My Mafia Husband

My Mafia Husband
BAB.101. Ngidam ‘lagi’


__ADS_3

Delard hanya memasang wajah datar ketika ia sudah menepi di tepi danau bersama sang tuan.


Sungguh, delard benar-benar terjun di danau buaya itu.


“Wahh, bagaimana rasanya berenang disana bang, delard?” tanya Freya tanpa dosa.


Delard pun melirik jengkel pada nonanya, kalau saja dia bukan adik tersayang tuannya pasti wanita muda itu sudah habis di tangannya.


“Oh tentu, sangat menyenangkan nona” balas delard tersenyum paksa.


Fern pun hanya mengiyakan, ia terlalu lelah untuk menyahut.


“Wow! Sepertinya Abang dan delard bersenang-senang dengan buaya tadi ya!” sahut Freya girang.


“Sudahlah, ayo pulang dek.. baju Abang dan delard udah basah semua” ucap fern membuang nafasnya kasar.


Semoga saja ia tak khilaf untuk mencekik adiknya nanti.


“Ayo!”.


Beberapa saat kemudian..


“Aaaaaaaaa”.


Teriakan dengan nada frustasi terdengar dari dalam mansion megah milik keluarga Arron.


“Kenapa harus saya nona? Kenapa ha?! Apa nona dendam dengan saya?” tanya delard, pria itu melirik frustasi pada sang nona yang masih tertawa sampai terkikik kecil.


Di samping Freya.. mama grea, papa Hunter dan fern juga ikut tertawa kecil.


Bagaimana tidak? Setelah insiden danau buaya itu delard dan fern diminta Freya ganti baju.


Dan.. anehnya adik dari fern ini melakukan cap cip cup.


Flashback on


Ketika fern, delard, Freya juga nyonya dan tuan Arron sudah masuk ke mansion..


“Abang, delard tunggu!”,suara bak toa terdengar dari Freya.


Delard dan fern pun menoleh tak terkecuali sang mama dan papa.


“Ada apa sayang?” tanya fern memandang heran pada Freya.

__ADS_1


“Cap cip cup kembang kucup pilih yang mana yang mau di cup, kesialan dalam kucup!” bukannya menjawab Freya malah bernyanyi.


Sepanjang lagu itu Freya selalu mengalih-alihkan jari telunjuknya dari fern ke delard, dari delard ke fern dan begitu pula seterusnya.


Sampai pada kata ‘Kucup’ jari itu terhenti saat telunjuk milik Freya menunjuk ke arah delard.


“Nah delard, kau harus mengikuti diriku sekarang!” ujar Freya menarik lengan kanan delard.


‘Kenapa hatiku merasa tak enak? Apa lagi yang akan di perbuat oleh nona muda?’ batin delard sedikit nelangsa.


Sebab ia tak punya kuasa untuk menolak ucapan sang nona, dan.. yah dia juga takut hilang.


Rupa-rupanya Freya membawa delard ke kamarnya.


Delard pun mengernyit heran, kenapa ia diajak kemari? Apa yang akan di lakukan si nona menyebalkan dan S*alan ini?.


Freya lalu berjalan menuju meja rias.


DEG DEG DEG


Jantung delard berpacu dengan cepat, sepertinya ia sudah mulai tahu!.


“Nah delard, sana ganti baju dulu setelah itu datang kembali ke sini ya, ingat jika kau tidak datang aku akan menghabisi mu layaknya buaya yang mengejarmu tadi” ucap Freya dengan datar.


Pada akhirnya delard hanya bisa menuruti seperti anak ayam.


Dan.. benar saja, nonanya menyuruh dirinya untuk duduk di meja rias itu, dan yah merias dirinya.


Dengan eyeliner, eyeshadow, bedak, lipstik, dan lain sebagainya.


Tak perlu diragukan skill merias Freya, sebab ia sedari dahulu tak pernah berias, ia menjadikan delard untuk bahan uji coba.


Ah ya, kalian tahu sendiri hasilnya kan? Sangat buruk!.


Flashback off


BUAHAHAH


Keluarga Arron menyemburkan tawanya ketika mendengar cerita pendek dari delard.


Fern bahkan sampai menitikkan air matanya, bagaimana tidak? Lelaki bertubuh kekar dengan body roti sobek-sobek macam delard memakai makeup! Coba bayangkan.


Setelan kemeja dan celana panjang disertai dasi, memang penampilan yang sangat menawan namun..

__ADS_1


Melihat riasan wajahnya itu.. pftt.


“Nona, apa saya memiliki kesalahan pada anda?” tanya delard setengah frustasi.


“Bukan begitu, kau itu selalu dekat dengan Abang, emangnya kalian pacaran? Kamu sama Abang itu BxB ya?” tuduh Freya yang mana membuat mata fern membelalak.


“Heh, darimana kamu bisa menyimpulkan hal seperti itu? Abang sama delard itu hanya asisten dan bos!” elak fern.


“Abang itu ngga normal!, Orang banyak cewe yang ndeketin kok Abang ngga tertarik sama sekali? Tapi Abang selalu Deket sama delard jadi frey fikir Abang sama delard itu g*y, melihat elakan tegas dari Abang frey rasa pemikiran itu benar adanya.”


Wanita muda itu kembali berceloteh dengan menyebalkannya hingga mama grea plus dad Hunter tak bisa menahan tawanya, padahal fern tengah menatap mereka dengan pandangan kesal.


“Nona, sungguh! Saya lelaki normal” delard juga ikut mengelak.


“Kalau begitu, ayo bawa calon isterimu kemari!” sahut Freya berkacak pinggang.


Amazing, Freya benar-benar sukses untuk membuat fern dan delard kesal.


“Tapi..” delard tak menemukan alasan yang tepat untuk mengelak lagi.


Memang benar, dirinya belum tertarik sama sekali pada kaum hawa.


“Tapi apa?! Dan kau bang, mana kakak iparnya frey? Frey bahkan sampai mau punya anak Abang masih menjomblo, Abang itu benar-benar jomblo akut ya?” ucap Freya dengan kesal.


“A-apa? Jomblo akut? Maaf ya sayang, Abang ini bukannya jomblo cuma Abang belum bisa menemukan gadis yang cocok dengan tipe idaman Abang” balas fern.


“Ck! Tipe Abang seperti apa? Paling juga, cantik, kaya, pintar.. kalau gitu mah banyak Abang! Cuma abangnya aja yang ngga niat nyari” sahut Freya.


CEP


Mulut fern terkunci rapat, benar adiknya memang benar, fern tak niat mencari pendamping.


Mama dan papanya pun akhirnya hanya bisa menonton sambil terkikik kecil melihat fern yang lagi-lagi tak berdaya melawan si bungsu yang tengah berbadan dua.


“Dasar Abang si bujangan tua” ledek Freya, sepertinya si bumil ini suka mengejek orang sekarang.


“Heh Abang belum tua, Abang masih berusia 26 tahun!” bangga fern.


“Heleh, itu mah udah tua bang, lihat Frey dong muda! Masih umur 24 tahun, Frey ini nanti bakal jadi mama muda!” sahut Freya mengangkat kepalanya wujud bangga.


Fern hanya bisa tersenyum tertekan, delard? Pria itu sekarang sedang berusaha untuk menghapus riasan yang diberi Freya dengan air.


Namun sayang beribu sayang, riasan itu tak hilang-hilang.

__ADS_1


______________________________


__ADS_2