MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)

MUZACHA (Ini Cinta Atau Obsesi)
halaman 50


__ADS_3

"Kak Acha mau tau apa mau tau banget." kata Naila.


"Pengen tau banget dong Nay." kata Acha.


"Tapi jangan kasih tau bang Muza yaa kalo Nay yang bilang." kata Naila bemberikan jari kelingking nya.


"Iyaa janji." kata Acha menyatukan kelingkingnya dengan kelingking Naila.


"Jadi pas kak Acha jatuh, Nay liat ada benda tajam dilantai, dan bang Muza juga liat maka dari itu bang Muza mau ngambil benda itu rerus kepala kak Acha ngebentur ke lantai yang ada tangan bang Muza dan di bawah telapak tangan bang Muza ada benda tajam itu." kata Nay.


Acha pun hanya menangis.


"Kak Acha kenapa?" kata Naila khawatir.


"Nggak papa kok Nay cuma sedih aja, ada orang yang terluka gara gara kakak." kata Acha berusaha tersenyum.


"Yaudah Nay ke dapur ya." kata Naila.


"Iyaa hati hati jangan lari lari." kata Acha.


Para tamu pun berdatangan do'a do'a pun dipanjatkan, dan acara pun selesai, keluarga Acha pun pulang.


...----------------...


Dua hari kemudian.


Fathma yang sedang menyiram tanaman di taman rumah.


"Eh Liani?" kata Fathma.


"Assalamu'alaikum Om Tante?" kata Liani.


"Wa'alaikumussalam." kata Qayyis dan Fathma.


......................


"Eh Lu Li, tumben pagi pagi." canda Acha yang muncul membawa teh untuk Abi nya.


"Emang gak boleh." kata Liani cemberut.


"Lu mah baperan deh, eh mau minum apa Gw ambilin." kata Acha.

__ADS_1


"Nggak usah, Gw kesini mau pamit sama Om Tante terutama Lu." kata Liani sedih.


"Eh Lu kenapa, emang Lu tau kalo Lu mau meninggal." kata Acha.


"Achaa, gak boleh gitu." kata Fathma.


"Iya tuh Acha, Gw lagi serius juga." kata Liani.


"Ouhh I'm sorry, please." kata Acha.


"No porblem." kata Liani hanya tersenyum.


"Emang Kamu mau kemana Li?" tanya Qayyis.


"Jam delapan nanti Lili mau berangkat kepondok Om, bareng bang Muza." kata Liani sedih.


"Aaa terus Gw ditinggal gitu?" rengek Acha dan memeluk Liani.


"Gak usah sedih, kalo mau selalu bersama kamu kuliah di temapat Liani aja, enak kan dapet ilmu agama juga." kata Qayyis.


Acha hanya terdiam


"Yaudah Lili duluan yaa, assalamu'alaikum." kata Liani.


Acha pun kesal dan masuk rumah.


......................


"Apaan sih Abi, maksudnya apa coba? Gak biasanya juga Abi begitu." gumam Acha kesal.


......................


"Abii, gak boleh gitu." kata Fathma dengan lembut.


Fathma pun menghampiri Acha yang sudah berada di kamar nya.


Krek pintu kamar terbuka.


"Nak.." kata Fathma dan Acha yang mengis langsung memeluknya.


"Umaaa... Abi kok gitu, gak biasanya Abi gitu." kata Acha yang menangis terisak isak.

__ADS_1


"Syutt.. hehh.. jangan nangis masa Acha nangis cuma karena hal itu, jangan di masukin kehati ucapan Abi." kata Fathma lembut mengelus kepala Acha.


"Tapii Abi nggak biasa ngomong gitu ke Acha." kata Acha.


"Maklum aja dikantor lagi ada masalah." kata Fathma.


"Tapii kan Umaa..." kata Acha.


"Syutt udah mending Kamu mandi udah gitu sarapan." kata Fathma kemudian keluar.


......................


Malam pun tiba dari pagi Acha yang tidak keluar dari kamarnya dan belum makan apa apa.


"Nak makan dulu ya sayang." bujuk Fathma.


"Acha gak laper Uma." kata Acha yang memandangi langit di teras kamarnya.


"Kamu belum makan loh dari pagi." kata Fathma memberi suapan pada Acha.


"Tapi Acha nggak laper Uma." kata acha menghindar dari suapan.


"Apa perlu Abi minta maaf dulu biar kamu makan." kata Qayyis menghampiri mereka.


Acha hanya terdiam dan tetap tidak mau makan.


"Okey Abi minta maaf." kata Qayyis


Deg! Acha yang menangis mendengar itu, karena Acha selalu diajarkan.. benar atau salahnya kedua orang tua mereka tetap benar.


"Abii jangan buat Acha berdosa dengan mengatakan itu." Acha yang langsung memeluk Qayyis, dan menangis di peluk kan Qayyis.


"Yaa memang abi yang salah kan?" kata Qayyis mengelus kepala Acha.


"Nggak Abi nggak salah, Acha yang salah, I apologize Abi, I'm very very to regret." kata Acha melepas peluk kan dan tertunduk memegang kedua tangan Qayyis.


"Heyy apa ini My Princes crying, no problem, lagipula Abi yang terlalu hard sama Kamu." kata Qayyis menonggak kan kepala Acha.


"Okey now, kamu eat yaa." kata Qayyis menyuapi Acha.


Canda dan tawa Mereka di bawah langit malam yang di penuhi bintang bintang sudah tak terdengar karena sudah larut malam.

__ADS_1


'Biarlah hari-hari itu berlalu kerjakan yang engkau sukai, apabila takdir sudah menentukan maka berlapang dadalah kau.'


❤Imam Syafi'i❤


__ADS_2