
"Wihh cocok kaya suami istri aja." kata Naila, yang membuat Mereka tertawa.
Fathma dan Silfa melihat Acha dan Muza dengan tatapan bahagia.
"Udah pada shalat maghrib dulu, Gw mencuim bau bau kalo lu belum sholat." kata Liani pada Acha.
"Eh iya pada shalat dulu sana." kata Silfa.
"Naila juga kamu belum shalat, shalat sana, dasar yaa." kata Liani menjewer telinga Naila yang ada di balik kerudung.
"Aww sakit, iya iya Naila shalat, Umi kak Liani nya." rengek Naila.
"Eh eh kak Liani nyuruh buat kebaikan Kamu loh." kata silfa membela Liani.
"Umi mah." kata Naila cemberut.
"Eh yaudah, Naila bareng kak Acha aja shalat nya yuk." ajak Acha
......................
Acha pun berwudhu di mushola keluarga liani yang berada didalam rumah nya, saat ke mushola ternyata ada Muza yang sedang shalat.
__ADS_1
"Aduhh ada kak Muza lagi." batin Acha.
"Abang shalat apa? Kok cuma 2 raka'at doang?" kata Naila yang melihat Muza sudah salam.
"Abang shalat sunah sebelum shalat fardhu Nay." jelas Muza dengan lembut.
Muza beranjak dari Posisi nya tadi (mundur dan kembali ke posisi tadi).
"Berarti Abang belum shalat maghrib dong, yey shalat jama'ah yuk Bang, Nay jadi makmumnya.." kata Naila gembira.
"..ehh Abang kenapa...." lanjut Naila ekspresinya menjadi heran.
"Owh jadi setiap shalat beda niat nya harus ada jeda nya." kata Muza yang mengerti keheranan Naila.
"Jadi gini, kan kalo Nay shalat sunnah qobliah maghrib, terus selesai kan shalat sunnah nya, udah gitu Nay harus shalat fardhu maghrib kan." kata Muza yang diangguki oleh Naila.
"Nah Nay harus pindah posisi buat nandain shalat maghrib dan qobliah itu beda.." jelas Muza dan Nay masih memasang raut belum mengerti.
"Gini aja nih, Bergeser sedikit dari tempat shalat shalat kita, baik itu maju sedikit atau mundur sedikit karena maksud dari sunnah ini adalah agar kita membedakan (memisahkan) antara shalat wajib dan shalat sunnah yaitu dipisah dengan gerakan walaupun sedikit, dan bisa juga dengan berbicara sedikit (berbicara hal yang bermanfaat) untuk membedakan/memisahkan antara shalat wajib dan shalat sunnah (tidak perlu bergeser), karena ada ulama yang berpendapat demikian.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata,
__ADS_1
والسنة أن يفصل بين الفرض والنفل في الجمعة وغيرها، كما ثبت عنه في الصحيح أنه صلى الله عليه وسلم نهى أن توصل صلاة بصلاة حتى يفصل بينهما بقيام أو كلام
“Termasuk sunnah adalah memisahkan (membedakan) antara shalat wajib dan shalat sunnah ketika shalat jamaah dan lain-lain, sebagaimana terdapat nash shahih bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam melarang menyambung shalat dengan shalat lainnya sampai dipisahkan (dibedakan) dengan berdiri (bergeser) atau berbicara.” [Al-Fatawa Al-Kubra 2/395]. "
"Kemudian membedakan atau memisah shalat wajib dengan shalat sunnah dengan cara terbaik yaitu shalat sunnah di rumah baik itu qabliyah maupun ba’diyyah."
"Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan,
وعلى هذا فالأفضل أن تفصل بين الفرض والسنة، لكن هناك شيء أفضل منه، وهو أن تجعل السنة في البيت؛ لأن أداء السنة في البيت أفضل من أدائها في المسجد، حتى المسجد الحرام
'Oleh karena itu yang paling baik adalah engkau memisahkan antara shalat wajib dan shalat sunnah, akan tetapi ada yang lebih baik dari hal tersebut yaitu engkau shalat sunnah di rumah karena shalat sunnah di rumah lebih baik daripada di masjid walaupun itu masjidil haram.' [Majmu’ Fatawa wa Rasail, bab shalat tathawwu’]."
"Dan sebagian ulama lagi berpendapat bahwa pemisah antara shalat wajib dan sunnah adalah salam dari shalat wajib, itu sudah cukup sehingga tidak perlu bergeser sedikit ataupun berbicara. Dalam hal ini memang ada perbedaan pendapat ulama yang merupakan ikhtilaf mu’tabar sehingga kita harus saling lapang dada menerima perbedaan ini." kata Muza.
"Ouhh nay ngerti ngerti." kata Nay tersenyum.
"owh jadi kalo kita setiap shalat yang niat nya beda harus ada jeda yah." batin Acha.
"Iyaa gituu." kata Muza dan Acha hanya keheranan.
"Eh yaudah ayo mulai shalat nya." kata Muza mencolek hidung Naila.
__ADS_1
"Kamu juga boleh Cha kalo mau gabung." kata Muza yang pandangan nya mengarah ke depan.
"Nah bagus dong berarti jangan Nay yang iqomat, kak Acha aja." kata Naila yang langsung mengambil posisi disebelah kiri Acha.