MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 52


__ADS_3

"Kesayangan Uma sama Abi juga dong." lanjut Acha dan Fathma pun tersenyum.


......................


Pagi pun tiba


"Uma.. Abi gak pulang?" kata ku yang duduk dikursi meja makan menunggu sarapan di sajikan.


"Gggak nak kayanya nginep di kantor." kata Fathma yang akan membuat nasi goreng.


"Marah ya sama Acha?" kata Acha dengan datar.


"Nggak sayang, Kamu mah aneh aja, marah kenapa coba? Abi ada meeting mungkin kemaleman buat pulang dan tidur di kantor." jelas Fathma.


"Ouhh takutnya kan, eh bu Maryam kapan kesininya lagi Uma." tanya Acha.


"Kayanya besok atau lusa." kata Fathma.


......................


"Assalamu'alaikum." kata Qayyis yang baru datang.


"Wa'alaikumussalam." jawab Acha dan Fathma.


"Wah sarapan apa hari ini?" kata Qayyis.


*Qayyis y*ang duduk dikursi tempat biasaya.


"Nasi goreng buatan Uma dong." kata Acha ceria.


"Jadi gimana hasil nya Uma?" kata Qayyis menghampiri Fathma dan merilik ke Acha.


"Abi coba ngomong sendiri aja." kata Fathma melirik ke Acha.


"Jadi gini Cha..." kata Qayyis terpotong.


"Terus lanjutkan Abii.." kata Fathma yang memotong perkataan Qayyis sambil memerintah Qayyis menggunakan pisau yang sedang dipegang nya.


"Haa." kaget Qayyis langsung menghindarkan wajahnya yang hampir terkena pisau karena tangan Fathma tidak mau diam.


"Kenapa?" kata Fathma polos sambil mengangkat kedua alisnya heran.


Qayyis hanya mengisyaratkan dengan mengarahkan pandangan nya ke pisau yang di pegang Fathma.


"Haa...Uma minta maaf yaa Bi hehe gak nyadar lagi pegang pisau, Abi gak kenapa kenapa kan?" kaget Fathma plus khawatir sambil memeriksa Qayyis.


Acha terkekeh melihat tingkah laku Uma dan Abinya.


"Iya iyaa.. Abi baik baik saja Umaa ku sayang." kata Qayyis terkekeh.

__ADS_1


"Udah Uma terusin potong cabai nya yaa.." perintah Qayyis lembut, Fathma pun hanya menatap Qayyis dan tersenyum terpaksa.


"Maniss sekali istri Ku, apalagi kalo senyum nya ikhlas." sindir Qayyis.


"Seperti ini nih." kata Qayyis sambil mempraktekan ekpresi senyum manis.


Fathma pun tersenyum manis tapi hanya sebentar dan kemudian memberi tatapan sinis.


Acha hanya terkekeh.


"Eh sudah sudah Umaku dan Abi Ku tersayang, ada apa ini tumben sekali menunjukan perdebatan manisnya di depan sang putri?" kata Acha sambil menuju kearah di antara Uma dan Abinya dan kemudian memeluk Mereka.


Mereka membalas pelukan Acha dengan kasih dan sayang.


"Teruskan apa yang mau dibicarakan dengan Acha." kataku dengan memainkan lirikan ke Uma dan Abinya.


Acha memandang kearah Fathma mengisyarat dengan mengangkat kedua alisnya, dan Fathma mengisyaratkan kembali dengan mengarahkan lirikan bola matanya kepada Qayyis.


"Jadi gini Nak, Abi sama Uma pengen Kamu tu nerusin ke jenjang lebih tinggi di pesantren." jelas Qayyis sambil tersenyum pada Acha.


Fathma dengan mengangkat kedua alis nya.


"Owh itu Uma udah bilang kok pas malem." kata Acha.


"Terus gimana Kamu setuju?" kata Fathma yang yang menonggak kan dagu Acha karena tertunduk.


"In syaa Allah Acha setuju." kata Acha tersenyum.


"Alhamdulillah." kata Uma dan Abinya sambil tersenyum dan terlihat ketenangan diwajah mereka karena mengetahui bahwa Acha menyetujui permintaan nya.


'Ketika Anda melakukan semua hal dari dalam jiwa, Anda akan merasa sungai didalam diri dengan suka cita.'


❤Jalaluddin Rumi❤


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Melepas Demi Kebaikan


Ke esokan harinya.


"Nak jangan sampe kebiasaan Kamu bangun kesiangan terjadi di pondok." kata Fathma.


"Yaa gak bakal lah Uma, lagi pula selama tujuh hari kebelakang bang Rafan ngajarin Acha buat bangun di sepertiga malam, dan sekarang Acha udah terbiasa." kata Acha yang merapikan pakain di koper.


"Maa syaa Allah semoga selalu istiqomah ya nak, do'a dan ridho Uma selalau ada di setiap langkah Kamu." kata Fathma mengusap kepala Acha.


'Indera duniawi adalah tangga menuju ke dunia ini; indera religi adalah tangga menuju ke Surga.'


❤Jalaluddin Rumi❤

__ADS_1


...****************...


Pov acha


Kami pun berangkat.


Sesampainyaa di gerbang ma'had Almalik, Abi memarkirkan mobilnya di depan rumah ustadz Fatih dan kami pun segera menemui pemilik pondok yang tak lain adalah ustadz Fatih.


"Assalamu'alaikum." kata Kami.


"Wa'alaikumussalam." jawab wanita separuh bayah yg membuka pintu.


"Eh pak Qayyis bu Fatma, masuk masuk." katanyaa dengan tangan nya yg mempersilahkan


Kami pun masuk


"Apakah ustadz Fatihnyaa ada ustadzah Aisy?" kata Abi.


"ada2.. Sebentar saya panggil dulu." kata ustadzah Aisy.


Saat ustadzah Aisy mau memanggil tiba2 seorang pria berkulit kuning, hidung mancung, alis tebal dengan bentuk sempurna, dan umurnya lebih tua 2 tahun dariku datang, yang tak lain adalah kak muza.


"Assalamu'alaikum." katanyaa.


"wa'alaikumussalam." kata kami semua.


"Eh nak muza." kata Ustadzah Aisy


......................


Kemudian muza bersalaman ke semua nya, dan kepada Ku juga bersalaman dengan menyatukan kedua tangan nyaa.


"Ada apa yaa nak?" tanyaa ustadzah Aisy.


"Ini Umi.. Muza mau bertemu dengan Abi, apakah ada?" tanya Muza.


"Owh ada2 diruangan kerja, eh iyaa dan tolong sampaikan juga, ada sahabat karib nya datang." kata Ustadzah yg menitip amanah.


......................


Beberapa menit kemudian Ustadz Fatih datang dan Muza yg berjalan di belakangnya.


"Assalamu'alaikum." kata ustadz Fatih dengan menyatukan kedua tangan nyaa saat bersalaman dengan Aku dan Umaa.


"Maa syaa Allah Ustadz Qayyis." kata Ustadz Fatih..dan bersalaman dengan Abi beliau memeluk Abi dan begitu pula Abii.


Abi pun langsung to the poin karna ustadz Fatih sudah mengetahui.


"Owh iyaa Acha mau melihat lihat sekitar pondok dulu?" tanya Ustadz Fatih.

__ADS_1


__ADS_2