata Acha terkekeh.
"Ya e enggak gitu." kata Ririn.
"Umm ngaku aja ya kan." ledel Acha yang menyenggol Ririn dengan lengan nya.
"Ih apa an sih Acha, nggak lah kan kalo Akhwat udah ada yang khitbah jangan berharap ke lain Ikhwan." kata Ririn.
"Eh iya lupa ternyata ada yang udah di khitbah ya." kata Acha.
"Eh emang beneran itu, kamu udah nanya ke bunda kamu." kata Liani.
"Ya belum sih." kata Ririn.
"Eh yaudah ah ayo keruang panitia, nggak usah bahas itu." kata Ririn mendahului.
Teman nya terkekeh kemudian berjalan menyusul Ririn.
......................
"Eh itu kak Naura." kata Putri menunjuk Naura yang sedang duduk asik makan gorengan.
"Assalamu'alaikum?" ucap mereka menghampiri.
"Wa'alaikumussalam warohmatulloh, eh kalian, sini sini makan." tawar Naura.
Acha dan teman teman duduk bersampingan dengan Naura.
"Untung nggak ada para Ustadz." batin Ririn lega.
"Ayo makan." kata Naura.
"Boleh ya kak ehehe." kata Acha mengambil tempe.
"Iya sok (silahkan) ambil aja, ayo kalian ambil." kata Naura.
"Aduh Acha tujuan nya apa malah makan." batin Cilla.
Uhuk uhuk Acha tersedak.
"Eh Cha pelan pelan, minum dulu minum." kata Naura memberi kan air putih kemasan.
Acha pun langsung minum.
"Aduh kayanya ada yang ngomongin Acha nih." kata Acha mengatur nafas.
Semuanya hanya memasang raut wajah ke heranan terutama Cilla.
"Masa iya sih ngaruh." batin Cilla.
"Seudzon aja kamu Cha." kata Liani.
"Ya bukan gitu ehehe." kata Acha.
"Ayo makan, sayang loh." tawar Naura.
"Iya makasih kak." kata mereka mengangguk.
"Cha..." kata Cilla yang mengisyaratkan Acha.
"Owh iya iya." kata Cilla.
"Kenapa?" tanya Naura.
"Sebenarnya kita pengen nyumbang syairan sebelum pembagian juara, boleh nggak kak." kata Acha.
"Boleh ya kak boleh." kata Cilla.
"Boleh dong." kata Naura.
"Yey Asik, syukron kak." kata Mereka.
__ADS_1
"Afwan." kata Naura.
Adzan Asar pun berkumandang.
"Alhamdulillah Adzan." ucap mereka.
"Yaudah mending kita ke masjid aja, kalian pada salat kan?" kata Naura.
"Iya kak." kata Mereka.
Mereka pun menuju masjid, salat jama'ah pun di laksanakan.
......................
Santriat pun langsung menuju ke taman utama.
"Aduh jadi dag dig dug."
"Iya kita bakal menang gak ya."
"Kenapa mereka tegang gitu?" kata Acha terkekeh.
"Yaiya lah kan penentuan dapet juara apa nggak." kata Liani.
"Tapi Acha biasa aja, menang alahamdulillah, kala ya syukurillah." kata Acha tenang.
"Ih Acha nih, yaa do'a aja supaya menang walau nggak pertama geh." kata Cilla.
"Iya iya." kata Acha.
Banyak ketegangan di sana.
Akhirnya Naura naik ke atas panggung, dan menambah ketegangan.
"MC udah di panggung."
"Ayo kak gak sabar nih kak."
Ocehan ocehan yang di lontarkan.
'Iya iya sabar'
'Baiklah...'
'Tenang dulu santai gak usah tegang, sebelum kita pengumuman juara perkenankan teman kita untuk menyumbangkan suaranya, mereka akan menampilkan semuah syairan.'
"Yeeyy semangat."
"Huuh apaan sih ngundur ngundur waktu aja."
"Iyaa udah tau lagi tegang."
Ocehan ocehan dari santriat.
'Sabar harap tenang, kalo tidak mengijinkan tidak papa tak usah ribut.'
"Ih nggak papa kak suruh pentas aja."
"Iya kak iya."
"Ih apaan sih."
Ocehan ocehan mulai lagi.
'Yaudah oke kalian nya tenang dulu, baiklah ini dia teman sahabat sekaligus saudara seislam kita Acha dan kawan kawan mereka akan menyubangkan sebuah syairan yang berjudul Duh Angin Nu Ngahiliwir.'
"Yey semangat kak, syairan pavorit ana nih."
Acha dan teman teman pun menaiki panggung.
"Sebelum nya maaf karena telah menunda waktu pengumuman jura, niat kami di sini hanya ingin menghibur, yang bisa kita bareng bareng oke, sekali lagi mohon maaf." kata Acha.
🎵🎵🎵
"Duh angin nu ngahiliwir, sampaikeun salam sim abdi, ieu syairan insanii, nu mencintai ka santri." Acha
"Nu kasep kabina-bina, ngagoda mata jeung raga, lalakon dua manusa, nu awalna mikacinta." Rasi.
"Kahalang ku cita-cita, tah ieu teh lalakonna, hiji mangsa dinteun jumat, abdi pamit arek angkat." Liani.
Liani teringat dengan kalimat yang dilontarkan Iki.
"Lin do'a kan saya ya, saya akan menuntut ilmu ke kairo, dan besok saya akan berangkat, maaf kalo ada sikap prilaku saya pernah menyakiti dan menyinggung kamu."
__ADS_1
"Nyiar elmu nu manfaat, supados luhur derajat, abdi teh di pamondokan, nganinggalkeun karinduan." Cilla.
"Ini syairan seperti menceritakan kisah Liani saja." batin Liani tersenyum.
"Dipisah ku kajauhan, cinta butuh pangorbanan, tos lami henteu patepang, sareung anjenna tersayang." Putri.
"Anjen pendak jeung parawan, geulisna kawas biduan, duh gusti abdi sengsara, mencintai hiji wanuja." Ririn.
"Cinta abdi saleureusna
dianggap cinta nurjana
duh gusti abdi tulungan
hate nuju kanyeurian." Mereka.
"Lalaki nu janten pilihan, direbut para walian, dahar abdi teu mirasa, sare abdi henteu tibra." Ririn.
"Raga abdi rasa neurak
sebab ngemutan anjenna
soca ngalirkeun cisoca
abdi kawas jalmi buta." Putri.
"Emutna sebabna cinta, ahirna jadi nalangsa, ieu seurat janten hasrat, tulisan wawakil lisan." Cilla.
"Jeung kertas nu janten tugas, tur mangsi nu janten saksi, mugi gusti ngawidian, ngagentos kanalangsaan." Liani.
"Ngilangkeun ka perhatian, di gentos ku kabingahan, margi wungkulkeun ka gusti." Rasi
"Sim abdi masrahkeun diri, tina setan sareung jalmi, mugi wungkulkeun ka gusti." Acha.
"Turnuhun sadayana." ucap mereka membungkuk.
'Sawangsulna eteh eteh (Sama sama kakak kakak)'
"Nggak ada yang sumbang syairan lagi gitu kak." ucap santri.
'Ummm... ada gak ya? sayang nggak ya.'
"Yahh..." ucao santri.
'Katanya udah penasaran sama sang juara hari ini...'
"Iyaa kak, umumin kak." teriak santri.
'Oke inilah Acara yang di tunggu tunggu, pemungumuman kejuaraan santri Putra juara pertama diraih oleh...'
Semua santri mengeluarkan aura tegangnya.
'dag dig dug ser itulah yang kalian rasakan saat yaa.'
"Huu kak Naura gak asik lah, penasaran nih." kata Santri putri.
'Sah bar sah bar, adek adek ku ter suayang.'
"Ini udah sah bar - eng dia kak di pelaminan." kata Acha terkekeh.
"Huuu." sorak semua.
"Ih apaan sih." kata Acha.
"B aja teh." kata Widya.
"Yaudah sih ya, segimana Acha aja." kata Acha.
"Haha sah bar Cha, tar juga beneran sah bar-eng dia." kata Liani terkekeh.
"Ih Liani mah, eh tapi Aamiin loh ya." kata Acha.
"Emang dianya siapa Cha?" ledek Cilla menaik turunkan alis.
"Eh iya dianya siapa ya, lupa kok Acha tiba tiba anemia yaa." kata Acha.
Para sahabat keheranan.
"Amnesia kali Cha." kata Ririn.
"Iya iya." kata terkekeh.
'Harta itu kurang apabila dibelanjakan tapi ilmu bertambah bila dibelanjakan.'
__ADS_1
❤Ali bin Abi Tholib❤