MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 82


__ADS_3

"Aww uhhh." keluh Ririn yang terjatuh dan sapu yang di pegangnya terlempar ke belakang.


Cilla yang ada di belakang segera menghindar dari serangan sapu itu.


"Rin.." kata Cilla yang langsung melepaskan sapu di genggamannya dan langsung lari ke arah Ririn begitu pula yang lain nya.


......................


"Rin kamu gak papa?" kata Acha.


"Iyaa nggak papa." kata Ririn membersihkan pakaian nya.


"Eh afwan ya, Ana gak tau kalo ada orang di sini." kata Faziel merasa bersalah.


Deg!


Detak jantung Ririn yang mulai tak beraturan.


"Eh Ustadz, laa ba'sa Ustadz." kata Ririn dengan senyum malu.


"Kalian dihukum yaa? Pasti gara gara gak ngerjain tugas Ustadzah Nurma." ejek Faziel.


"Ah Ustadz, bener banget, kaya nya pengalaman deh." ledek Liani yang emang akrab dengan nya karena Faziel adalah sahabat dekat Muza.


"Ih Kamu ya Li dari dulu sampe sekarang, gak bisa gitu gak ledek Saya." kata Faziel terkekeh.


Ririn yang melihat kedekatan mereka hanya memasang raut sedikit tak nyaman, dan ada kobaran api kecemburuan di dalam hatinya.


"Tau nih Li, lagian sekarang beliau ustadz dan Kita santri, gak baik kalo ngobrolnya kaya gak ada batasan." kata Ririn datar.


Ririn langsung mengambil sapu yang tadi terlempar untuk meneruskan pekerjaannya.


......................


Cilla pun mengambil sapu yang tadi terlepas dari genggaman nya.


"Aseef jidan Ustadz hehe." kata Liani menyatukan kedua tangan nya.


"Gak papa kok Saya lebih seneng gitu, kalo bukan di kampus gak ada batasan, dan Saya juga gak tersinggung sama sekali." kata Faziel meyakinkan.


"Ya sudah Saya balik lagi deh, awalnya mau di masjid dulu, eh ternyata lagi di bersihin." kata Faziel.


"Afwan yaa Ustadz." kata Mereka.


"Ya sudah Saya permisi, assalamu'alaikum." kata Faziel.


"Wa'alaikumussalam." kata Mereka.

__ADS_1


Langkah demi langkah Faziel pun menjauh dari mereka.


......................


"Ihh kok Cilla baru nyadar yaa Ustadz Faziel ganteng juga bae lagi." kata Cilla sembari menyender di sapu yang dipegang nya dan melihat ke langit.


"Huh ngeliat yang ganteng langsung aja." kata Acha yang mengibas kan kerudung nya didepan wajah Cilla.


"Hih Acha, ganggu aja." kata Cilla sedikit kesal.


"Udah lah Kalian, gimana mau selesainya kalo ngobrol terus." teriak Ririn di dalam.


Mereka pun membersihkan akhirnya masjid bawah selesai tinggal masjid lantai dua dan kamar mandi.


......................


Mereka pun segera melanjutkan pekerjaan yang tertunda.


"Huft." keluh Mereka yang menarik nafas dalam dalam dan membuangnya secara kasar.


"Yaa Allah kasian banget shohibah lillah, gara gara Acha kalian kecapean." kata Acha merasa bersalah.


"Santay aja Cha." kata Liani ngos ngosan.


"Buat ganti tenaga kalian, Acha traktir deh." kata Acha.


"Wihh asiikk." kata Mereka semangat.


"Yaudah Kita cepet selesain bentar lagi dzuhur dan jam pelajaran Ustadzah Nurma selesai." kata Ririn.


Mereka pun membersihkan dengan semangat.


......................


Akhirnya detik telah berlalu menjadi menit dan menit menjadi jam, semuanya sudah di bersihkan tanpa ada debu yang tersisa.


"Huft alhamdulillah." kata Mereka lega.


"Semoga jadi ladang pahala yah buat Kita, dan lelahnya jadi lillah." kata Acha.


"Aamiin." kata Mereka semua mengangkat tangan dan mengusap wajah.


"Yuk ah kantin." kata Cilla.


"Kita ke kelas dulu takut Ustadzah Nurma masih ngajar, masih ada 15 menit nih." kata Rasi.


"Hu uh kan Ustadzah Nurma gak nyuruh Kita buat balik kekelas." kata Cilla.

__ADS_1


"Wah Cilla ck ck." kata Liani menggeleng geleng.


"Kenapa?" Cilla heran.


Liani biasanya membela kalo urusan kantin.


"Bener bangat yang Cilla bilang, lagian kan Ustadzah Nurma berpesan 'di usahakan pas pelajaran ustadzah berakhir sudah selesai, kalo belum selesai teruskan sesudah semua mata pelajaran berakhir', nah dan gak disuruh balik kelas kan." kata Liani menepuk bahu Cilla.


"Wah inget semua yaa Liani, Cilla sih udah lupa hehe." kata Cilla.


"Jadi gimana mau ke Kantin?" kata Putri.


"Terserah deh, ngikut." kata Rasi.


"Udah kantin aja, yuk." ajak Cilla.


Mereka pun berjalan menuju kantin.


......................


Langkah demi langkahnya di penuhi perbincangan.


"Yaudah hayu, tapi tanggung jawab loh yaa, kalo ke tau an Ustadzah." kata Rasi.


"Iya iya tenang aja, kan ada Acha." kata Cilla.


"Lah kok acha." kata Acha.


"Ya iya Acha kan yang mau traktir, jadi Acha yang harus tanggung jawab." kata Cilla.


"Hu uh emang ya punya sahabat gini amat." gerutu batin Acha.


......................


Langkah mereka terhenti karena heran melihat Cilla.


"Haaaa." Cilla yang membulatkan matanya.


"Cil kenapa, ngagetin aja." kata Ririn datar.


Liani mendorong dagu Cilla ke atas sehingga mulut Cilla yang membuka tertutup kembali.


Cilla menelan ludah nya sendiri ketakutan.


"Tau nih, kenapa Cill? kaya liat hantu aja" kata Acha yang menepuk bahu Cilla.


"Anu..itu.. Us.." kata Cilla yang susah untuk berkata.

__ADS_1


Abaikan rasa sakit, atau jika tidak maka kamu tidak akan pernah merasa bahagia.


❤Ali bin Abi Tholib❤


__ADS_2