MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 119


__ADS_3

Rafan memarkirkan mobilnya di depan butik, mereka pun segera masuk dan memilih gaun untuk Shilla.


Shilla melihat lihat satu per satu gaun, napak gaun yang terpasang di patung, gaun berwarna putih tulang dengan motif yang indah.


Rafan berjalan menuju gaun itu.


"Gimana kalo yang ini Shil?" kata Rafan memegang gaun itu.


"Apakah tidak berlebihan, ini terlalu mewah." kata Shilla.


"Terus kamu mau yang mana?" kata Rafan.


"Aku mau yang ini aja." kata Shilla menunjukan sebuah gaun.


Gaun berwarna moca yang sederhana tapi indah.


"Ya udah kalo mau yang itu, coba dulu saya pengen liat." kata Rafan.


Shilla mengangguk tersenyum.


"Saya beli aja apa gaun yang ini, untuk nanti acara resefsi." gumam Rafan.


Muncul lah Shilla yang cantik nan anggun yang keluar dari ruang ganti.


"Ustadz gimana?" kata Shilla.


"Maa syaa Alloh, cantik kak cocok, love deh." kata Almira.


Rafan tercengo dan terdiam tanpa kata melihat Shilla.


"Emang bener yah, sesederhananya baju kalo orang yang pakenya kaya bidadari ya tetep cantik." batin Rafan.


"Ustadz?" kata Shilla.


"Hah? Astaghfirulloh," kata Rafan


"I iya bagus kok." kata Rafan.


"Berarti yang ini yah." kata Shilla.


Rafan mengangguk tersenyum, Shilla pun masuk kembali ke ruang ganti.


"Yaa Alloh om udah jang liat in aja belum makhrom." kata Almira.


"Tar malem juga bakal jadi makhrom." kata Rafan.


"Iya tuh yang mau nikah mah." kata Almira.


"Hush kamu masih kecil juga." kata Rafan.


Shilla keluar dari ruang ganti.


"Udah?" kata Shilla.


"Iya, yaudah ayo." kata Rafan.


"Mba kami beli yang ini, berapa mba?" kata Rafan.


"Tiga ratus lima puluh ribu." kata kasir.


Rafan mengeluarkan sejumlah uang.


"Mohon tunggu sebentar ya pak." kata Kasir


"Eh Almira duluan aja sama kak Shilla." kata Rafan.


"Yaudah yuk kak, kita ke mobil duluan." kata Almira menggenggam tangan Shilla.


Shilla mengangguk tersenyum.


"Yaudah ustadz kami duluan." kata Shilla.


Rafan mengangguk.


Almira dan Shilla pun bergegas pergi.


Setelah punggung Shilla dan Almira tidak terlihat.


"Mba kalo yang ini harganya berapa?" kata Rafan.


"Yang ini harganya dua juta lima ratus pak." kata Kasir.


"Sudah ada yang pesen?" kata Rafan.


"Belum pak, kebetulan baju ini keluaran baru di butik kami, sekitar lima menit sebelum bapak datang kesini baju ini sampai di sini." kata kasir.


"Saya pesen deh mba, ini uang nya tapi saya simpen dulu di sini, nanti tiga hari lagi ke acara resepsi pernikahan, saya bakal kesini lagi." kata Rafan.


"Iya pak, mohon maaf boleh saya tahu kira kira tanggal berapa ya pak?" kata kasir.


"Kemungkinan tanggal enam februari." kata Rafan.


"Baik pak saya catat dulu." kata kasir


Tintin...


Klakson mobil di bunyikan oleh Almira.


"Yaudah mba saya permisi, Assalamu'alaikum." kata Rafan.


"Wa'alaikumussalam terimakasih pak." kata Kasir memberikan nota.


"Terimakasih kembali mba." kata Rafan


Rafan pun segera menuju ke mobil.


"Yaa Alloh om lama amat emang kembalian nya berapa?" kata Almira.


"Syutt..." kata Rafan memasang sabuk pengaman.

__ADS_1


"Jangan jangan tadi om ngasih uang nya satu juta, harga baju nya tiga ratus lima puluh, terus sama si kasirnya di kasih kembalian nya enam ratus lima puluh." kata Almira.


"Terserah Mira aja deh." kata Rafan.


Mobil melaju dengan kecepatan normal.


Srettt krikkk...


Mobil yang di rem mendadak.


"Astaghfirulloh." kata semuanya.


"Kenapa ustadz?" kata Shilla.


"Ada kucing lewat." kata Rafan.


"Terus nggak nabrak kan Ustadz?" kata Shilla.


"Alhamdulillah nggak." kata Rafan keluar mobil.


Rafan segera mengambil anak kucing yang berada di tengah jalan, dan segera memasuki mobil.


"Umm lucunya Syukak." kata Almira.


"Sini om Mira yang pangku." kata Almira.


Rafan menyerahkan anak kucing pada Almira.


Mobil pun dilajukan kembali, Almira sibuk berbincang dengan sang kucing.


"Umi kamu kemana?" kata Almira.


"Kamu di tinggal sendiri sama Umi kamu, kamu sama kaya Umi Mira, ditinggal sama Uminya." kata Almira.


"Sekarang namakamu kikiku yah." kata Almira.


Rafan dan Shilla terkekeh melihat tingkah Almira.


"Yaa Alloh Mira." kata Rafan terkekeh.


"Kenapa om?" kata Almira.


"Tadi kamu sadar, udah samain Umi kamu sama anak kucing." kata Rafan.


"Astaghfirulloh emang iya om? Yaa Alloh maafin Mira, Umi maafin Mira." kata Almira.


Hal itu membuat tawa Rafan dan Shilla semakin renyah.


"Haduh.. Udah udah, sakit perut kak Shilla." kata Shilla tertawa renyah.


"Lagi pula Almira nggak nyuruh kalian tertawa." kata Almira memanyunkan bibir.


"Mira marah?" kata Shilla.


"Nggak." kata Almura datar.


"Wah ice kream tuh, beli dulu yuk, Almira mau gak?" kata Shilla.


Mobil berhenti di pinggir pedagang ice kream.


Mereka pun turun dari mobil.


"Mpus tunggu di sini aja yaa, Almira mau beli ice kream dulu kikiku mau nggak?" kata Almira.


Meaw...


"Owh kikiku mau ice kream yah, yaudah ayo ikut." kata Almira menggendong kucing.


......................


"Bang Almira rasa coklat, dua yaa bang." kata Almira.


Rafan dan Shilla hanya tersenyum.


"Dua neng? Kan tigaan." kata abang ice kream.


"Ini mah buat Almira doang bang, kalo om sama kak Shilla suruh milih sendiri." kata Almira mengambil ice kream.


Almira pun langsung duduk di kursi pinggiran jalan dengan kikiku yang berada di pangkuan nya, dan menyantap ice kream.


"Saya vanilla bang." kata Rafan.


"Si eteh nya apa?" kata abang ice kream.


"Vanilla juga, ya kan?" kata Rafan.


Shilla mengangguk tersenyum.


"Kok Ustadz Rafan tau ice kream kesukaan Shilla yah, apa ustadz Rafan tau? eh tapi dari mana, mungkin aja beliau juga suka vanilla makanya sekalian aja kali ya." batin Shilla bertanya tanya.


"Istrinya mas?" kata tukang Ice kream.


"Iya." kata Rafan.


Shilla menunduk tersenyum.


Almira yang mendengar itu hanya membulatkan matanya, dan kemudian kembali fokus menyantap ice kream.


"Pantesan." kata tukang ice kream.


"Kenapa?" kata Rafan.


"Tau selera mba nya." kata abang ice kream.


"Makasih ya bang." kata Rafan mengambil ice kream.


Rafan dan Shilla duduk di antara Almira.


Rafan mengupas plastik ice kream milik Shilla.

__ADS_1


"Ini..." kata Rafan memeberikan ice kream pada Shilla.


"Makasih Ustadz." kata Shilla.


"Om aneh beli ice kream buat kak Shilla rasa ice kream yang om suka." kata Almira.


"Owh tukan bener ustadz Rafan suka vanilla makanya itu beliin Shilla vanilla juga, tapi nggak papa vanilla juga kesukaan Shilla." batin Shilla.


"Orang kak Shilla juga nggak komplen kamu yang komplen." kata Rafan mencubit hidung Almira.


"Tapi kan setidaknya kalo rasa kesukaan sendiri lebih nikmat." kata Almira.


"Eh nggak papa, vanilla itu rasa ice kream kesukaan ka Shilla." kata Shilla.


"Saya sudah tau itu." batin Rafan tersenyum.


Mereka pun segera menghabis kan ice kream.


krek krek krek....


Benda yang di putar putar tukang asongan.


"Cangcimen, kacang kuaci permen..." kata tukang asongan.


"Kamu mau tahu kikiku." kata Almira.


Meaw...


"Bang tahu sini." kata Almira.


Tukang asongan pun menghampiri.


"Mau beli tahu neng?" kata tukang asongan.


"Iya bang satu bungkus aja, uang nya pinta ke om ini aja ya." kata Almira menunjuk Rafan


Semua melihat ke arah Rafan.


"Ya kan om?" kata Almira melas.


"Iya iya, berapa bang?" kata Rafan.


"Lima ribu mas." kata tukang asongan.


"Ini bang, kembalian nya ambil aja." kata Rafan memberikan uang senilai dua puluh ribu.


"Beneran ini mas?" kata tukang asongan.


"Iya bang," kata Rafan.


"Alhamdulillah yaa Alloh." kata tukang asongan.


"Semangat selalu cari rizki halal nya semoga selalu dilancarkan." kata Rafan.


"Aamiin, makasih mas saya duluan." kata tukang asongan.


Rafan senyum dan mengangguk.


Tak terasa adzan ashar pun berkumandang.


"Alhamdulillah." ucap mereka.


"Ada masjid, sholat dulu yuk." kata Rafan.


"Kikiku nya gimana?" kata Almira.


"Bawa aja ,n anti gantian aja sholatnya sama kak Shilla." kata Shilla mengusap pipi Almira.


......................


Almira mengangguk gembira.


Mereka langsung menuju masjid.


"Almira duluan yang sholat kak Shilla yang jagain kikiku." kata Shilla.


Rafan keluar dari masjid laki laki.


"Belum sholat?" kata Rafan.


"Iya Almira dulu." kata Shilla.


"Yaudah cepet sholat, biar saya aja yang jaga kucingnya." kata Rafan.


"Iya ustadz." kata Shilla.


Shilla segera berwudhu dan masuk ke masjid wanita.


"Kak Shilla disini? kikiku nya sama siapa?" kata Almira khawatir.


"Sama om kamu." kata Shilla.


"Alhamdulillah,yaudah Almira duluan ya." kata Almira.


Shilla mengangguk tersenyum.


Almira segera keluar.


......................


"Wah umi nya kamu datang tuh." kata Rafan.


"Kikiku..." kata Almira berlari dan langsung menggendong kikiku.


Shilla pun keluar masjid.


"Sudah kan, yuk pulang udah sore." kata Rafan.


"Hore..." kata Almira berlari masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Mobil pun dilajukan dengan kecepatan normal.


__ADS_2