
"Semuanya ikut bersholawat ya." kata Maesaroh.
"Semoga bukan sholawat burdah atau syairan." kata Cilla.
đ”Qod kafani âilmu robbi min su-ali wakhtiyari
(Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permintaanku dan Usahaku)
Faduâa-i wabtihali syahidun li biftiqori
(Maka doâa doâa dan jeritan hatiku sebagai saksiku atas kefakiranku 'dihadapan kewibawaanMU')
Falihadzas-sirri adâu fi yasari wa âasari
(Maka demi rahasia kefakiranku 'dihadapan KewibawaanMu' aku selalau mohon 'padaMu' disaat kemudahan dan kesulitanku)
Ana âabdun shoro fakhri dlimna faqri wadlthirori
(Aku adalah hamba yang kebangganku adalah dalamnya kemiskinannku dan besarnya kebutuhanku 'padaMu')
Qod kafani âilmu robbi min su-ali wakhtiyari
(Wahai Tuhanku Wahai yang memiliki diriku,Engkau Maha Mengetahui bagaimana keadaanku)
Wa bima qod halla qolbi min humumin wasytigholi
(Dan dari segala yang memenuhi hatiku dari kegundahan dan kesibukanku 'hingga terlupakan dari mengingatMu')
Fatadarokni biluthfin minka ya mawlal mawali
(Maka ulurkanlah bagiku Kasih Sayang dari Mu Wahai Raja dari segenap para Raja)
Ya karimal wajhi ghitsni qobla an yafna-shthibari
(Wahai Yang Maha Pemurah Dzatnya,tolonglah aku,dengan pertolongan yang dating sebelum sirna kemampuanku dalam bersabar)
Ya sariâal ghoutsan minka yudrikni sariâan
(Wahai Yang Maha cepat mendatangkan pertolongan,temukan kami dengan pertolongan dari Mu yang mendatangi kami dengan segera)
Yahzimul âusro wa yaâti billadzi arju jamiâan
(Pertolongan yang merubuhkan segala kesulitan,dan mendatangkan segala yang kami harap harapkan)
Ya qoriban ya mujiban ya âaliman ya samiâan
(Wahai Yang Maha Dekat,Wahai Yang Maha Menjawab segala rintihan,Wahai Yang Maha Mengetahui,Wahai Yang Maha Mendengar)
Qod tahaqqoqtu bi âajzi wa khudlu i wankisari
(Sungguh aku telah benar-benar meyakini kelemahan dan ketidakmampuanku, kerendahan dan keluluhanku)
Lam azal bil babi waqif farhaman robbi wuqufi
(Aku masih tetap berdiri di Gerbang Mu,maka kasihanilah aku yang masih terus menunggu)
Wa biwadil fadl-li akif fa-adim robbi âukufi
(Dan di Lembah Anugerah Kasih SayangMu aku berdiam maka abadikanlah keadaanku ini)
Wa lihusnidhdhonni lazim wa huwa khili wa halifi
(Maka bersangka baik padaMu adalah hal yang mesti bagiku, sangka baik atasMu adalah pakaianku dan janjiku)
Wa anisi wa jalisi thula laili wa nahari
(Dan hal itulah 'sangka baik padaMu' yang menjadi penenang hatiku,dan selalu 'sangka baik pada Mu' menemaniku sepanjang siang dan malam)
Hajatan fin-nafsi ya robbi faqdliha ya khoiro qodli
(Segala kebutuhan dalam diriku Wahai Penciptaku maka selesaikanlah, Wahai sebaik-baik yang menyelesaikan kebutuhan)
Wa arih sirri wa qolbi min ladhoha wasysyuwadhi
Dan tenangkanlah ruhku dan sanubariku dari gejolak dan gemuruhnya (nafsu,kemarahan,kesedihan,kebingungan,dan penyakit penyakit hati)
__ADS_1
Fi sururin wa huburin wa idza ma kunta rodli
(Agar hatiku dan ruhku selalu dalam ketentraman dan kedamaian dalam apa2 yang telah engkau Ridhoi)
Falhana walbasthu hali wa syiâari wa ditsari
(Maka kegembiraan dan kebahagiaan menjadi keadaanku selalu,dan menjadi lambing kehidupanku dan selubung perhiasanku)
Qod kafani âilmu robbi min su-ali wakhtiyari
(Sungguh telah cukup bagiku kepuasan dan ketenanganku bahwa Penciptaku Maha Mengetahui Segala Permintaanku dan Usahaku)đ”
"Terimakasih." kata Maesaroh.
"Alhamdulillah bukan yang kita." kata Cilla dan Puput.
"Semangat shohibah abis ini kita." kata Acha.
'Maa syaa Alloh, selanjutnya atas nama Shohibah Lillah.'
Acha dan teman teman pun menaiki panggung.
"Disini kami akan bersholawat Pasal 10 Qasidah Burdah: Bermunajat dan Meminta Hajat, semoga hajat kita bisa terkabul aamiin." kata Acha.
"Aamiin." ucap semuanya
Sholawat di lantunkan dan semuanya mengucap 'aamiin yaa Alloh, aamiin yaa robbii, aamiin yaa Alloh, yaa robbal 'alamiin' sampai sholawat selesai di lantunkan.
đ”Yaa robbi bil mushthofaa balligh maqoo shidanaa, waghfir lanaa maa madho yaa waa si'al karomi
(Ya Allah, semoga dengan berkah nabi yang pinilih, gandakanlah segala cita-cita kami, dan ampunlah segala dosa kami yang terlewat masa wahai dzat yang luas kemurahan-nya.)
Yaa akromal kholqi maa lii man aludzubihi, siwaaka 'ingda hululil haaditsil 'amimii
(Wahai makhluk paling mulia, tiada orang tempat perlindungan hamba, selain engkau baginda kala huru hara kiamat melanda semua manusia.)
Walay yadhiiqo rosulallohi jaa hukabii, idzal kariimu tajal laa bismi mungtaqimi
(Wahai Rasululloh, keagunganmu tiada sempit karena hamba, tatkala Dzat yang Maha Mulia bersifat dengan nama Dzat Penyiksa.)
(Di antara kemurahanmu adalah dunia dan akhirat baqa, dan diantara ilmumu adalah ilmu lauh mahfudh dan qalam pena.)
Yaa nafsulaa taqnathii ming zal latin 'adzumaat, innal kabaa irofiil ghufroo nikal lahami.
(Wahai jiwa janganlah putus asa karena dosa besar yang telah dilakukan, sesungguhnya dosa-dosa besar dalam luasnya ampunan Alloh seperti kecil dan ringan.)
La'al la rohmata robbii hiina yaqsimuhaa, ta'tii 'alaa hasabil 'ishyaani filqisami.
(Semoga Rahmat Alloh Swt, ketika dibagi-bagikan, datang, sampai kepadaku dalam pembagian Sesuai dengan nilai kedurhakaanku.)
Yaa robbi waj'al rojaa iighoiro mun'akisi, ladaika waj'al hisaabii ghoiro munkhorimi
(Ya allah jadikanlah harapanku tak berbeda dengan apa yang ada disisi-mu, dan jadikanlah keyakinanku tiada putus âputus kepada-mu.)
Walthuf bi'abdika fid daaroini inna lahu, shobrom mataa tad'uhu ahwaalu yan hazimi
(Ya Allah, kasihanilah hamba-mu ini dalam dunia dan akhirat nanti, sesungguhnya ia punya kesabaran jika bencana menimpa lari tak tahan.)
Wa'dzal lisuhbu shilaatim mingka daa imatan, 'alan nabiyyi bimunhaliw wamung sajimi
(Ya Allah, semoga Engkau curahkan awan shalawat-mu abadi tak terbatas, kepada junjungan nabi Agung Muhammad Saw, layaknya hujan mengalir deras.)
Maa ronnahat 'adzabaatil baani riihu shobaa, wathrobal 'iisa haadiil 'iiisi binnaghomi
(Selagi angin timur masih mendoyongkan dahan-dahan pohon ban, dan selagi pengembala unta senangkan unta dengan merdu suara.)
Tsummar ridhoo 'an abii bakri wa 'an umari, wa 'an 'aliyyi wa 'an 'utsmaana dzil karomi
(Kemudian ridha Allah semoga tetap tercurah ruah untuk Abu bakar, Umar, Ali dan Utsman, mereka shahabat-shahabat yang memiliki kemuliaan yang tinggi.)
Wal ali wash shohbi tsummat taa bi'ina fahum, ahlat tuqoo wannaqoo walhilmu wal karomi
(Juga keluarga dan shahabatnya kemudian para tabi'in, dan pengikutnya mereka ahli taqwa dan kesucian bersifat penyantun dan dermawan)
Yaa robbi bil mushthofaa balligh maqoo shidanaa, waghfir lanaa maa madho yaa waa si'al karomi
__ADS_1
(Ya Allah, semoga dengan berkah nabi yang pinilih, gandakanlah segala cita-cita kami, dan ampunlah segala dosa kami yang terlewat masa wahai dzat yang luas kemurahan-nya.)
Waghfir ilaahii likullil muslimiina biha, yatluunafiil masjidil aqshoo wa fiil haromi
(Ampunilah wahai tuhan beta dosa-dosa muslim semua, berkat qur-an yang mereka baca di masjidil haram dan aqsha.)
Bijaahi mambaitahu fii thoibatin haromun, wasmuhu qosamum min a'dzomilqosami
(Dengan keagungan nabi yang tinggal di tanah suci, namanya menjadi sumpah paling agungnya sumpah.)
Wa hadzihi burdatul mukhtaari qod khutimat, walhamdulillahi fii bid'i wafii khitami
(Inilah sair-sair burdah yang telah sampai pada penghabisan, segala puji bagi Allah Swt, dari permulaan sampai penghabisan.)
Abyaa tuhaa qod atat sittiina ma'miatin, farrij bihaa karbanaa yaa waa si'al karomi
(Bait- bait Qashidah Burdah sebanyak seratus enam puluh buah, berkat burdah lapangkan segala duka cita wahai dzat yang maha luas kemurahan-nya.)
"Terimakasih." kata Acha dan teman teman.
'Maa syaa Alloh semoga hajat yang kita sebutkan kita terkabul aamiin.'
"Aamiin." ucap semua.
'Lima belas menit lagi menuju dzuhur, silahkan yang tidak berhalangan ke masjid untuk melaksanakan salat berjama'ah, dan yang sedang berhalangan boleh ke kamar terserah kalian senyaman nya.'
Adzan dzuhur berkumandang semua nya melaksanakan sholat jama'ah.
Setelah selesai salat jama'ah kegiatan pun di lanjut kembali.
'Wah yang abis wudhu udah pada seger nih, masih semangat kan?'
"Semangat dong." teriak semuanya.
'Wah alhamdulillah atas ijin Alloh, ike kita lanjut.'
Nomor demi nomor pun di sebutkan dan akhirnya nomor terakhir pun pentas.
'Selanjutnya nomor urut terakhir yaitu nomor lima puluh atas nama Asiyah.'
Asiyah dan teman teman pun naik ke atas panggung.
đ”Saâduna Fiddunya, Fauzunaa Fil Ukhro
(Kebahagiaan kami di dunia, keberuntungan kami di akhirat.)
Bikhodijatal Kubro Wafathimataz Zakhro
(Dengan perantara Khodijah al Kubro dan Fathimah Az Zahro.)
âYaa Uhailal Maâruf Wal Athoo il Ma'lubâ
Wahai pemilik kebaikan dan pemberian yang disukai
Gorotallil Malhuf, Innakum bi Adroo
(Berikanlah kepada orang yang berduka, sungguh kalian lebih mengerti dirinya)
"Terimakasih." ucap Asiyah.
'Maa syaa Alloh ini lah penghujung waktu yaitu penutup, pemgumuman juara setelah shalat ashar, silahkan istirahat dulu setelah ashar kita lanjut pemgumuman juara.'
Semuanya istirahat di tempat yang mereka temukan ada juga yang ke kamar.
"Baru jam tiga, masih setengah jam ke ashar, padahal mah lanjut aja." celoteh Cilla.
"Mc nya juga cape lah Cill." kata Acha.
"Iya iya..." kata Cilla.
"Eh gimana kalo sebelum pembagian juara kita nyumbang syairan yuk." kata Cilla.
"Kuy lah." kata mereka serentak.
'Sesungguhnya mengikuti hawa nafsu dapat menghalanginya dari kebenaran dan panjang angan-angan dapat membuatnya lupa akhirat.'
__ADS_1
â€Ali bin Abi Tholibâ€