
Gadis itu terseret karena Revan memang lelaki yang lebih tinggi plus lebih kuat dari dirinya.
"Aduhh, mau makan bareng ya? Gitu dong yang romantis sama pacar sendiri" ucap gadis itu saat memasuki cafe.
Tentu ucapan itu di dengar oleh pengunjung yang lain termasuk Freya dan orang yang ia ajak bicara.
Namun alih alih menjawab perkataan gadis itu ataupun melabrak sang suami Freya malah tidak melihat mereka sekalipun, ia tetap mengobrol dengan lelaki di depannya tanpa memperdulikan kedua sejoli itu.
"Jadi bagaimana Freya? Apa aku harus memanggilmu sayang terlebih dahulu?" Tanya lelaki itu.
"Hah? Yang benar saja hahaha" jawab Freya lantas terkekeh lalu menutupi mulutnya dengan tangan tertawa anggun seperti yang adinda ajarkan.
"Habisnya kamu tidak mau bilang" sahut lelaki itu dingin, Revan tidak bisa melihat wajah dari lelaki itu walau ia ada di bangku yang sejajar dengan mereka.
Kenyataannya lelaki itu menggunakan masker untuk menutupi wajahnya namun dilihat sekilas saja, orang itu memang tampan.
"Yasudah, bilang sebelum mertuamu datang kemari" ucap orang itu melirik ke mobil mommy, berharap mertua gadis yang ia ajak bicara tidak melihatnya.
"Lagian kenapa tidak mau berbicara di telepon saja?" Tanya Freya sinis ke arah lelaki itu.
"Sudahlah! Ceritakan saja" jawab lelaki itu datar walau tetap menyebalkan bagi Freya seperti biasanya.
".............." Bisik Freya lantaran ia tidak mau semua pengunjung mengetahui privasi dirinya.
Namun.. berbeda dengan Revan yang kini mengira jika Freya telah berselingkuh dari dirinya padahal itu salah besar!.
Terlihat ekspresi kaget dari pria itu walau tidak terlalu kentara, namun mata tajam Revan bisa menangkap ekspresi orang itu.
Setelah menceritakan hal yang di inginkan oleh sang pria ia memundurkan wajahnya dari telinga fern.
__ADS_1
Benar! Fern melihat Freya tengah berada di kemacetan lalu mengikuti Freya hingga ke cafe ini, lalu berbicara dengannya.
Kesempatan tidak datang dua kali!.
"Kau..." Ucapan fern terpotong lantaran ia menerima notifikasi dari hanpon yang sedari tadi ia genggam.
Ia sudah menyadari keberadaan Revan dan seorang gadis yang membuat dirinya bertanya tanya siapa gadis itu?.
Namun melihat ekspresi tidak peduli dari Freya akhirnya fern juga ikut pura pura tidak melihat mereka padahal mereka duduk sejajar dengan meja mereka.
Namun.. Freya bertingkah seolah tidak ada kedua orang itu di tempat ini ia bahkan tidak melirik sedikit pun.
Notifikasi dikirim oleh delard, sejenak ia bingung kenapa delard mengirim sebuah foto kepada dirinya?.
"Sayang! Ih kamu itu kenapa sih melirik kesana terus?" Tanya gadis di depan Revan lalu melirik ke arah pandangan Revan.
"Hey kau! Kalau mau pacar jangan rebut pacarku j*lang!" Teriak gadis itu tiba tiba menunjuk Freya.
Namun meski begitu tak ada yang berniat untuk menjawab atau membalas ucapan gadis itu begitu pula dengan Freya.
"Hey! Kau tuli ya? Dasar cacat!" Sambung gadis itu.
"Maaf nona, saya tidak mengenal anda maupun pacar anda! Jadi jangan berbicara non formal dengan saya" peringat Freya dingin tanpa melihat ke arah mereka.
"Dasar! Jangan berpura pura alim ya!" Sahut gadis itu.
"Maaf mbak, ini pesanannya" ucap salah satu pelayan di sana.
"Makasih mbak, kembaliannya ambil saja" balas Freya lembut sambil mengambil pesanannya sekaligus memberikan uang.
__ADS_1
"Freya, kita perlu bicara lagi" ucap fern memohon foto yang dikirimkan delard membuat fern tergugu begitu lama.
"Maaf, tapi kita bisa bertemu lain waktu" balas Freya lalu pergi dari cafe itu tanpa mendengar ocehan gadis yang membuatnya eneg.
Baru Freya ingin berjalan namun sosok yang baru datang dari arah cafe membuatnya kaku.
"Siapa yang anda panggil j*lang? Dengar dia menantu saya, dia sudah bersuami dan ya.. pacar anda yang melihat menantu saya bukan menantu saya yang melihat ke arahnya!" Mommy berbicara begitu dingin sambil menatap tajam si gadis.
Membuat seisi cafe sudah menahan nafas lantaran tak kuat dengan aura suram yang dikeluarkan mommy.
"Mommy benar, lain kali mungkin anda bisa berkaca pantas pacar anda melirik kakak ipar saya ternyata kelakukan anda seperti ini" ucap kinen datar lalu menarik sang kakak pergi tanpa melirik sekalipun ke arah abangnya.
Baginya sudah cukup kalau kakaknya menderita! Kakaknya memang tidak melampiaskan semuanya namun bayangkan, bagaimana perasaan seorang isteri jika berada di panggung penggelaran yang sama dengan Freya?.
Dan point pentingnya, mommy dan kinen itu perempuan yang senantiasa bisa merasakan apa yang dirasakan perempuan lainnya, termasuk perasaan dari seorang Freya.
Menantu dari sang mommy, olander lestari Angelina or olander lestari purnama dan kakak tersayang dari kinen, gehara kinen Oliver berzeliuz.
Apalagi sekarang kinen dan mommy lebih menyayangi Freya dari Revan yang notabenenya putera keluarga purnama.
________________________
Ahahah kalian kira bagaimana dengan Revan? Apakah Revan memang berniat untuk mempunyai dua isteri?.
Lalu.. apa novel ini akan berganti genre menjadi 'berbagi cinta'? Apa Freya akan menjadi isteri pertama yang memiliki nasib cukup mengenaskan ? Bagaimana sekiranya yang kalian fikirkan?.
tapi readers.. Sebenarnya itu... Ups! Maaf sayangnya author tidak berniat untuk memberitahu kalian tentang ini hehehe.
udahlah see u! seperti biasa kita akan bertemu di chapter selanjutnya.
__ADS_1
- Nadira