
"Nggak kak Kami kan baru kenal sehari, lebih baik tanya Liani kak, Liani sahabat nya Acha dari SMK." kata Ririn.
"Mana Lianinya." kata Shilla.
Ririn, Cilla, Putri dan Rasi hanya saling bertatap satu sama lain karena tidak mengetahui keberadaan Liani.
"Mungkin di ruang kesehatan sama Acha." kata Cilla.
"Yaudah Idah coba cari kesana." kata Saidah.
......................
Saidah yang mencari Liani akhirnya menemukan Liani yang menangis di ruang kesehatan bersama Acha yang belum sadarkan diri, dan ada Muza bersama tim kesehatan.
"Cha bangun Lu kenapa Cha." tangis Liani dan mata muza berkaca kaca.
"Liani wajar nangis kan sahabat nya, Alki kenapa mata nya sembab apa abis nangis, masa iya Alki kan orang nya tegar." batin Saidah.
"Li?" kata Saidah.
"Iya Kak." kata Liani yang langsung menghapus air matanya.
"Kamu bisa ikut Kakak dulu gak?" kata Idah.
"Tapi nanti Acha sendiri." kata Liani.
"Tenang ada tim kesehatan kan." kata Idah.
"Bang Liani nitip Acha bentar." kata Liani.
"Bang? Maksudnya? Aduh bodolah apa ge." batin Idah
'Meskipun aku diam tenang bagai ikan, tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan.'
❤Jalauddin Rumi❤
......................
__ADS_1
Liani dan Saidah pun pergi menuju ruangan kepengurusan.
"Assalamu'alaikum." kata Liani dan Idah.
"Wa'alaikumussalam." kata Mereka yang ada di ruangan.
"Li kak Shill mau tanya tentang Acha, Acha punya penyakit atau apa gitu?" kata Shilla.
"Kalo tentang penyakit Liani gak tau, perasaan bersih bersih aja Acha mah gak ada penyakit, tapi satu minggu yang lalu Acha jatuh dari tangga dan kepalanya kebentur." kata Liani sedih.
......................
"Iyaa dari benturan kepala itu menimbulkan luka dalam yang serius." kata Muza yang datang, dan membuat semua kaget dan heran.
"Maksudnya gimana? Alki tau penyakit Acha?" kata Saidah.
"Memang yang dikatakan Liani bener, dan Liani tidak mengetahui kondisi Acha yang sebenar nya." kata Muza.
"Maksudnya Bang? Liani gak ngerti?" kata Liani khawatir.
"Bang?" kata Mereka.
"Ya Allah kalian b aja dong, tenang jangan patah hati, Liani tuh sepupunya Alki." jelas shilla.
"Owhh pantesan." kata Idah.
yang lain hanya tertatap belum percaya, apa lagi Cilla yang sering membicarakan Alki.
"Selo aja Cill." kata Liani yang mengerti ekspresi Cilla malu.
"Udah udah Kita kembali ketopik, silahkan dilanjutkan Ki." kata Shilla.
"Kamu inget pas dokter akan pulang Li? Abang kan yang ijin ke Umi buat nganterin Dokter Deni ke depan, itu karena Dokter nya yang minta, dan kata dokternya, beliau tidak bisa mengatakan hasil Acha melihat keluarga yang sedang khawatir, karna Acha yang melarang nya, kondisi benturan yang ada di kepala Acha sangat serius makanya Acha harus rutin minum obat, kalo abis tapi belum sembuh juga kita susah buat mencari obat nya langka, ada di apotek dokter Deni, jadi Saya minta ke kalian pastiin Acha minum obat sehari sekali, terus sekarang Dia sudah minum obat?" kata Muza.
Semuanya menggelangkan kepala.
"Gak tau bang tapi Liani belum liat Acha minum obat.
__ADS_1
"Nah sekarang Kita udah tau kan kalo Acha punya keluhan, semoga kalian sebagai teman sekamar nya bisa saling menjaga." kata Shilla.
......................
Acha pun sadar dan bergegas mencari sahabat sahabat nya itu.
"Assalamu'alaikum." kata Acha ceria.
"Chaa Kamu udah sadar." kata Liani dan semua teman kamar Acha memeluk nya.
"Ihh apaan sih Acha tuh sehat sehat aja, tuh liat kan." kata Acha.
"Yuk ah Kita ke musholla belum selesai kan acaranya." kata Acha semangat.
"Kamu yakin mau ikut acara sampe selesai Cha?" kata Shilla.
"Yakin dong Kak.. Acha kan udah sehat." kata Acha.
"Kamu udah minum obat Cha? Kalo belum perlu gak Bang Muza yang bantuin Kamu minum obat lagi." bisik Liani.
"Apaan sih, eh kalo Ustadz Rayis boleh tuh" kata Acha menyikut Liani.
"Oke oke, tar Aku bilangin.." kata Liani yang menggandeng tangan Acha itu lah ciri khas Liani kalo sama Acha nempel mulu.
......................
"Kak Shilla semua nya harus cepet ke mushola, Abi dan Istadz Rayis sudah kembali dan santriat baru akan segera dikukuh dan pembacaan janji santri." kata Ara ngos ngosan.
Mereka pun langsung ke mushola, setiba nya di mushola Mereka pun dikukuhkan dengan membaca janji santri, tangan kanan Mereka diletakan di dada kiri, dan tangan kiri menyentuh bahu teman yang ada di pinggir.
"Acara demi acara telah Kita lalui dan Kita sudah berada dipenghujung acara yaitu penutup Kita tutup acara ini dengan mengucap hamdallah." kata Lisa.
"Alhamdulillahirobbil'alamiin." ucap Mereka semua.
"Baik ada arahan sedikit dari Ustadz Rayis." mohon duduk kembali.
Para santriat pun duduk kembali.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.... Saya ucapakan selamat datang dan selamat bergabung bersama Ma'had Al Malik, semoga Kalian bisa betah sampai lulus dengan hasil terbaik, peraturan pondok dan kamar sudah Kami tempel dimading, besok peraturan sudah mulai diterapkan, sekian dari Saya selamat beristirahat wassalam, assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh." arahan dari Ustadz Rayis.