MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
Halaman 15


__ADS_3

"Haa, Acha Lu nih galak banget." kaget Iki yang sedikit melompat dan memasang wajah polos.


"Gw juga mau ikut lah, emang gak boleh?." kata Iki membela diri.


"Nggak boleh! Lagian kan ini urusan cewe ya kan Li?" kata Ku dan diangguki oleh Liani.


Kami pun sampai teras atas, kami pun berbaring, begitu indahnya pemandangan malam ini bintang yang banyak dan bulan dengan bulat yang sempuran memancarkan cahayanya.


......................


"Maa syaa Allah.. Sangat indah." kata suara pria, kami pun melirik ke samping, ternyata pria itu tak lain adalah Iki yang tiba tiba datang.


"Iyaa bener indah banget." kata Liani yang terfokus ke langit lagi.


Kami sangat menikmati keindahan langit malam.


"Acha... nak?" teriak Uma di bawah.


"Iyaa Uma.." teriak ku.


......................


Kami pun menghampiri Uma, langkah demi langkah Kami turun dari tangga.


"Cha.." teriak Liani.


"Liani Lu yaa ngagetin aja." kata Ku sedikit kesal.


"Wah Lu melamun yaa, melamunin siapa hayoo." selidik Liani.


"Dih siapa yang melamun, kan lagi adzan Kita hayati lah." kata Ku.


"Maa syaa Allah Ustadzah Acha." kata Iki.


"Dih apaan." kataku.


"Dih bukan nya Aamiin." kata Iki.


"Iyaa Aamiin." kata Kami bertiga.


...****************...

__ADS_1


Pov iki


Aku yang sedang duduk main hp di sofa, melihat Acha dan Liani hendak menaiki tangga.


"Ekhem." kata Ku dan mereka menghiraukan.


"Heh Mereka budeg, apa pura pura budeg." gumam Ku heran.


"Heh hehey Kalian mau kemana?" kata Ku yang bangun dari rebahan dan langsung menghampiri Mereka.


"Mau kemana juga seterah Kita dong." kata Acha sinis dan langsung menarik Liani naik tangga.


"Seterah seterah, yang bener tuh terserah." kata Ku meledek.


"Hemhh." kata Acha yang mendengar itu pun menoleh ke arah Ku dan langsung memalingkan mukanya dengan sinis.


......................


Aku pun berusaha mengikuti Mereka tanpa suara.


"Hey mau kemana Lu!" kata Acha yang langsung berbalik ke belakang, membuatku kaget.


"Haa, Acha Lu nih galak banget." kaget Ku yang sedikit melompat dan drama memasang wajah polos ketakutan.


"Nggak boleh! Lagian kan ini urusan cewe ya kan Li?." kata acha melirik ke arah Liani dan diangguki oleh Liani.


......................


Aku pun ke teras atas menyusul mereka.


"Maa syaa Allah.. Sangat indah." kata Ku takjub melihat keindahan malam ini, dan Mereka berdua menoleh ke arah Ku.


"Iyaa bener indah banget." kata Liani yang kembali terfokus ke langit begitu pun Acha.


Kami sangat menikmati keindahan langit malam.


"Acha... nak?" teriak Tante Fathma di bawah.


"Iyaa Uma.." teriak Acha.


......................

__ADS_1


Kami pun segera kebawah menghampiri seruan itu, langkah demi langkah Kami turun dari tangga.


"Cha.." kata Liani.


"Liani lu yaa ngagetin aja." kata Acha sedikit kesal.


"Wah Lu melamun yaa, melamunin siapa hayoo." selidik Liani.


"Dih siapa yang melamun, kan lagi adzan Kita hayati lah." kata Acha.


"Maa syaa Allah Ustadzah acha." kata Ku sedikit mengejek.


"Dih apaan." kata Acha.


"Dih bukan nya Aamiin." kata Ku dan di angguki Liani.


"Iyaa Aamiin." kata Kami bertiga.


......................


Sesampainya dibawah


"Nah itu Dia." kata Umi melihat ke arah Kami.


"Ki pulang yuk, dirumah gak ada siapa siapa." kata Umi.


"Yaa Allah Umii rumah deket juga kenapa harus pulang awal huft." batin Ku.


"Iya Ki tar rumah Lu ada yang nge gotong dah." kata Acha mengejek Ku.


"Yee parah Lu ya, lagian gak mungkin maling bisa ngegotong rumah, asal Lu tau rumah Gw itu dijagain sama unta betina bergigi emas wkwk." canda Ku, yang kemudian di jewer Umi.


"Aduh sakit Umi." keluh Ku.


"Bercandanya jangan berlebihan." kata Umi masih menjewer.


"Iya iya." kata Ku pasrah dan Umi melepas jewerannya.


"Yaudah Fath Kami pamit dulu, makasih yaa, Assalamu'alaikum." kata Umi.


Kami pun pergi dengen bersalaman ke tante Fathma.

__ADS_1


"Wa'alaikumussalam." kata Mereka.


__ADS_2